~Always Be With You~

~Always Be With You~
RAGA? Dan Kemarahan Angga




(anggap aja sekarang malam, tempatnya luas dan sangat ramai)


Disinilah mereka sekarang, setelah jalan-jalan mengelilingi kota dan ke pasar malam, akhirnya cafe adalah temoaylt yang pas untuk melepas penat


duduk di meja paling pojok adalah pilihan Angga dengan membawa 2 orang perempuan tentunya membuat ia mencari meja yang terasa pas dan nyaman bagi ke dua adiknya itu.


"pesan apa" tanya Angga smbil melihat-lihat menu


"terserah kak Angga ajalah..aku mah ikut" jawab Cinta lesu sambil menjatuhkan kepalanya diatas meja


"aku juga" sahut Raina yang kini hanya sibuk berfoto ria


"baiklah" setelahnya Angga memesan makanan dan minuman untuk mereka bertiga


"dek nggak usah gitu ah..nggak malu apa" ucap Angga yang merasa risih sendiri melihat kelakuan Raina


"isss..kakak apa-paan sih" gerutu Raina yang kesal acara berselfi rianya terganggu, namun tetap menurut


"Sweety...Yogi ada nelpon nggak" kali ini Angga beralih ke sisi kananya dimana Cinta yang masih menyembunyikan wajahnya


"hmm..."jawabnya lesu


"kok lesu gitu...inget besok kamu dah pulang loh" ucap Angga


"iya kak..tadi Yogi nelpon nanyain kabar" kali ini Cinta memandang Angga


"gimana ada perubahan" tanya Angga sensitif dan Cinta mengerti akan hal itu


"entahlah kak..aku nggak tahu, sejak aku disini dia sangat perhatian, hangat dan aku menyukainya, tapi waktu aku disana dia sangat dingin kak" ucap Cinta lesu


"huffffff......aku juga bingung kenapa Yogi mempunyai kepribadian ganda yaa"


"pasti ada alasannya" tambahnya lagi


"itulah yang selalu aku pikirkan, apa mungkin Yogi nyembunyiin sesuatu kak"


"aku akan cari tahu setelah semua tugas ku selesai sweety karena aku juga penasaran"


akhirnya pesanan mereka pun datang dengan santainya mereka bertiga melahabnya


"aku ke toilet bentar yaa" pamit Cinta seraya bergegas menuju toilet setelah tadi ia sempat bertanya pada salah satu pelayan yang ada disana


selesai urusan hajat, Cinta kini bercermin untuk memperbaiki kuncir rambutnya yang sengaja ia gulung naik dan swdikit memperbaiki riasan


setelah dirasa rapi kembali, ia melangkah keluar dan tiba-tiba...


seseorang membekap mulutnya dan membawanya ke tempat yang lumayan gelap karena minim pencahayaan, tepatnya di halaman belakang cafe


"lepas..emmm..emm"ucapnya di sela-sela mulutnya yang masih di bekap


"tol..mmmmm"


saat dirasa sepi dan jauh dari jangkauan orang-orang, sosok itu membuka bekapan tangannya


"TOL...."teriak Cinta terpotong


"stttt....Cinta"ucap sosok itu menghentikan Cinta


"siapa...kamu siapa hah" ucap Cinta marah


"apa sebegitu tak berkesannya diriku sehingga kau dengan mudah melupakanku" ucapnya lembut


"Siapa"tanya Cinta yang saat ini dan memang tak tahu siapa sosok yang ada di depannya ini karena tempat yang minim pencahayaan


"always be with you" ucapnya sambil melangkah maju hingga ia tepat berdiri dibawah sinar lampu redup yang tergantung di atas pohon


"kk...ka..kamu" ucap Cinta terkejut, bagaimana bisa sosok yang sangat ia hindari sekarang berdiri di hadapannya


"hai" sapanya lembut


Cinta tak menjawab, ia segera berbalik dan melangkah pergi


"lepas...lepas"ucap Cinta memberontak


"biarkan seperti ini dulu Cinta" ucapnya lirih sambil mempererat dekapannya membuat Cinta diam


"aku rindu"bisiknya


"lepaskan aku" jawab Cinta lirih


"bahkan kamu melupakan nama ku Cinta"ucapnya


"lepas...lepaskan aku RA....GA" ucapnya pelan di akhir kalimatnya


Di sisi lain....


Angga dan Raina yang masih duduk di tempatnya, kini mulai resah karena Cinta tak kunjung balik


"kak..kak Cinta mana yaa kok nggak balik-balik" tanya Raina sangat jelas kekhawatiran di sana


"coba kamu nyusul gih ke toilet siapa tau diamasih disana dek.. cepetan" usul Angga dan seketika Raina pergi kencari Cinta di tolet


beberapa saat kemudian...


Angga semakin khawatir pasalnya Raina tak kunjung balik juga


"Cinta ama Raina kemana sih ke toilet kok nggak balik-balik" gerutunya kemudian menyusul Raina ke toilet


sesampainya di depan toilet, ia dapat melihat sang adik Raina yang di ganggu oleh seorang cowok yang ia yakini sedang mabuk, bahkan parahnya lelaki itu mencoba mencium Raina tepat di depan matanya


"BRENGSEKKK" pekik Angga murka, kemudian dengan cepat menghampiri Raina yang sudah menangis histeris


"kak" ucap Raina yang ketakutan dan bersembunyi di belakang Angga


"kurang ajar berani-berani loe nyentuh adek gue" murkanya dan tampa basa-basi berbagai pukulan menghantam ke tubuh lelaki brengsek itu


bugh


bugh


bugh


"brengsek...sialan...******"


bugh


bugh


bugh


Angga memukul secara membabi-buta


"aaarrrggg..tolong-tolong ada orang berkelahi disini" teriak salah satu pengunjung yang melihat perkelahian itu


beberapa saat kemudian, beberapa pengunjung plberdatangan dan melerai Angga agar menghentikan pukulannya


"brengkse-brengsek" ucap Angga yang kini menendang-nendang lelaki yang sudah terkapar tak berdaya itu, sedangkan kedua tangannya sudah di cekal oleh 2 orang


"kakak" panggil Raina pelan membuat Angga segera menghampirinya dan memeluknya, Ia dapat meradakan tubuh Raian yang gemetar


"kak...hikss...hiksss..."tangis Raina pilu bahkan suaranya serak akibat tercekat di tenggorokan


"kamu nggak papa kan...mana yang mana si brengksek itu nyentuh kamu" ucap Angga kemudian memeriksa seluruh tubuh Raina kemudian memeluknya


"dia...dia hikss...hiksss...nyium Raina kak...dia...dia....hikssss dia megang tubuh Raina hikss" ucap Raina terpotong akibat ia sudah jatuh tak sadarkan diri


"dek...dek...."panik Angga kemudian membopong Raina yang tak sadarkan diri


Disinilah Angga merasa gagal menjadi seorang kakak, dimana permata hati ayahnya tak dapat ia lindungi dengan baik, sehingga ternoda oleh tangan kotor orang lain...


saking paniknya, Angga tak mencari bahkan menghubungi Cinta yang ia tak tahu kemana,. Pikirnya saat ini adalah Raina...Raina butuh pertolongan bahkan ketakutan terbesarnya adalah ia takut kejadian ini akan membuat psikis Raina Terganggu