
"boleh gue ngomong sesuatu nggak" tanya Aagler
"hmm" sahut Angga seraya meletakkan cangkir kopi yang baru di seruputnya
"ada satu hal yang selalu saja mengganggu pikiran gue ini tentang...Yogi" ucap Aagler sedikit ragu pasalnya ia bekerja bareng Yogi baru beberapa bulan yang lalu, sedikit lancang rasanya ia bertanya le dalam tentang Yogi ke Angga yang selaku sahabatnya
"apa" tany Angga bingung
"menurut gue nih yaa...nggak tau entah itu perasaan atau apalah yang penting menurut gue sepertinya ada sesuatu yang Yogi sembunyiin deh"
"kenapa loe mikir kek gitu"
"entahlah..."
"hufffff....."sejenak Angga menghembuskan nafasnya pelan, tak di pungkiri Angga juga merasakan hal yang sama. Rasa penasaran ini mulai muncul saat Yogi menikahi Cinta.
"gue juga rasain hal yang sama. Dulu Yogi tipe orang yang pendiam namun nggak kaku ataupun dingin pada sesama, tidak kasar dan baik hati, sebagai sahabat gue udah kenal Yogi dari jaman kuliah dulu hingga sampai sekarang segala sesuatu tentangnya gue tahu, setiap ada hal yang mengganggu pikirannya pasti ia cerita bahkan sebelum nikah ia nampak senang apalagi yang ia ketahui bahwa ia dijodohkan dengan sahabatnya sendiri yaitu Cinta. Tapi entah mengapa setelah menikah ia menjadi pribadi yang berbeda bahkan jarang lagi curhat ke gue, dari cerita yang pernah gue denger bahwa ia sangat menyayangi Cinta apalagi sebelum gue, hubungannya dengan Cinta sudah terjalin dari kanak-kanak, makanya sampe sekarang gue selalu bertanya-tanya kenapa dia jadi seperti itu yaa" jelas Angga panjang lebar sejenak menjeda kalimatnya
sedangkan Aagler masih menjadi pendengar yang baik sesekali manggut-manggut
"pertama kali gue ngelihat Cinta ada rasa getir dalam hati, awalnya gue pikir apakah gue jatuh cinta padanya atau nggak...huffff., seiring berjalannya waktu gue salah ternyata rasa itu hanyalah bentuk sayang dan ingin melindungi apalagi Cinta hanya menganggap gue sebagai kakaknya saja lagian mana mungkin gue jadi Pebinor...hahaha" sejenak Angga tertawa kecil mengingat perasaan lain yang pernah timbul dalam hatinya
"sebelum jadi abang palsu loe tau nggak" tanyanya seketika membuat Aagler menggeleng
"butuh perjuangan dan doa bagi gue ngedeketin dia, dulu dia pendiam dan nggak mau deket-deket lah sekarang maunya mepet terus..hahaha"
"tapi gue sadar di balik perjuangan gue ada hikmahnya ternyata disitulah gue tahu seberapa rapuhnya ia dibalik ketegaran dan keceriaannya. Senyun yang nampak tulus ternyata penuh luka, mata yang nampak berbinar bahagia menyimpang sendu yang mendalam bagi yang bisa melihatnya, dia memang pembohong yang handal...ckckck" Angga menggeleng-gelengkan kepalanya
"ini yang dari dulu pengen gue nanyain ke elo tapi keburu loe di deportasi ke sini"
"apa" jawab Angga menaikkan sebelah alisnya
"kenapa Cinta harus seperti itu..maksudnya kenapa ia bisa merasakan itu semua sedihlah, dukalah, pembohonganlah..gue bingung"
"hufffff..."lagi-lagi Angga hanya nampu bernafas kasar
"dari cerita yang pernah gue denger...tapi janji dulu loe nggak boleh bocor dulu"
"sweer" jawab Aagler menunjukkan tanda pis
"kenapa"
"gimana sih rasanya kalo loe jadi Cinta harus melepas orang yang loe cintai demi baktimu pada orang tua, apalagi cinta bilang dalam kisahnya itu ia sempat egois ketika laki-laki itu nembak dia tapi dia nggak langsung jawab malah ngegantung karena waktu itu ia sudah tau mau di jodohin ama si Yogi. beh....dari ceritanya aja gue baper bro sad ending banget"
"Cinta ngajakin tu orang temuan ujung-ujungnya malah ditinggalin gitu doang, bahkan soal dia mau nikah nggak ia kasih tau tuh orang...ckckck..sungguh rumit"
Aagler hanya mendengar setiap kata yang terlontar dari mulut Angga tanpa menyela yang dia tahu dan ia rasakan ada perasaan yang begitu besar di dalam hatinya saat ini...entahlah
"Cinta pikir menikah dengan Yogi nggak masalah walaupun awalnya ia menolak tapi entah mengapa seminggu awal pernikahan disitulah Yogi berubah dan sampai saat ini ia nggak tau apa sebabnya begitupun gue, kadang baik-kadang kasar marah-marah lah, ngebentaklah bahkan main tangapun terjadi walaupun gue nggak pernah liat secara langsung dia dipukuli sih tapi wajah lebam bekas gamparan pernah gue lihat di wajahnya Cinta, disitulah gue pikir kadang-kadang Yogi KDRT. karena mungkin memang dasarnya Cinta lembut, baik dan sabar ia nggak pernah ngelaporin hal itu pada sialapun kecuali gue dan sekarang gue bocor ke elo"
sejenak Angga mengehentikan kalimatnya, menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara kasar ternyata ngegosipin orang berat juga pikirnya
diraihnya cangkir kopi yang isinya kini tinggak setengah sedangkan Aagler hanya duduk mematung tanpa makan dan minum
"makanya gue nyuruh loe buat deketin Cinta ambil hatinya buat ia merasa nyaman ke elo, agar ia bisa lebih terbuka lagi dan menjadikan elo sebagai tumpuhan segala keluh kesahnya"
"huffftt..seperti yang loe bilang dia susah di deketin walaupun sekarang dia udah nggak kaku lagi ke gue tapi belum ada kemajuan sampe ke tahap itu"
"makanya berjuang...tapi loe tau kan gimana Cinta kalo udah deket dengan seseorang pasti mepet terus, selalu membutuhkannya dan seneng kalo dekat orang itu, justru gue takut lagi kalo loe udah bisa ngambil hatinya bisa-bisa dia jatuh Cinta Gler" ucap Angga sedikit bercanda namun dianggap serius oleh Anggler
"gimana kalau gue rebut hatinya bahkan cintanya" ucap Aagler serius dengan tatapan elangnya
membuat Angga seketika menghentikan kekehannya
"jangan macam-macam Gler...jangan buat dia dalam situasi yang bisa ngebuat dia jadi sakit lebih dalam lagi" kali ini Angga menanggapi keseriusan Aagler
"walaupun dalam lubuk hati gue paling dalam gue setuju jika ia bersama elo tapi situasinya sekarang berbeda ia udah nikah dengan sahabat gue yaitu Yogi walaupun dia kasar, jahat atau apalah tapi gue yakin dia bisa berubah hanya butuh waktu untuk mencari tau apa yang ngebuat dia berubah" lanjutnya lagi
"kita nggak ada yang tau seperti apa kedepannya Ngga, tapi jangan salahkan gue jika ada celah buat gue ngerebut Cinta dari Yogi karena kesalahannya sendiri" ucap Aagler dengan mata tajamnya dan dibalas hal sama oleh Angga
seketika suasana rame di tempat itu hening seketika menyisahkan suasan panas diantara keduannya
"jika celah itu ada gue nggak masalah hanya saja...gue nggak mau Cinta bingung dan terluka lagi"
"takdir mana ada yang tau..jika memang takdir masih berbaik hati pada Yogi maka ia akan berubah seiring berjalannya waktu tapi jika tidak jangan salah kan takdir jika ia berpihak padaku"
"sekarepmu bambang" ucap Angga frustasi dibalas tawa oleh Aagler