
saat kaki telah berpijak di negeri sendiri, maka otomatis hidung akan menghirup aroma tanah air yang sangat dirindukan walaupun polusi lebih mendominan tak menyurutkan bagi hidung ini untuk terus menghirup udaranya.
dengan semangat 45, Cinta melangkahkan kakinya menuju luar bandara setelah koper berada ditangan tak lupa sosok pria yang selalu mengikuti langkahnya di belakang sana
"akhirnya aku bisa kembali lagi" ucap Cinta sambil melihat kendaraan yang lalu lalang dari luar jendela taxi
"kita mampir ke warung punggir jalan yaa pak..yang deket aja" sahutnya lagi
"siap bu"
"tidak masalahkan" tanya Cinta ke Aagler yang saat ini sibuk dengan gawainya
"iya"
"oh iya aku lupa kabari Yogi kalau kita udah sampe"
segera Cinta merogoh tas sling bag di depannya
"Gi aku udah sampai...hubungi aku yaa kalau pesan ini sudah kamu baca" isi pesan Cinta
setelah itu Cinta memasukkan kembali Hp di dalam tasnya
"mba di depan ada warung kita stop di sana yaa" ucap sang sopir taxi
"iya pak"
beberapa menit kemudian....
"makasih pak..ini ongkosnya"
"wah..ini kebanyakan bu"
"buat keluarga dirumah aja pak.."
"makasih bu"
"iya"
sedangkan Aagler yang baru saja menurunkan 2 koper dari bagasi melihat interaksi antara Cinta dengan sang sopir
"sudah cantik baik pula" batin Aagler tanpa sadar senyum tipis hadir di balik maskernya
"ayo Aagler kita makan" semangat Cinta
mereka berdua berjalan beriringan masuk kedalam warung padang itu
saat mereka berdua duduk saling berhadapan tepat di meja paling pojok
"oh iyaa..kamu makan gimana perasaan aku nggak pernah deh liat kamu buka masker" ucap Cinta yang sadar akan hal itu
"kamu aja aku masih kenyang makan di pesawat tadi" jawab Aagler datar
"ck..nggak usah datar gitu deh, nggak Yogi nggak kamu sama-sama datar dan dingin hanya kak Angga aja yang normal. Jangan-jangan kalian berdua punya masa kecil kurang bahagia yaa sehingga besarnya model kek gini plong doang" cerocos Cinta
"oh iya kenapa kamu nggak pernah lepas masker ama hodie"
"aku buruk rupa..takutnya saat aku buka masker kamu akan pingsan" jawab Aagler
"pesimis...oh iya..." ucap Cinta terpotong saat pesanannya datang
"silahkan mbak"
"makasih mbak"
"yakin nih kamu nggak makan, aky nggak enak loh"
"hmm"
"setidaknya pesan minum kek"
"makasih"
"ayolah..kamu harus..uhuk..uhuk.." seketika Cinta tersedak akibat mulut penuh dan selalu menyerocos
Aagler sigap memeberinya minuman kemudian dengan lembut ia menepuk-nepuk punggungnya
"makasih" ucap Cinta ketika merasa lega
"biasakan makan jangan sambil bicara"
"maaf"
Beberapa saat kemudian..
mereka berdua keluar dari warung segera menuju Apartemen Yogi yang saat ini di tempati Angga
"sekarang belum jam makan 10 pagi berarti saat ini kak Angga masih dikantor" Cinta bermonolog
"baiklah sekarang kita ke Apartemen di kawasan xxx ya pak" ucap Cinta ke supir taxi
"baik bu"
"oh iya Aagler malam ini kamu nginap di mana"
"hotel" jawabnya Cinta hanya manggut-manggut
"pak di sana ada hotel terdekat nggak pak dekat Apartemen xxx"
"ada bu..itulan kawasan elit jadi pasti ada hotel di dekat sana"
"kamu nginap disana aja yaa..jangan jauh-jauh"
"iya"
"kenpa jawabanmu selalu singkat nggak ada tambahan lain gitu"
"terus aku harus bilang apa" jawab Aagler datar
"yaa apake panjangin dikitlah..dan jangan terlalu datar berekspresilah"
"akan ku usahakan"
"harus.. soalnya aku lebih suka orang yang agak cerewet lebih klok...oke"
"hmm"
sampailah mereka berdua di apartemen xxx, Aagler membantu Cinta membawakan kopernya menuju unit yang dituju, sedangkan sang sopir yaxi menunggu di bawah untuk mengatarkan Aagler ke salah satu hotel terdekat nanti
"nih..ini dia"
ting..tong
ting..tong
ceklek
"maaf siapa yaa" tanya gadis Cantik di depannya
"Angga nya ada" jawab Cinta basa basi
"lagi di kantor mbak..mbak sendiri Siapa?"
"Raina yaa"
"iya mbak..saya Raina adiknya kak Angga" jawab Raina Mahera
"saya Cinta dari Kanada teman Angga"
"mbak Cinta..oh mbak Cinta itu yaa.."
"iya Cinta yang itu..hehehe" jawab Cinta cengengesan
sedangkan Aagler hanya menyimak sesekali geleng-geleng kepala
"Bun..bunda" teriak Raina
"dikira hutan kali yaa" bisik Cinta ke Aagler
"hussst nggak sopan"
"apasih dek teriak-terik anak gadis kok kayak tarzan" ucap Bunda Mila ibunda Angga
"hehehe maaf bunda ada tamu"
"siapa kenapa nggak disuruh masuk" omel Bunda Mila
"silahkan masuk kak..ih iya ini siapa" ucap Raina seraya memperhatikan Aagler dari atas sampai bawah
"tenang dia nggak gigit kok jinak..dia ini pengawal saya..oh bukan teman saya..Aagler"
"oh silahkan masuk" akhirnya sekian lama berdiri didepan pintu mereka berdua pun akhirnya bisa duduk juga
sedangka. dari dalam tampaklah Bunda Mila sambil membawa nampan berisi 2 minuman serta cemilan
"bun ..kenalin ini kak Cinta..yang itu loh yang sering di cerita kak Angga dan yang beliin oleh-oleh buat kita dari kanada"
"ohh..nak Cinta istrinya nak Yogi"
"iya bun" jawab Cinta
"ini nak Yogi nya yah.."tunjuk Bunda Mila ke arah Aagler
"bukan bu..dia temen saya Aagler"
"oh...silahkan diminum"
"makasih"
"nak Aagler minumnya gimana"
"oh ini bu..dia sedang sakit gigi jadi nggak bisa buka mulut maunya selalu mingkem" potong Cinta
"asem bener" gerutu Aagler dalam hati
"oh iya bun..Cinta boleh nginep nggak satu malam"
"sangat boleh"
" baiklah kalau begitu saya permisi dulu Bu" pamit Aagler pada semuanya
"oh nak Geler nggak nginap disini yaa"
"hahaha...Geler sekalian Teler bund...hahaha" tawa Cinta
" ck...apes" batin Aagler
"Aagler bun...AAGLER" jawab Aagler membenarkan
"lagian punya nama kok ribet" gerutu Bunda Mila
"hahahaha" tawa Cinta
"salahkan Mama saya Bund...baiklah saya pamit..Assalamualaikum" Aagler
"waalaikumsalam" jawab semuanya
mereka bertiga kembali berbincang
"Dede bawa koper nak Cinta ke falam kamar yaa" perintah Bunda Mila ke Raina
sepeninggal Raina mereka berdua kembali berbincang
"oh iya Bund kak Angga nya kapan pulang"
"tidak menentu nak..kadang pulang larut, dini hari bahkan nggak pulang sama sekali"
"dasar kak Angga cari mati emang"
"oh iya bund..jangan kasih tahu kak Angga yaa..nanti aku kasih surprise"
"iya sayang"
"kamu mandi gih terus istirahat..sudah makan belum"
"sudah bund..aku permisi dulu ya bun"
sedangkan Aagler juga sudah sampai di salah satu hotel dekat Apartemen xxx hanya berjarak 5 gedung dari sana