~Always Be With You~

~Always Be With You~
Mencoba Mencari Tahu



di sebuah kafe, Angga dan Yogi duduk saling berhadapan. Dimana hari ini Angga meminta penjelasan akan keadaan Cinta, ia tahu bahwa tidak mungkin Cinta hanya tidak enak badan apalagi kemarin Yogi sempat memeberi isyarat padanya membuatnya mati penasaran


"jadi" ucap Angga memulai pembicaraan


"gue juga enggak tahu, tapi menurut Aagler bahwa kasus ini adalah kasus penculikan"


"penculikan kok bisa ya, kalo di pikir-pikir sih ya dia kan nggak minta tebusan ama loe atau apalah sebagai barter gitu"


"itu dia Ngga gue juga mikir, atau ini murni musuh bisnis yah"


"itu sih bisa jadi, kalau memang iya kita harus lebih waspada lagi"


"hmm"


Yogi kembali berfikir siapa gerangan yang berani mengusik hidupnya ini, tapi siapa. Apa benar jika musuh di dunia bisnis atau ada yang lain, tapi siapa


"Gi"


"hmm"


"Aagler mana"


"entahlah aku juga nggak tahu dia dimana, setelah ngomong waktu itu dia nggak muncul lagi"


Angga hanya manggut-manggut, rasa penasarannya belum sepenuhnya terobati jalan satu-satunya ia harus bertemu dengan Aagler


...••••••Rz••••••...


malam hari di tempat yang berbeda


"kak..."panggil Excell dari arah pintu yang terbuka mencari sang empu pemilik kamar


"kak..."panggilnya lagi namun tak mendapati sahutan


"kakak dimana sih"gumam Excel


ceklek


seseorang keluar dari kamar mandi


"ada apa" tanyanya


"kakak baru mandi, jam segini" tanya Excel balik sembari melihat jam yang kini menunjukkan pukul 10 malam


"hmmm"jawab Raga sembari berlalu menuju walk in closed nya


beberapa menit kemudian, Raga keluar dengan piyama panjang berwarna abu-abu, ia mengeryit bingung saat mendapati Excell masih didalam kamarnya


"kamu ngapain masih disini" tanya nya sembari duduk di samping Excell yang terlihat tak bersemangat


"hey...diajak ngomong tuh dijawab"


"kak"


"hmmmm"


"mulai besok aku udah mesti kerja di kantor..ahhhhh....malas banget rasanya" keluhnya sembari mendesah berat


"mau gimana lagi dah nasib"


"kasih solusi dong, masa baru lulus kuliah udah kerja aja, kan aku mau liburan dulu kak"


"nggak ada solusi, kalau mau minta sama daddy aja"


"yahh...sama aja dong pasti nggak di bolehin, ck menyebalkan"


hening beberapa saat


kakak beradik itu terdiam dalam lamunan, hanyut dalam pikiran masing-masing


"kak"


"hmm"


"gimana keadaan tuh cewek"


"siapa"


"yang buat kakak susah move on"


"baik...sangat baik"


"terus gimana keadaan hati kakak, udah sembuh"


Raga mengehelak nafas panjang sebelum menjawabnya


"dia pernah hadir di kisahku Cel, kisah kami indah walau tak lama jadi wajar jika ada luka yang tersirat dalam hati saat dia pergi. soal move on mungkin masih berusaha namun aku belum terlalu yakin akan berhasil"


"sedalam itu yaa"


"iya sangat dalam malah, makanya sangat susah buat nutupin"


"kalau kamu udah punya pacar belum. masa udah ganteng nggak ada yang nyantol sih" tanya Raga sembati mencibir adiknya itu


"ada sih tapi sayang nggak berani jujur, makanya cinta dalam diam aku lakuin"


"lah kok bisa"


"ya bisa lah, orang anaknya pendiam gitu lagian kita beda jurusan kak nggak pernah ketemu"


"terus kamu tahu dia dari mana tiba-tiba jadi suka"


"sekali doang sih itu pun aku lihatnya diparkiran kampus, ck ternyata cinta pandangan pertama itu ada ya kak. sialnya lagi nggak berani ngomong langsung ke orangnya"


"aneh" gumam Raga yang masih didengar oleh Excell


"memang aneh kak" balas Excell


"namanya siapa" tanya Raga namun dibalas kedikan bahu dari Excel


"lah...."


malam kian larut


Raga berbaring.semabri menatap langit kamarnya, pikrannya kembali tertuju pada Cinta, selalu cinta mengapa nama itu tidak bisa ia lupakan, seolah ada mangnet yang selalu menariknya


"Cinta Aurelia"


"nama yang cantik seperti orangnya"gumamnya tersenyum


selalu seperti itu, ia selalu terjebak akan masa lalu, ingatannya selalu berputar akan masa itu saja bak kaset rusak yang susah di hentikan, tapi ia suka.