~Always Be With You~

~Always Be With You~
Perasaan Anehh



Pagi hari menjelang, semua penghuni bumi yang memiliki rutinaitas rutin kini telah bangun menjemput pagi


terkecuali dua pria tampan yang masih setia bersembunyi di balik selimutnya pancaran sinar mentari yang masuk melalui celah fentilasi ruangan tak mampu mengusik tidur cantiknya


bahkan keduanya tak menyadari bahwa sedari tadi pintu kamar sudah di ketuk beberapa kali oleh Cinta


tok..tok..tok...


"YOGI..ANGGA BANGUN UDAH PAGI"


tetapi kedua pria itu belum membuka matanya


Cinta berinisiatif untuk masuk kedalam walaupun ada rasa ragu untuk memasuki ruangan itu


ceklek


dilihatnya kondisi ruangan masih gelap hanya sedikit sinar mentari pagi yang masuk melalui celah-celah fentilasi


dibukanya gordeng besar itu agar sinar mentari bisa menyeruak masuk kedalam


kemudian ia melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur di dekatnya


" kak Angga bangun udah pagi" ucapnya sambil meggoyangkan tubuh Angga


"hmmm" jawabnya sambil menggeliat


terus Cinta melangkah kan kakinya lagi kesebelah Yogi


" Yogi bangun ini udah pagi"


tetapi Yogi hanya menggeliat saja


"hufffff" Cinta menghembuskan nafasnya kasar


"kak Angga..Yogi bangun ini udah pagi...udah jam 7 lewat kalian harus kerja" ucapnya sambil menarik selimut mereka


" dasar kebo...tidur kok kayak pingsan..hadehhh"


kini batas kesabarannya sudah habis, ia menarik nafas dalam-dalam sambil menyiapkan tenaga besar


"KAK ANGGA...YOGI BANGUNNNNN" teriak Cinta


tanpa Cinta sadari Yogi menarik tangannya hingga ia terjatuh tepat berada di tengah diantara mereka dengan Yogi memeluk ia posesif seperti guling


dilihatnya Yogi masih memejamkan matanya dan memeluk dirinya, saat ia berbalik dilihatnya Angga mulai mengerjap-ngerjap kan matanya dan saat matanya sudah terbuka sempurna ia membalas tatapan Cinta dengan lembut


" apakah kau tau sweety kau sangat berisik" ucapnya sambil menguap


"hehehe mau gimana lagi kak ini sudah pagi sudah jam 7 lewat dan kakak kan harus berangkat kerja"


"aku sudah berkecukupan Cinta..dan lagi pula aku belum memiliki istri yang harus aku nafkahi" jawabnya yang masih dalam posisi telungkup


"iya juga yaa...tapi kan ada aku kak..kakak cari duit buat aku aja hehehe"


"dasarrr... kamu kan udah punya suami udah tugas Yogi menafkahi mu"


"aisss itu kan sebagai suami sedangkan kakak yaa sebagai kakak"


"iya..iyaa apasih yang engga buat kamu sweety" ucapnya sambil bangkit dari tidurnya


dilihatnya Yogi yang masih tertidur pulas sambil memeluk Cinta


" dasar si Yogi pagi-pagi udah modus aja"


" tolong aku kak..aku sesak tangan Yogi berat banget" sahut Cinta sambil menunjuk ke arah tangan Yogi yang melingkar di perutnya


"woyyyy....bangun..bangun nggak loe kalo enggak gue seret loe ke kamar mandi..bangun.." ucapnya sambil menggoyangkan tubuh Yogi


"kak lepasin dulu tangannya" sahut Cinta


kemudian Angga melepaskan tangan Yogi secara kasar sehingga mau tak mau Yogi membuka matanya


"astaga Cinta kamu ngapain disini" ucapnya terkejut saat melihat Cinta terbaring di sampingnya


"alasan bilang aja loe modus" sahut Angga sambil bersedekap dada


"maaf Yogi tadi aku masuk tanpa izin aku kesini hanya ingin membangunkan kalian karena sedari tadi enggak bangun-bangun" ucapnya yang saat ini berdiri di samping Angga


"hmmm...memangnya ini sudah jam berapa perasaan masih pagi benget deh" sahutnya sambil mengucek-ngucek matanya


"udah mau jam 8" sahut Cinta


"astaga" ucap Angga dan Yogi bebarengan


"kenapa kamu nggak bilang sweety...Yogi cepat loe bangun terus mandi hari ini kita ada pertemuan penting" ucapnya berlalu ke kamar mandi


sedangkan Cinta juga berlalu pergi keluar dari kamar Yogi meninggalkan Yogi yang masih berdiam diri


"sangat manis..tapi sayang....." batin Yogi


kemudian ia melangkah menuju kamar mandi


tok...tok...tok...


"Angga cepetan gue juga mau mandi"


"loe mandi di kamar mandi bawah aja"


"ya kali gue mandi disana..cepetan 10 menit lagi loe harus udah keluar"


" dasar si Angga..yang punya rumah siapa yang tamu siapa"


10 menit kemudian Angga keluar, gantian kini Yogi yang masuk untuk mandi


15 menit kemudian ia keluar dihatnya Angga yang duduk di sofa masih menggunakan handuk


"kenapa loe belum siap-siap sih keburu telat nih" sahut Yogi kesel


"aissss" gerutu Yogi


bagai asisiten Angga, Yogi mengambilkan segala keperluan Angga mulai dari pakaian kantornya lengkap dengan ********** kemuadian ikat pinggang serta kaos kakinya dan tak lupa dasinya juga


"ini buat elo..jangan lupa setelah ini loe harus cuci yang bersih"


" okeyyy"


Angga kemudian mengambil pakaian yang berada di tangan Yogi tak berselang lama ia sudah rapi dan wangi


sedangkan Yogi masih duduk cantik di sofa sambil memainkan ponselnya


"kenapa loe belum pake baju sihhh..ini udah jam 8 lewat Yogi"


"loe udah lupa yaa...jam segini kan gue udah jadi bos loe lagi jadi gue mau loe ambilin pakaian gue..Cepett" titah Yogi


"aisssss" gerutu Angga


selang beberapa menit kemudian mereka sudah rapi kemudian melangkah keluar menuju meja makan dimana Cinta sedari tadi sudah menunggu mereka


"kalian sarapan dulu gihh" ajak Cinta


dengan tergesa-gesa Angga dan Yogi menyantap sarapan mereka setelah selesai mereka berdua pamit tak lupa ritual Cinta di pagi hari menyalami tangan sang suami sebelum berangkat kerja


"kamu nggak mau juga nyalamin tangan aku sweety" sahut Angga


"mau dong kak..kaka kan kakaknya aku" jawab Cinta kemudian menyalami tangan Angga


"good girl" ucap Angga sambil mengelus kepala Cinta


"ehemmm" deheman Yogi menghentikan mereka


"sweety...sweety...sok manis banget loe Angga" batin Yogi


" cepatlah Angga ini udah jam 8:30 kita sudah terlambat sekali" ajak Yogi


"okeyyy...kakak tampan pergi dulu yaa..bye"


"kamu baik-baik ya dirumah jangan terlalu lelah" sahut Yogi sambil mengecup kening Cinta


dan mereka berduapun berlalu pergi


sedangkan Cinta seperti biasa harus melaksanakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga


ia harus membersihkan rumah, mencuci, menyetrika dll belum selesai ia mengepel lantai ia merasakan pusing yang teramat bahkan ia merasakan kakinya sangat lemas


"kenapa tiba-tiba aku kayak gini"


dengan langkah goyah ia menuju ke dapur untuk mengambil air minum saat baru akan menuangkan air ke gelas ia merasakn kepalanya tambah pusing dan beberapa saat kemudian


PRENGGGG....


gelas yang dipengangnya terlepas dari tangannya hingga ia tak sadar menginjak pencahan beling yang berserakan dilantai sehingga telepak kakinya terluka parah


"auwwww"


karna kepalanya yang semakin pusing tak berselang lama


BRAKKKK...


ia terjatuh pingsan diatas pecahan beling yang berserakan...


di sisi lain


Yogi yang kini duduk di kursi kerjanya merasakan hal aneh pada dirinya...


tak menunggu waktu lama ia kemudian memanggil Angga


"ANGGAAAA" teriak Yogi


mendengar namanya dipanggil Angga kemudian berlari menuju keruangan Yogi


"ada apa pak..."


"aku merasa ada hal aneh yang sedang terjadi" jawab Yogi yang merasa gelisah


mendengar itu Angga melangkahkan kakinya menuju minibar untuk mengambil sebotol air dingin untuk Yogi


"sebaiknya anda minum dulu pak..mungkin itu hanya perasaan bapak saja"


Yogi langsung meneguk habis air itu tetapi perasaannya masih gelisah


"aku kenapa yaaa Ngga" kini nada bicara Yogi berubah


" loe hanya banyak pikiran saja kali Gi..loe duduk aja dulu kalau perlu loe istrahat aja dulu di kamar pribadi loe soal kerjaan serahkan ke gue, gue yakin loe hanya kelelahan"


"mungkin..kalau gitu gue mau istrahat dulu loe tangani semuanya yaa" dan Yogi pun berlalu menuju kamar pribadinya


sedangkan disisi lain...


"autsss....."


"kenapa gue kayak gini yaa...perasaan apa ini" gumamnya


dilihatnya telapak tangan yang terluka akibat pecahan kaca yang tak sengaja ia pegang saat melarikan diri dari seseorang


" siallll......kenapa perasaan ini ada lagi padahal gue udah berusaha melupakan hal ini"


"aaaarggggh"


"sial..sial...sial.... gue benci perasaan ini, kenapa rasa khawatir seperti ini tiba-tuba muncul"


"gue harap loe nggak kenapa-napa sayang*"


dan ia pun melanjutkan larinya sampai jauh..sejau mungkin