~Always Be With You~

~Always Be With You~
Mencoba Menjalani Pernikahan Yang sebenarnya



Cinta duduk dengan gelisah di pinggir kasur, ada rasa deg degan yang kini melanda dirinya. Bagaimana tidak ini kali pertama dan untuk pertama kalinya ia dan Yogi tidur dalam satu kamar dan yang ia yakini di kasur yang sama pula


tunggu-tunggu apa yang salah?


tentu saja tidak ada, bukankah Yogi suaminya wajar dong suami istri tidur dalam satu kamar


Tapi tidak dengan Cinta dan Yogi...


kehidupan pernikahan mereka berdua tidaklah semulus seperti pernikahan pada umumnya.


yang Cinta lihat awal pernikahannya dimana Yogi berubah 180 derajat. Sangat berbeda dengan Yogi yang dulu dikenalnya


datar, dingin, kasar tentunya menjadi makanan Cinta tiap hari selama pernikahannya, hanya beberapa hari belakang ini sikap Yogi berubah lagi


entahlah...apakah itu nyata atau sekedar sandiwara saja


Tapi jika sandiwara, mengapa sekarang Yogi mengajaknya tidur bersama.....hanya tidur bersama


ceklek


pintu kamar mandi terbuka,Yogi melangkah keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk


sesaat pandangannya mengarah pada Cinta yang kini asik melamun di tepi ranjang


"Cinta" panggil Yogi, iris mata Cinta yang sedari tadi menatap satu titik saja,kini beralih pada sang suami


"iya" jawab Cinta


dapat dilihatnya sang suami yang kini sudah tampil segar sehabis mandi


"sini"panggil Cinta meminta Yogi agar mendekat, walau merasa deg deg an tapi Cinta berusaha untuk tetap tenang


Cinta mendudukan Yogi tepat di depannya, lebih tepatnya Yogi duduk dibawah sedangkan ia duduk diatas kasur sambil mengambil alih handuk kecik untuk mengeringkan rambut Yogi


dengan gerakan teratur Cinta menggosok-gosok rambut Yogi agar cepat kering


"Cinta.."panggil Yogi


"hmm"jawab Cinta tanpa mengehentikan kegiatannya


"apakah kamu pernah berpikir untuk pergi ninggalin aku" tanya Yogi yang hanya menatap lurus kedepan sambil menikmati kegiatan Cinta di kepalanya


tapi sayang kegiatan Cinta terhenti ketika mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulutnya


sedangkan Cinta....


bohong jika ia menjawab tidak, tentunya sikap dan prilaku Yogi diawal pernikahannya terkadang membuat ia putus asa dan berpikir mungkin pergi lebih baik dari pada bertahan


Tapi apa....


buktinya sampai saat ini dan detik ini ia dan Yogi masih bersama, bahkan lebih dekat lagi


"iya"jawab Cinta lirih


"aku hanya seorang wanita Gi, tentunya dibalik kesabaran seorang wanita juga ada ujungnya dan dulu aku ada di titik itu. sikap dan prilakumu membuatku ingin mundur tapi apa? nyatanya aku masih disini bersamamu"


"kadang aku bertanya kamu kenapa tapi aku tidak berani untuk bertanya karena aku yakin suatu saat kamu pasti menceritakan yang sebenarnya..tapi aku mohon jangan sampai disaat kesabaranku sudah habis" lanjutnya lagi


Yogi hanya diam mencerna. Ia sadar ia salah tapi ada alasan dibalik itu semua


"maaf..."ucapnya sesal


"iya" jawab Cinta sambil melanjutkan kegiatannya yang sempatbtertunda


"sudah" ucapnya


"makasih" jawab Yogi seraya berdiri, sedangkan Cinta berlalu menuju ke kamar mandi


malam kian larut....


Cinta dan Yigi sudah berbaring di tempat tidur dengan posisi saling membelakangi


walau malam kian larut namun kedua mata masih setia terjaga


"Cinta"panggil Yogi sambil mengubah posisinya menghadap Cinta yang perlahan juga menghadapnya


"iya" jawab Cinta


"apakah kamu mau mencoba dengan pernikahan kita ini, walau terkesan terlambat untuk memulai bukannya itu lebih baik daripada tidak sama sekali" ucapnya sambil memandang lekat wajah Cinta


sejenak Cinta berpikir jawaban apa yang harus ia ucapkan. Disisi lain ia mau tapi apa mungkin masa lalunya yang masih setia di benaknya bisa membuat ini berhasil


setelah dipikir-pikir mungkin ini yang terbaik


ia ingin mencobanya dan melupakan masa lalunya walau terkesan susah


"makasiah"jawab Yogi dengan senyumannya


"mendekatlah" ucap Yogi dan Cinta pun menurutinya


seketika Yogi memeluknya erat dan untuk pertama kalinya Cinta merasakan sesuatu yang aneh di hatinya


"dimulai dengan hal-hal kecil seperti ini" ucap Yogi


"jangan kaku Cinta santai aja"ucap Yogi terkekeh


Cinta yang memang baru meradaykan posisi yang se intim ini tentunya merasa kaku


"tidurlah"ucap Yogi seraya mengecup pucuk kepala Cinta


"good night"lirihnya kemudian menutup mata


"iya"jawab Cinta


.................Rz..................


di tempat lain.....


Angga dan Aagler kini duduk di sebuah cafe tak jauh dari RS tempat Reina di rawat


sebenarnya hari ini Reina sudah bisa pulang tapi karena tadi ia sempat kambuh lagi, maka dokter menyarankan Cinta di rawat untuk beberapa hari lagi sekalian konsultasi dengan dokter ahli dan terapis juga


"dari mana aja loe Gler" tanya Angga


"nggak kemana-mana" jawab Aagler datar


"kok baru nongol"


"ada kejaan Ngga"


"dimana"


"yaaa dimana-mana"


"mencurigakan" ucap Angga seraya memicingkan matanya


"nginep dimana" tanya Angga


"hotel dekat sini aja"


"mau bareng nggak" tanya Aagler


"nggak..mkasih gue disini aja jagain bunda ama Reina"


Aagler hanya manggut-manggut


"yaudah udah malem banget nih gue balik loe juga" ucap Anggaseeta berdiri


"hmm"


Angga dan Aagler berpisah depan cafe, Angga kembali ke RS sedangkan Aagler ke hotel tempat ia menginap


selama perjalanan Aagler sesekali melamun ada alasan lain mengapa beberapa hari ini ia tak muncul dan hal ini lah yang ia pikirkan dan seola itu entahlah


saking melamunnya, ia tak sadar menabrak seorang wanita cantik yang hampir saja terjatuh jika ia tak sempat memegangnya


"maaf" ucap Aagler


"ii...iya" jawab sang wanita gugup pasalnya sosok di depanya ini sangat misterius takutnya penjahat lagi


Aagler membantu wanita itu untuk berdiri kemudian tanpa kata ia berlalu, meninggalkan sang wanita yang hanya mendumel di belakanngya


"dasar nggak sopan udah nabrak malah nyelonong aja"


"loe kenapa Fik" tanya temannya yang tiba-tiba datang


"enggak cuman kesel aja tuh orang udah nabrak ehh tau-taunya pergi aja" jawab wanita itu yang bernama FIKA


"alah gitu doang omelnya panjang banget sampe tuh bibir maju lima senti lagi" ucap RUMI sedikit bercanda


"alah udah-udah..buruan kita balik udah malem banget nih" ucap Fika


Fika dan Rumi pun pergi sambil berboncengan