
Brakkkk....
hantaman keras membuat pintu itu terbuka seketika, suasana sunyi yang tadi dirasakannya berubah gaduh akibat sosok yang terlihat begitu marah di depannya
"apakah kau sudah tidak memiliki sopan santun terhadap atasanmu sendiri" ucapnya santai dan kini kembali melanjutkan pekerjaannya
"sialan... bedebah" balasnya sambil melangkah mendekat hingga kini ia berdiri tepat disamping Yogi
mendengar kata umpatan itu Yogi memutar kursinya hingga kini ia dan Angga saling berhadapan
"apa maksud mu" tanya Yogi heran
"seharusnya gue yang ngomong gitu Gi, apa maksud loe lakuin ini semua hah. Berani-berani loe nyakitin Cinta" geram Angga
Yogi diam tak menjawab seolah memberikan Angga waktu untuk mengutarakan amarah yang kini ia rasakan
"napa loe diam hah dasar pengecut.. cih" namun Yogi masih diam
hening... sesaat hening melanda mereka berdua Yogi masih diam sedangkan Angga berusaha mengontrol emosinya terbukti ia mencoba mengatur napasannya yang memburu itu
"gue sahabat loe Gi, gue tau loe nggak akan mungkin sehina itu hingga loe khianatin istri loe sendiri. okey gue paham klo dulu loe ama Cinta nggak ada rasa tapi sekarang beda Gi beberapa bulan belakangan ini gue lihat loe ama Cinta baik-baik aja bahkan romantis banget, tapi sekarang loe..." rasanya Angga kembali murka jika mengingat kata Cinta bahwa Yogi telah main wanita
"Gi.... gue.. "
"loe nggak tahu Ngga" sela Yogi kini Tampangnya datar dan dingin tapi entah mengapa Angga merasakan ada sesuatu di balik ini semua
"gue nggak bakalan tau jika loe aja diam kek dungu gini Gi" balas Angga pedas
"terserah loe, jika nggak ada yang penting sebaiknya loe keluar" ucap Yogi
"ck... gue nggak nyangka loe kek gini Gi.. Gi.. Gi" balas Angga begeleng-geleng kepala
"okey gue bakalan keluar, tapi sebelum itu boleh gue nanya sesuatu...apa bener loe cinta dan sayang ama Cinta" tanya Angga namun Yogi hanya diam
"ah.. ah.. ah... gue udah tau semuanya bullshit" jawab Angga pula dengan senyum smriknya
Angga kemudian berlalu namun saat di depan pintu ia kembali bersuara
"saran gue lebih baik loe lepasin Cinta karena selain loe masih banyak pria lain yang mengharapkan kehadirannya, bersiap memberikan dia cinta dan kasih sayang berlimpah... Termasuk GUE" setelahnya Angga berlalu
Yogi masih terpaku sebelum ia meluluhlantakan isi ruangannya
"sialan... sialan.. sialan..aaaaaaarrrrrrrrgggggg"
•••••••
sementara di tempat lain...
Aagler masih mencoba menuntaskan kasus penculikan yang dialami Cinta beberapa bulan lalu, walaupun kasus ini sudah agak lama namun ia tak ingin abai apalagi pria yang di tahannya mengatakan jika bisa jadi ini ada sangkut pautnya sama mafia berlogo V itu
Aagler kembali menuju tempat dimana ia menahan pria itu
ceklek
"sepertinya loe anteng-anteng aja disini"ucap Aagler saat mendapati pria tersebut tengah asyik menonton tv
"seperti yang kau lihat" balasnya santai
"gue dateng lagi dan gue harap loe buka suara siapa sosok mafia itu" ucap Aagler yang kini duduk di hadapannya melepaskan topi dan juga maskernya.
"gue kira loe buruk rupa ternyata luamayan juga"
"jangan basa-basi lagi"
"gue kan udah pernah bilang gue juga nggak tau"
"setidaknya loe bisa nyebutin ciri-cirinya kan, bukannya loe bilang sempet ketemuan dia 2 kali"
"selain dari pria tinggi berbadan kekar dan berkulit putih serta bermata hazel gue ngga tau lagi"
"soal nama" tanya Aagler membuat pria itu berpikir sejenak
"gue sempet denger dia dipanggil bigboss ama bawahannya, tapi ada satu orang yang memanggilnya Varen"
"Varen" gumam Aagler
"hmm dan gue rasa itu namanya yang asli dan bisa jadi yang memanggil ia seperti itu hanya asisten dekatnya saja"
"gue nggak sengaja masuk kesarangnya karena gue sempat suka ama adik perempuannya, gue juga nggak tau kalo dia ternyata mafia bahkan gue yakin pun keluarganya nggak ada yang tahu"
"karena asmara gue di tentang keras makanya dia nyulik gue dan nyuruh gue buat ngejauhin adiknya itu, makanya gue balik ke Indon dan kebetulan ketemu ama Cinta"
"Cinta..oh iya gue belum tau ada hubungan apa loe ama Cinta" tanya Aagler yang kini menatap serius sosok itu
"dia mantan pacar gue" sahutnya santai
"sialan.... "
bugh
satu bogeman mentah melayang sempurna diwajah tampan pria itu membuatnya meringis kesakitan
"apapaan loe hah"
"nggak ada apaapa" setelahnya Aagler berlalu meninggalkan pria tadi dengan berjuta pertanyaan
"sialan...mantan.... dasar ******" omelnya sepanjang perjalannya keluar menuju mobil yang terparkir.
••••••
Cinta kini dirawat intensif di tempat Angga, setelah bunda mila mengetahu bahwa Cinta sakit makanya ia saat ini posesif sekali tak mengijinkan Cinta turun dari tempat tidurnya kecuali ke kamar mandi
"kok perutku mual yaa" gumamnya
berbagai praduka kini hinggap di pikirannya salah satunya apakah saat ini ia tengah....
"nanti aku priksa"
sore harinya...
Cinta sudah merasa lebih baik dari sebelumnya dan kini ia pamit pulang ama Bunda Mila dan juga Reina, sedangkan Angga belum pulang
setelah mendapat ijin walau nyatanya bunda Mila tak rela mau tidak mau ia melepaskan Cinta untuk pamit pulang kerumahnya
Cinta menunggu Aagler di lobby apartemen Angga
ting.....
Cinta buru-buru masuk dan Aagler melajukan mobilnya
"mampir ke apotek bentar Gler"
"kamu sakit" tanya Aagler khawatir namun Cinta tak mengetahui itu semua karena Aagler tetap dengam nada datar dan dinginnya
"hmm... cuma mau beli minyak angin doang" Aagler manggut-manggut kemudian menepikan mobilnya di depan apotik
"bentar"
Cinta menuju kasir dan meminta yang ingin di belinya setelah pembayaran ia menuju mobil lagi
"makasih" ucap Cinta yang kini telah sampai di depan rumahnya
"iya, sudah tugas aku memang ngantar kamu kemanapun kamu mau" balas Aagler
"aku masuk dulu sebaiknya kamu pulang"
ting... Aagler membunyikan klaksonnya sebelum meninggalkan pekarangan rumah Cinta
Cinta memasuki rumahnya, sepi itulah yang dirasa
buru-buru Cinta memasuki kamarnya dan mencoba alat yang di belinya tadi
10 menit kemudian
dug...
benda yang di pegangnya terjatuh di kantai, ia syok sangat syok apa benar yang dilihatnya. Haruskah ia bahagia atau sedih, bahagia karena sebentar lagi ia menjadi seorang ibu ataukah bersedih karena saat ini sosok Yogi malah menjauh darinya
"ya allah.... "lirihnya memandang nanar tespack yang terjatuh dilantai itu
2 garis merah artinya ia positif hamil