
Malam ini Cinta masak dengan porsi yang sangat banyak karena tadi ia mendengar bahwa Yogi malam ini mengajak Angga untuk makan malam bersama katanya sih untuk merayakan keberhasilan kerja mereka
seperti biasa saat di meja makan tidak ada yang membuka suara, semuanya diam membisu dan membiarkan suara sendok dan garpu saja yang menari-nari di atas piring yang berbunyi
selesai dengan makan malam, kedua pria itu berjalan menuju ruang tengah duduk sambil nonton tv, baru kali ini aku melihat Yogi sesantai itu selama kami menikah aku belum pernah melihat ia sesantai itu
Cinta menghampiri mereka sambil membawa nampan berisi cemilan, berbagai potongan buah, puding dan minumanya sekalian
"ini aku bawakan cemilan untuk kalian, silahkan dinikmati" ucapnya sambil meletakkan nampan di atas meja
"wahhh Cinta memang the best mah..thanks Cinta" sahut Angga sambil menyomot cemilan itu
"ahhh biasa aja" jawabnya sambil tersenyum ramah ke Angga
sedangkan Yogi hanya diam tak menyahuti percakapan keduanya
"ohh iya Cinta kamu duduk aja gabung bareng kita..iyakan Gi" ucap Angga menyenggol lengan Yogi
sadar akan kode yang di berikan kepadanya dengan spontan Yogi menjawab
"ahhh iya..gabung aja kita kan lagi pesta nggak seru kalau hanya berdua"
sebenarnya sih Cinta sudah lelah seharian bergerak kesana kemari dan saat ini tubuhnya sangat membutuhkan yang namanya rebahan tapi apa mau dikata mendengar permintaan mereka Cinta pun ikut bergabung
Cinta hanya duduk di salah satu sofa singel di sana sedangkan kedua pria itu duduk selonjoran di atas karpet berbulu sesekali sambil tertawa dengan pembahasan yang mereka ciptakan
jam menunjukkan pukul 9 lewat entah sudah berapa kali Cinta menguap. Dilihatnya dua manusia itu belum ada tanda-tanda mengantuk atau lelah mereka berdua hanya asyik menatap layar datar didepannya sesekali mengoceh tak jelas apalagi yang dinontonnya sepak bola
" uhhhh membosankan sekali" batin Cinta sambil membenarkan posisinya hingga merasa nyaman
mataku sudah setengah merem hingga aku dikagetkan dengan suara teriakan mereka berdua
GOLLLL..." teriaknya bebarengan
"aaaarrgggg" teriakku kaget
seketika pandangan mereka beralih menatapku dengan penuh keheranan
"kamu kenapa Cinta" tanya Angga
sedangkan Yogi hanya menatapku dengan penuh keheranan dengan mata yang melotot dan mulut menganga
"ohhh itu..aku kaget aja tiba-tiba kalian teriak hehehe" jawabku cengengesan
seketika ngantuk ku hilang terbang entah kemana
"aduhhh jantungku..." batin Cinta mengusap dadanya
"ohhh kirain kamu kenapa" jawab Angga
dan mereka pun kembali fokus ke layar tv di depannya
Cinta hanya berdengus kesal karena harus ada diposisi itu
waktu terus berjalan tanpa disadari sekarang jam menunjukkan pukul 11 malam, kedua manusia itu sudah lelah dengan aktivitasnya kemudian beranjak dari duduknya
"ehhh Cinta ketiduran tuhh" sahut Yogi yang melihat Cinta tidur dalam posisi duduknya sambil menyandarkan kepalanya
Angga mendekat ke arah Cinta, niatnya ingin membangunkannya agar ia pindah ke kamarnya saja apalagi dengan posisi tidur seperti itu pasti tak nyaman baginya tapi langkah nya terhenti ketika tangan Yogi menahan lengannya
"biar aku saja yang menggendongnya ke kamar"
dan Yogi pun membopong tubuh Cinta mungkin karena tidur Cinta terlalu pulas hingga tak menyadari bahwa ia berada dalam gendongan Yogi
"hmmm...kasihan dia pasti dia sudah sangat lelah hingga tak sadar tidur disini, aduhhh adikku sayang" ucap Angga tanpa tanggung-tanggung mencium kening Cinta dan mengelus lembut rambutnya
"hehehe maklum cika..soalnya gue udah nganggap Cinta itu adik gue jadi secara reflek jiwa abang gue on..maklum lah"
" ingat ini tuh bini gue jadi loe harus minta izin dulu ke gue"
" tapi dia adik gue jadi wajar dong..orang dia aja enggak protes tuh" sahutnya sambil menujuk ke arah Cinta yang masih senantiasa memejamkan matanya
"mata loe kemana cika...loe nggak liat dia tidur matanya merem otomatis lah dia nggak ngerasa dasar sengklek"
dan perdebatan itu berlangusung beberapa menit dengan posisi masih berdiri di tempatnya
"aiss malas gue ngomong ke elo..gue mau ke kamarnya bentar pegal gue"
"kalo loe pegel sebagai lakinya sini gue kuat sebagai abangnya" ucapnya sambil mengarahkan tangannya ke Yogi
"enak aja inget ini bini gue Angga"
tak ingin berlama-lama Yogi pun berlalu menuju kamar Cinta yang berada di lantai satu, sedangkan Angga hanya geleng-geleng kepala sambil mengikuti langkah Yogi ke kamar Cinta
sesampainya dikamar Yogi meletakkan Cinta secara perlahan di ranjangnya kemudian ia menyelimutinya dan langsung mengecup keninganya lembut
dan tindakan Yogi itu tak luput dari pandangan Angga
saat Yogi membalikkan badannya dilihatnya Angga berdiri tak jauh darinya
" ngapain loe kesini"
"mau ngucapin selamat malam ke adik gue" ucapnya sambil melangkah kan kakinya dekat Cinta
"selamat malam sweety semoga mimpi indah" ucapnya sambil mengelus lembut rambut Cinta
sedangkan Yogi hanya berdengus kesal melihatnya
dalam hati Angga berkata
" semoga kamu selalu bahagia sweety dan aku harap perjalanan hidup mu selalu mulus tanpa perlu ada bebatuan yang menghalanginya dan kuharap si Yogi kampret itu tak berulah lagi jika itu terjadi maka aku adalah orang pertama yang akan menjadi tameng mu kalau bukan aku kuharap akan ada orang yang berada di posisi ku saat itu...selamat malam sweety" batin Angga sambil menatap lekat Cinta yang tertidur itu
"udah jangan lama- lama ngeliatinnya inget ada lakinya di mari nanti loe jatuh cinta lagi"
"gue udah jatuh cinta Gi tapi rasa itu hanya bentuk rasa sayang gue sebagai abangnya" ucapnya sambil mendekati Yogi dan ketika sudah sangat dekat ia pun menghentikan langkahnya dan kini mereka berdua sudah saling menatap satu sama lain dengan posisi Yogi yang bersedekap dada dan begitupun Angga
" dan loe harus inget diluar dari pada kita sahabatan jika loe berani nyakitin Cinta lagi alias adek gue itu maka loe akan tanggung akibatnya" ucap Angga sambil menatap tajam Yogi
bukan tanpa alasan lagi Angga mengatakan hal demikian karena memang ia tahu bagaimana kehidupan Cinta setelah menikah dengan Yogi selain Cinta yang biasa curhat dengan dirinya, ia juga sudah melihat sendiri bagaiman Yogi memperlakukan Cinta dan itu membuat darah Angga berdesir hebat bahkan hanya dengan mengingatnya saja ia sudah sangat geram tapi karena beberapa hari belakangan ini Yogi sudah berubah jadi ia memeberikan Yogi kesempatan kedua
dan Yogi pun hanya diam menatap datar Angga
dan Angga pun berlalu meninggal kan Yogi yang masih berdiam diri ditempatnya
ditatapnya Cinta yang tidur disana sesekali menyunggingkan senyumnya dan ia pun keluar kamar Cinta dengan matikan lampu kamar dan menutup
pintunya
sesampainya di kamarnya dilihatnya Angga sudah tertidur pulas dikasurnya
"dasar Angga seenaknya aja tidur tanpa beban untung ini di luar jam kerja kalo saja ini jam kerja beuhhhhh....mampus loe" umpatnya
karena memang tubuh yang sudah sangat lelah apalagi sang ngatuk sudah menyerang iapun membaringkan dirinya disamping Angga dengan sesekali saling tarik-menarik selimut dengan Angga yang memang sudah tidur
"gile si Angga dia tidur atau ngerjain gue sih"
dengan kasar Yogi menarik selimut itu sehingga sepenuhnya selimut itu menjadi miliknya