
"yasudah mending kamu tidur lagi" ucap Angga kesal
"haus kak..capek tadi habis nangis hehehe" ucap Cinta polos
"sangat menguji kesabaran..sabar-sabar ini ujian lebih parah dari urusan kerjaan" batin Angga
Angga beranjak dari tempatnya mengambil segelas air untuk Cinta
"makasih kak" ucap Cinta setelah selesai meminum airnya
"kak Angga" panggil Cinta
"hmm" sahut Angga cuek sambil memainkan ponselnya
"kak Angga Cinta bosen duduk"
"yaudah baring aja" sahutnya tanpa menoleh
"tapi tetap bosen"
"pasrah ini ujian"
"aissss" gerutu Cinta
5 menit dalam keheningan
Cinta yang masih duduk selonjoran di tempatnya, sedangkan Angga duduk di sofa
"kak Angga" panggil Cinta
"hmm" jawab Angga acuh sambil sibuk dengan ponselnya maklum hari ini ia tak ke kantor sedangkan pekerjaannya juga sangat menumpuk
"bosen"
"nonton aja lagi biar nggak bosen" sahut angga sekenanya
"kak Angga"
"apa"
"jalan-jalan yukk" ucqp Cinta penuh rayu
seketika Angga mengalihkan perhatiannya ke Cinta, dilihatnya Cinta mengatubkan kedua tangannya sambil menunjukkan wajah memelasnya
melihat itu Angga memutar bolah matanya jengah
"please kak...please ini kan udah sore jalan-jalan ke taman depan yuk" ucap Cinta penuh harap
butuh waktu bagi Cinta merayu Angga agar memenuhi keinginannya itu
"yaudah lebih baik kak Angga pulang aja aku nggak mau lihat kak Angga dalam waktu satu minggu kedepan"ucap Cinta ngambek karena pasrah
"huffffff..."Angga menghembuskan nafasnya kasar, memijat pelipisnya yang sedikit berdenyut akibat ulah Cinta itu
Tanpa menjawab Angga keluar dari ruangan perawatan Cinta tanpa menoleh ke Cinta
sedangkan Cinta hanya melongo melihat Angga tanpa memperdulikan dirinya
"dasar kak Angga jahat..dasar nggak peka" gerutu Cinta
Cinta membaringkan dirinya membelakangi pintu sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut
dalam selimutnya Cinta menangis karena merasa nggak ada yang sayang padanya bahkan sakit begini orang tuannya nggak ada dan ia sangat merindukan sosok ibunya saat ini
entah mengapa Cinta sangat sensitif hari ini..
Tanpa Cinta sadari Angga masuk
Angga melihat Cinta yang menyembunyikan diri dibalik selimutnya ia yakin bahwa Cinta saat ini sedang menangis lagi karena ia mendengar Cinta sedang sesegukan...
Angga mendekati Cinta dan menyibakkan selimut Cinta
"hufffff kenapa Cinta jadi sensitif kayak gini yaa..." batin Angga
"kenapa kak Angga balik lagi, aku nggak mau lihat kak Angga lagi" ucap Cinta kembali menyelimuti dirinya
"Cinta.."
hening
"jom kita jalan-jalan tadikan mau jalan-jalan" bujuk Angga
seketika Cinta membuka selimut yang menutupi wajah cantiknya yang saat ini sudah kebanjiran air mata dan merah padam
dilihatnya Angga yang berdiri disampingnya menunjukkan senyum manis khas Angga
"yaudah jom kita jalan-jalan" ajak Angga
Cinta menghapus air matanya dan mendudukkan dirinya
"tapi pake apa kak kaki Cinta masih perih nih"
"udah tau gitu masih ngotot mau jalan-jalan" cibir Angga
seketika Cinta kesel dan bersedekap dada
"jangan ngambek gitu dong tuhh lihat" ucap Angga sambi menunjuk arah kursi roda di didekatnya
"kita pake kursi roda aja yaa"
"yaudah kak" Cinta sumringah
"bantu Cinta dulu dong kak Angga rapihin rambut Cinta" ucap Cinta nggak sabaran
Angga merapikan rambut Cinta kembali diikatnya rambut Cinta kucir kuda setelah itu Angga menggendong Cinta dan mendudukkannya dikursi roda membawanya ke arah toilet untuk membasuh wajah Cinta yang kusam dan sembab
setelah selesai dan dilihatnya Cinta yang rapi, Angga mendorong kursi roda Cinta mengarah ke taman dihalaman RS itu
"kak kita kesana yaa" tunjuk Cinta ketempat yang sedikit ramai itu
Angga mendorong Cinta menuju tempat yang diinginkannya
Cinta menghirup udara segar di sore hari, seharian di dalam kamar ia merasa sedikit kekurangan oksigen yang ada hanya bau khas RS saja
Angga mendudukkan dirinya dikursi taman dekat Cinta sambi memperhatikan keramaian sekitar sesekali ia melihat Cinta yang tersenyum bahagia
"kamu sangat cantik jika tersenyum seperti itu sweety kuharap senyum itu tidak akan pernah hilang" batin Angga
diam-diam Angga mengabaikan momen itu
cekrek
cekrek
Cinta yang sadar akan hal itupun protes
"kak Angga ngapain potoin Cinta diam-diam kayak gitu kayak paparazi aja"
"boleh-boleh ajasih tapikan lebih bagus kalau kak Angga bilang jadi Cinta bisa ambil gaya"
"yaudah kamu ambil gaya gih"
"okey"
cekrek
cekrek
cekrek
berbagai gaya diambil Cinta yang menurutnya sangat bagus
"bagaimana kak bagus" tanya Cinta antusias
"yap.."
"3x lagi kak tapi sama kak Angga kan kita enggak punya poto bareng" ajak Cinta
"jom"
cekrek
cekrek
cekrek
setelah sesi poto bareng selesai mereka kembali menikmati indahnya matahari senja
"kak Angga kok Yogi nggak kelihatan sih" tanya Cinta menoleh kearah Angga
"bentar lagi juga datang lagian dikantor banyak kerjaan di tambah hari ini ada pertemuan yang sangat penting jadi mungkin dia sibuk tapi tadi ia selalu nanyain kabar kamu kok"
"oh..."
"yaudah kita masuk aja udah mulai gelap" ucap Angga sambil mendorong kursi roda Cinta
Angga menggendong Cinta di pembaringannya setelah itu ia masuk ke kamar mandi untuk cuci muka
"Cinta aku mau ke mobil bentar mau ambil baju aku gerah"
"hmm"
setelah dari mobilnya Angga kembali kekamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket akibat aktivitas luar ruangan tadi
setelah selesai ia kembali menemani Cinta
"kak Angga, Cinta minta tolong boleh" tanya Cinta ragu-ragu
"apa"
"tolong beliin Cinta tissue basah"
"untuk apa sweety"
"badan Cinta juga lengket kak, aku mau minta tolong perawat untuk menyeka badan Cinta pake tissue basah"
"ohh...yaudah aku pergi bentar sekalian cari makan"
beberapa menit kemudian Angga datang dengan beberapa kantong ditangannya
setelah itu beberapa perawat datang setelah dipanggil untuk membatu membersihkan badan Cinta
beberapa saat kemudian...
seperti tadi Angga menyuapi Cinta makan setelah selesai ia menyalakan tv agar tidak ada kebosanan melanda
dan ia kembali fokus ke ponselnya intuk mengecek kerjaan hari ini
malam tiba
diruangan itu Angga dan Cinta berbincang-bincang mengenai hal-hal yang enggak penting
membahas tentang kehidupan Angga begitupun sebaliknya, membahas mengenai masa lalu mereka berdua
terdengar suara ketukan pintu dari luar, setelah terbuka dilihatnya Yogi yang membawa banyak kantongan makanan, cemilan dan minumannya
"sorry aku baru datang"
"nggak papa kali" sahut Angga
"ini makanan" ucap Yogi meletakkan kantingan diatas nakas
"gimana kondisi kamu hari ini Cinta"
"aku baik-baik aja hanya kaki dan tangannya aja yang masih perih"
"setelah kamu keluar nanti kamu harus banyak istrahat, aku akan mencari ART untuk mengurus rumah"
"he em yang dibilang Yogi ada benernya rumah gede gitu cuman kamu yang bersihin pasti KO lah" sahut Angga
"Ngga gue serahin ke elo cari ART buat gue"
"beres"
waktu terus berjalan...
ketiga manusia itu masih terus sibuk dengan kegiatannya masing-masing jika Cinta sibuk dengan tv yang ada di depannya berbeda dengan Angga dan Yogi yang sibuk dengan game yang ada di ponsel mereka
sesaat aktivitasnya terhenti ketika dokter yang bertugas malam datang untuk mengecek kondisi Cinta
"bagaimana dok keadaan istri saya"tanya Yogi
"keadaanya baik-baik saja pak hanya saja ia belum diperbolehkan pulang mengingat ia memiliki tekanan darah rendah dan penyakit maag yang masih harus dikontrol" ucap sang dokter
"terimah kasih dokter" ucap Yogi
setelah dokter keluar Yogi menyuruh Cinta untuk istirahat
"yaudah kamu istirahat gih..nggak baik begadang" ucap Yogi dan Cintapun menurutinya
ketika Cinta terlelap dua insan itu kembali melanjutkan aktivitasnya bermain game online bersama
tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu kini iam sudah menunjukkan pukul 11:30 malam segala cemilan dan minuman kini habis tak tersisa
"hoaammm...gue ngantuk" ucap Angga membaringkan tubuhnya di sofa
"emmm enak banget aku rasa tulangku kembali lurus" tambahnya sambil merenggangkan tubuhnya
"good night Gi"
"hmm" jawabnya ketika Angga terlelap dalam mimpinya Yogi masih setia dengan matanya yang terbuka dilihatnya Angga dan Cinta secara bergantian dengan senyum tipis di bibirnya
" kamu sangat beruntung memilikinya di sisimu" gumam Yogi setelah cukup lama terjaga ia pun membaringkan tubuhnya di sofa yang satu lagi.