
Sejak seminggu kebelakang Cinta merasa sangat bahagia, bagaimana tidak sejak seminggu ini Yogi sudah banyak berubah tak seperti dulu lagi.
sekarang dia sudah bisa diajak bicara, tak kasar lagi dan mulai humoris kembali seolah memperlihatkan Yogi yang dulu sudah kembali
pagi hari...seperti biasa Cinta akan tetap melakukan rutinitas paginya, menyiapkan sarapan untuk suaminya itu setelah semua selesai ia berniat membangunkan Yogi dikamarnya tapi sebelum niatnya terlaksana ia melihat Yogi turun dari tangga dengan memakai pakaian kantornya walaupun dasi dan jas masih nangkring di tangan kanannya dan tas kerja di tangan kirinya.
" pagi Cinta" sapa hangat Yogi
" pagi" balasnya sambil tersenyum
saat Yogi sudah duduk dikursi Cinta dengan telaten melayani suaminya itu
"kamu mau lauk apa" tanya Cinta
" ini,ini dan itu aja"
Cinta pun dengan cekatan mengambil lauk pilihan Yogi dan meletakkannya di atas piring
kini Cinta tak perlu lagi merasa takut dan gugup saat berhadapan dengan Yogi, entah mengapa ia merasa bahwa Yogi yang sekarang adalah Yogi yang ia kenal yaitu Yogi sahabatnya yang baik, periang, ramah dan humoris
selesai sarapan pagi, seperti biasa Cinta akan memasangkan dasi, memakai kan jas dan meyalami tangan Yogi sebelum berangkat kerja tetapi ada satu hal yang berbeda selama seminggu ini yaitu tak lupa Yogi selalu mencium kening Cinta sebelum berangkat kerja dan itu selalu membuat Cinta gugup dibuatnya
"cie..cie..cie..yang merona" goda Yogi
"apaan sih..sana kamu berangkat nanti telat" elaknya
"aisss nggak akan ada yang marahin aku kalau aku terlambat"
"sombong amat"
"ya iya dong secara kan aku yang pemilik perusahaan..hehehe"
"yaudah sana" jawab Cinta sambil mendorong tubuh Yogi untuk segera pergi
"yaudah bye...seperti biasa aku akan pulang makan siang"
"iya...dahhh"
Yogi hanya menjawab sambil melambaikan tangannya dan berlalu pergi
Di Kantor Yogi...
saat melangkah kan kakinya menuju ruangannya seperti biasa Yogi selalu menjadi bahan tontonan bagi oara karyawan wanitanya, bagaimana tidak aura yang ia pancarkan mampu menyihir bagi siapa saja yang melihatnya
tak heran jika indra pendengarnya selalu di bumbui berbagai kata-kata mutiara yang dilontarkan kepadanya entah itu yang mengatakan betapa gantengnya ia, ia yang menjadi cowok idaman bahkan ada yang siap menjadi wanita simpananya dan tentunya itu tak membuat Yogi berpaling
saat memasuki ruangannya dilihatnya asisten yang selalu menemani kesehariannya saat dikantor bisa dibilang ia sudah menjadi pendamping yang sangat lengket jika dikantor siapa lagi kalau bukan Angga
Angga adalah teman pertama Yogi saat menginjakkan kakinya di Canada dan kebetulan ia juga orang indonesia yang mendapat beasiswa untuk kuliah di Canada dan sampai sekarang ia selalu setia mendampingi Yogi karena menurutnya ia hanya seorang diri di negara orang lain dan hanya Yogi lah yang ia bisa ajak bicara dan saat Yogi menawari untuk bekerja dengannya tentu ia tak menolak selain untuk selalu bisa dekat sahabatnya itu hitung-hitung untuk bisa menitik karier di dunia pekerjaan.
"selamat pagi pak.." sapa angga sambil membungkukan badan
"pagi" jawabnya sambil berjalan menuju kursi kerjanya
"oh ia apakah kau sudah menemukan sekertaris baru untukku" ucapnya sambil membuka jasnya dan menggantungnya di tempatnya
" belum ada yang cocok dengan kriteria yang bapak ajukan"
"yasudah kalau begitu selagi kamu belum mendapatkan penggantinya maka kamu yang akan menjadi sekertarisku"
"siap pak"
selama jam kantor berlangsung Yogi dan Angga selalu menunjukkan keprofesional kerjanya seperti atasan dan bawahan pada umumnya
"apa jadwal ku pagi ini"
"jam 9 nanti akan ada rapat bulanan perusahaan"
"jam 11 akan ada rapat dengan perusahaan xx pak..."
"apakah jadwal ku akan padat sampai jam makan siang" ucapnya memotong perkataan Angga
"jika rapat nanti tak memakan waktu yang lama bisa dipastikan akan selesai sebelum jam makan siang..lagi pula perusahaan xx hanya menujuk sekertarisnya saja dalam rapat ini"
"huffff...aku harap pertemuannya berakhir sebelum makan siang" gerutunya
mendengar itu Angga hanya terkekeh geli melihat bosnya itu
"ohh iya...jika ia hanya menunjuk sekertarisnya itu jadi boleh dong aku juga diwakilkan olehmu" ucapnya penuh semangat
"aisss kenapa pula aku yang harus kesana" gerutu Angga
sesaat diantara keduanya melupakan statusnya sebagai atasan dan bawahan menjadi sahabat seperti biasanya dimana setiap kalimat yang dilontarkan pasti ceplas-ceplos
"hehehe loe seperti nggak tau aja..seperti biasa gue kan selalu makan siang dirumah sayang Cinta sudah masakin buat gue"
"iye..iye gue tau dasar bos nggak ada akhlak loe" gerutu Angga
" walaupun cewek gue nggak akan tergoda"
"liat aja" ucap Yogi acuh
"kembali ke mode formal" ucap Angga
" pak sepertinya cabang perusahaan yang ada di jakarta sedikit mengalami masalah"
"masalah apa bukannya terakhir yang aku dengar semuannya baik-baik saja dan aku juga sudah menunjuk satu orang kepercayaanku untuk mengolah perusahaan yang ada disana jadi tidak mungkin ada masalah"
" sepertinya keuangan disana merosok tajam pak sepertinya ada yang sedang bermain-main disana"
"kalau begitu aku serahkan pada mu untuk memantaunya dan kabari aku jika kau sudah menemukan sesuatu yang membuat dirimu merasa janggal" ucapnya serius dengan tatapan tajam yang siap membunuh orang
" baik pak"
"sekarang sudah hampir jam 9 sebaiknya kita langsung ke ruang meeting" tambahnya lagi
kemudian mereka bergegas menuju ruang meeting untuk melakukan rapat bulanan perusahaan
setelah selesai mereka kembali ke ruangan Yogi
"Angga aku rasa laporan keuangan bulan ini ada yang janggal mengapa bisa laporan penjualan di bagian pemasaran bisa berbeda dengan data yang diberikan oleh bagian keuangan"
"serahkan padaku aku akan segera menuntaskannya"
"aku ingin laporanmu secepatnya"
"siap pak kalau begitu saya undur diri untuk ke rapat selanjutnya" ucapnya sambil mengundurkan diri
sepeninggal Angga, Yogi disubukkan dengan verbagai berkas dengan map yang berbeda-beda yang siap ia tanda tangani, sebelum itu ia harus dengan jeli memoerhatiakn setiap kata, kalimat di bergai paragrafnya agar ia tak kecolongan
tanpa terasa waktu cepat berlalu tanpa ia sadari sekarang jam sudah menunjukkan pukul 12 lewat dan ia masih sibuk dengan berkas yang ia pegang
Tok..tok..tokk
suara ketukan membuyarkan konsentrasinya..
"masuk" ucapnya
tanpa menoleh ke arah pintu sehingga ia tak menyadari siapa yang memasuki ruangannya
"Yogi"
mendengar ada yang memanggilnya ia pun menoleh melihat siapa tamunya itu
"Cinta..kamu kok kesini" jawabnya heran
" maaf" jawab Cinta menunduk entah mengapa ia kembali takut jika Yogi marah karena memang Yogi belum pernah mengajakbya ke kantor
"ehhh...kok kamu minta maaf" ucapnya sambil menghampiri Cinta yang masih berdiri
"itu...hmm..aku kesini membawakan mu makan siang...sejak tadi aku menunggu mu dirumah tapi kamu tidak datang akhirnya aku menghubungi resepsionis kantor mu katanya kamu masih dikantor jadi aku kesini membawakan mu makan siang" ucapnya masih menunduk dan menunjukkan paper bag yang ia bawa
"sebenarnya sudah jam berapa sih perasaan baru duduk bentar dari meeting..haaaaaa" ucapnya kaget saat jam sudah menunjukkan 12:30
"pantas saja cacing diperut udah demo ternyata sudah jam makan siang" ucapnya cengengesan sambil nenggaruk tengkuknya
"yaudah kamu duduk aja aku mau menghubungi OB dulu suruh bawa piring dan sendok" imbuhnya
"nggak perlu aku sudah memepersiapkan semuanya" jawab Cinta
Cinta pun mempersiapkan semua makanan yang ia bawa dan melayani suaminya itu
"emmm...enak kamu yang masak"
"iya dong selagi aku masih bisa masak maka aku nggak akan membeli makanan diluar" jawabnya sambil tersenyum
"wahhh jadi pengeluaran bulanan berkurang dong" ucap Yogi terkekeh
setelah selesai dan jam sudah menunjukkan puku 1 lewat, Cinta pun pamit pulang
"aku pulang yah"
"yaudah nanti aku suruh orang antar kamu"
"nggak usah aku naik taksi aja"
"kalau begitu kamu hati-hati"
"iya..aku pamit dulu" ucapnya sambil mencium tangan Yogi dan berlalu pergi
Yogi mengantarnya sampai loby dan melihat Cinta belalu pergi
ada seulas senyun penuh arti yang Yogi tampilkan saat ini entahlah hanya ia yang tahu artinya apa