
seperti yang dikatakan Angga jika malam ini ia akan lembur
selesai makan malam Yogi duduk di sofa ruang tamu sambil nonton tv sedangkan Cinta masih di dapur membuat kopi dan cemilan untuk Yogi sesekali ia melirik jam dinding yang bertengger disana
"udah jam 9 tapi kok kak Angga belum pulang yaa" gumamnya sambil mengaduk kopi
setelah selesai ia membawanya ke ruang tamu dimana Yogi asyik nonton tv
"makasih Cinta"
"iya.."jawab Cinta sambil tersenyum
Yogi menyeruput kopi buatan Cinta itu sedangkan Cinta duduk di sofa single di samping Yogi
"Yogi udah jam 9 lewat tapi kok kak Angga belum pulang ya" tanya Cinta khawatir
"bentar lagi juga pulang...aku cemburu loh kamu khawatir sama Angga segitunya" ucap Yogi sedikit bercanda
"isss...apaan sih Yogi aku juga khawatir tau kalau kamu juga lembur, aku takut diluar sana kalian kenapa-napa"
"uhhh..tersanjung aku tuh..hahaha"
"ck..dasar nyebelin" sahut Cinta cemberut sambil bersedekap dada
"kamu nggak perlu khawatir bentar lagi juga pulang...maklum kerjaannya banyak jadi Angga mau nyelesaiin dulu sebelum balik ke Indo" ucap Yogi sambil mengunyah cemilan didepannya
"tapi kok harus lembur segala kan kak Angga bisa nyelesaiinnya besok lagi masih ada 6 hari lagikan sebelum ke Indo"
"yaaa mungkin Angga maunya sebelum ke Indo dia punya waktu sendiri refreshing disini"
"hmmm" sahut Cinta lesu
"jadi kangen Indo gue, kangen mama, papa sama RAGA tapi apa gue masih berhak kangen sama dia secara gue udah nyakitin dia...huffff" batin Cinta lesu
"Cinta..hei" sahut Yogi mengibaskan tangannya ke depan wajah Cinta karena Cinta melamun
"eh..iya..apa Gi" ucap Cinta gugup
"nggak sih kok kamu ngelamun..ngelamunin apa" tanya Yogi heran
Cinta hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya
"aku tahu Cinta dan aku minta maaf" batin Yogi
cukup lama mereka di ruang tamu dengan Yogi nonton tv sedangkan Cinta main hp sesekali melirik pintu berharap Angga segera pulang
"Yogi ini udah mau jam 11 tapi kok kak Angga belum pulang yaa" ucap Cibta khawatir
"mungkin kerjaannya masih banyak jadi belum pulang"
"tapi udah larut Yogi takutnya kak Angga kenapa-napa"
"okey..tenang dulu kita coba hubungi Angga dulu okey" Yogi segera mengambi hp yang diletakkan di atas meja dan segera menghubungi Angga
tut...tut...tut
"halo..."
"halo Ngga loe dimana"
"ini masih di kantor kenapa"
belum sempat Yogi menjawab Cinta segera merampas hp Yogi
"sebelum 30 menit kalau kak Angga belum pulang awas" ucap Cinta penuh penekanan di setiap kata-katanya
"Tapi..."ucap Angga kepotong
"nggak ada tapi-tapian CEPAT" ucap Cinta berteriak. setelah itu Cinta memetikan sambungan telepon secara sepihak dan mengembalikannya ke Yogi
sedangkan Yogi sedikit syok ketika Cinta tadi berteriak seolah jantungnya copot secara seketika
disisi lain...Angga masih bingung ada apa sebenarnya tapi mendengar saat Cinta berteriak diseberang sana seolah mengharuskannya segera pulang beberapa menit melamun ia seketika tersadar bahwa akan ada hal yang berbahaya sedang menunggunya dirumah
"ohhh ****" Angga segera bergegas mengambil jas dan kunci mobil diatas meja berlalu pergi melewati lorong kantor yang sudah sangat sepi
dengan cepat Angga menaiki mobilnya dan berlalu pergi untung saja jalanan sedikit renggang jadi sebelum 30 menit itu habis ia sudah sampai di rumah Yogi
dan benar saja di depan Pintu sudah ada Cinta bekacak pinggang menatap tajam dirinya yang masih berada di dalam mobil
"tamatlah diriku"
sedikit ragu Angga keluar berjalan pelan menghapiri Cinta didepan pintu tak lupa Yogi sudah berdiri disana sambil bersandar di daun pintu memberi isyarat sebuah tebasan dileher menggunakan tangannya
"malam sweety" sapa Angga gugup
"APA-PAAN NIH..KENAPA KAKA ANGGA PULANGNYA SAMPAI LARUT BEGINI"ucap Cinta menggebu-gebu
"emm..itu..ee"
"JAWAB"
Yogi hanya menjadi penonton setia adegan tersebut layaknya seorang anak yang sedang dimarahi oleh mommy nya
"kan aku udah bilang sweety kalau aku malam ini lembur" jawab Angga menunduk
"nggak ada lembur-lembur lagi sampai jam segini dan ini juga berlaku sama kamu Yogi" ucap Cinta seraya melirik Yogi dan Yogi yang dilirik seketika berdiri tegap
"ba..baik Cinta"
"ingat aku akan selalu memantau kalian dan jangan kak Angga pikir jika di Indo aku tidak bisa memantau kakak...sekali aku mendapati itu diantara kalian berdua ingat aja wujud iblis ku akan muncul"
glek...Yogi dan Angga hanya mampu menelan ludah secara kasar mendengar penturan Cinta yang terdengar sangat mengerikan ditelinga mereka berdua
"iya" jawabnya serempak
Cinta berlenggang pergi meninggalkan mereka berdua yang masih memikirkan nasibnya jika suatu saat mereka akan ketahuan
"wujud iblis Cinta kayak apaan Gi"
"entahlah yang jelas lebih serem dari yang tadi"
saat asyik-asyiknya ngegibah di deoan pintu Angga dan Yogi di kagetkan suara cemoreng khas Cinta yang menggelegar dari dalam sana
"KALIAN KENAPA MASIH DI SANA CEPAT MASUK ANGIN MALAM NGGAK BAGUS"
"DAN KAK ANGGA CEPAT MANDI DAN MAKAN"
"Iya.."jawab Angga setengah berteriak
dengan langkah panjang Angga lari naik ke kamar atas samping kamar Yogi yang memang sudah menjadi miliknya sebelum Cinta menikah dengan Yogi hanya saja sesekali ia tidur dengan Yogi
15 menit kemudian Angga turun menuju meja makan dan disana sudah ada Yogi dan Cinta walaupun mereka berdua tidak makan tetapi mereka menemani Angga untuk makan
dengan cekatan Cinta melayani Angga sedangkan Yogi hanya menyantap puding tadi siang yang dibuat Cinta dan Cinta setelah melayani Angga ia sibuk meminum teh hangat buatanya
hsnya saja suasana di meja makan sedikit menyeramkan dimana Cinta menatap tajam ke arah Angga membuat Angga yang ditatap seperti itu hanya menundukkan kepala dan melanjutkan makanannya
"kenapa kak Angga harus lembur sedangkan hari esok masih ada" tanya Cinta sesaat Angga selesai makan dan saat ini tengah meneguk air putih disampingnya
karena belum mendapat jawaban Cinta mengambil piring kotor bekas Angga membawanya menuju wastafel untuk dicuci besok hari
Angga melirik Yogi seolah mengisyaratkan bahwa ini semua gara-gara bos kampret itu dan Yogi yang medapat tatapan kesal Angga seolah mengerti bahwa ia dipersalahkan hanya mengepalkan tangannya dan memukul telapak tangan satunya seolah mengisyaratkan awas aja loe ngomong gue bejet-bejet loe dan Angga yang seolah mengerti hanya memutar mata jengah
selesai dari belakang Cinta kembali dengan secangkir teh hangat untuk Angga
"makasih sweety"
"hmm"
sedangkan Yogi masih ayik dengan pudingnya
"kak jawab" ucapan Cibta seolah mengintrogasi tersangka
"aku harus segera menyelesaikannya Cinta agar sisa waktu ku di sini bisa kugunakan untuk refreshing dan quality time sama kamu dan juga Yogi"ucap Angga sambil menunduk
"uhhh...so sweet" sahut Cinta manja
dan sebenarnya mendengar Itu Yogi sangat terharu ia juga merasakan sedih yang amat sangat bagaimana tidak Angga adalah satu-satunya orang yang berhasil menjadi sahabat dan patner kerjanya selama ini
"makanya aku usahakan agar semua pekerjaan ku disini selesai sebelum aku kembali ke Indo"
"tapi aku tak akan membenarkan tindakan kalian jika harus lembur sampai selarut ini..ingat kesehatan itu mahal dan jika kalian sakit siapa juga yang akan repot, yaa..walaupun aku membenarkan kalian cari uang untuk keluarga hanya saja kalian harus tetap ingat uang bisa di cari sedangkan kebersamaan seperti ini akan sulit untuk diulangi jadi nikmati hidup dan jalani alakadarnya jangan memaksakan diri untuk terlihat sempurna karna belum tentu sempurna menurut kamu tapi tidak dengan orang lain...jaga kesehatan dan sayangi diri, kalau bukan kalian yang melakukannya tidak mungkin orang lain karena yang tahu diri kalian apa yang kalian rasakan adalah kalian sendiri...okey" ceramah Cinta panjang lebar dan itu sukses membuat Yogi dan Angga yang gila kerja menjadi terenyuh mendengarnya
karena tidak mendapat tanggapan Cinta menggebrak meja dan itu membuat dua orang disana terkejut bukan main bagaimana tidak suasana yang tadinya hening buat mata ingin terpejam seketika membulat sempurna sambil sport jantung
"kalian dengar tidak"
"iya..kami dengar" jawab mereka serempak
"bagus..karena sudah tengah malam kalian pergi tidur sekarang juga.." perintah Cinta tanpa di ganggu gugat
bagai kerbau yang dicucuk hidungnya Angga dan Yogi mengikuti perintah Cinta tambah bantahan lagi sedangkan Cinta membersekan piring dan gelas kotor di atas meja, setelah itu ia juga meng istrahatkan dirinya yang juga sangat lelah