~Always Be With You~

~Always Be With You~
Interview Dadakan



Sisa 4 hari lagi waktu Angga diCanada sebelum kembali ke Indonesia untuk melaksanakan tugas yang diserahkan Yogi kepadanya


libur...keinginan untuk merilex kan diri sebelum dipertemukan kembali akan kerjaan nyatanya tak sesuai harapan Angga, bagaimana tidak seminggu waktu yang diberikan Yogi sebelum ia harus pulang kampung tidak ada satupun me time untuk diri sendiri boro-boro ingin sendiri nyatanya sosok wanita cantik selalu mengekor dibelakangnya selain ke kamar mandi atau tidur dikamar dimalam hari tantunya selalu saja ngikut entah dia yang ikut atau dia yang harus di ikuti..bodoh amatlah asalkan dia senang gue rela menderita pikir Angga


tapi untuk hari ini sosok penguntit cantik itu tak mengikutinya karena khusus hari ini Angga beralasan bahwa ia harus menjalankan tugas dari Yogi untuk mencari sosok penggantinya kelak dan entah sampai kapan ia sendiri tak tahu pasti


dan yakinlah butuh perjuangan panjang bagi Angga untuk bernegosiasi dengan Cinta, Cinta selalu merengek minta ikut tapi Angga tak mengijinkannya


"ayolah kak aku ikut ya..ya" rengek Cinta sambil bergelayut manja di lengan Angga


"no"


"ck...ayolah please" kali ini dengan puppy ayes nya


"tetap No"


"yaudah sana pergi aku nggak mau liat kak Angga lagi" ucap Cinta berlalu pergi dengan kaki yang dihentak-hentakan


"yaudah bye" jawab Angga senang dan berlari pergi sebelum Cinta berubah pikiran


"ihhh...nyebelin kak Angga nyebelin" teriak Cinta dari dalam sampai terdengar oleh Angga yang berada diluar menuju mobilnya


"hahahaha...nggak papalah hari ini ia ngambek..akhirnya bisa bebas juga gue" batin Angga terkekeh geli


di perjalan Angga menghubungi Aagler untuk ketemuan di sebuah resto dan Aagler meng iyakan


sesampainya Angga disana tak butuh waktu lama Aagler datang


"selamat siang pak" sapa ramah Aagler


"ayolah aku bukan bapak mu seperti kemarin cukup Angga saja"


"maaf pak..eh Angga"


"hmm..lebih baik kita pesan makan dulu sebelum berbincang karna itu juga butuh tenaga" ucap Angga seraya memanggil saah satu pelayan disana


"hehehe...anda bisa saja"


setelah memilih dan menunggu akhirnya hidangan datang juga dan tak butuh waktu lama semuanya ludes tak tersisa tentunya cuma piring dan gelasnya saja yang tak mereka makan


"bagaimana penawaran ku kemarin apakah kamu sudah memikirkannya"


"sudah dan saya siap menerima tawaran anda"


"jangan terlalu formal Gler"


"siap"


"okey sekarang kita kesana saja"


dan mereka beedua meluncur menuju kantor Yogi tentunya Aagler nebeng di mobil Angga karna disini dia tak punya apa-apa


Beberapa menit kemudian...


sampailah mereka disebuah gedung tinggi menjulang tanpa basa-basi Angga melangkahkan kaki jenjangnya menuju ruangan Yogi di ikuti oleh Aagler dibelakangnya


ting....


sesampainya dilantai paling atas dimana hanya di isi oleh dua ruangan yaitu ruangan Yogi selaku CEO dan ruangan Angga selaku asistennya


ceklek...tanpa ketukan Angga menerobos masuk kedalam


"Gi" sapa Angga


"apa..ngapain loe kesini bukannya harusnya dirumah yaa"


"bosan...istrimu itu tak pernah melepaskan ku sedikitpun...ini saja butuh negosiasi yang panjang agar telepas darinya" cerocos Angga


"hehehe..tapi loe sayangkan"


"untung iya kalau tidak...entahlah"


Sejenak mereka melupakan sosok yang dibawa Angga tadi


"oh iya dia siapa Ngga" tanya Yogi


"oh iya perkenalkan ini Aagler nantinya dia yang akan menjadi pengganti gue" jawab Angga seraya berdiri disamping Aagler memperkenalkannya kepada Yogi


"loe yakin" tanya Yogi sedikit ragu


"sangat yakin" jawab Angga mengajak Aagler untuk duduk di sofa diikuti Yogi yang duduk di hadapannya


"baiklah karena loe yakin gue juga yakin...sekarang perkenalkan dirimu" ucap Yogi melipat tangan di dada dan menyilangkan kaki kanan di kaki kirinya


"apakah sekarang saya sedang di interview tapi saya belum bawa persiapan" ucap Aagler


"itu tak penting"sahut Yogi


"sekarang ceritakan siapa dirimu" tambahnya lagi sambil menatap tajam Aagler


tanpa ragu Aagler memperkenalkan dirinya dengan membalas tatapan tajam dari Yogi dengan tak kalah tajamnya


"nama saya Aagler saya lulusan dari universitas Indonesia untuk SI dan oxford untuk S2 bidang manajemen bisnis, disini kerja bukan prioritas utama saya melainkan mencari ketenangan tapi karena Angga menawarkan kerja dengan senang hati saya menerimanya" ucap Aagler tanpa memutuskan pandangannya dari Yogi yang juga menatapnya


"saya sangat terkesan akan hal itu...apakah kamu sudah mempunyai pengalaman di dunia kerja"


"sudah...dulu saya kerja disalah satu perusahaan ternama di indonesia tapi saya berhenti dan meninggalkannya begitu saja bukan saya tidak bertanggung jawab hanya saja saya bosan"


"ck..jujur sekali dia" batin Angga mendengarkan percakapan diantara keduanya


"selain menjadi asistenku kau juga akan menjadi bodygoard untuk istri ku dan hal itu aku percayakan padamu..apakah kau bisa bela diri"


"tentu pak..saya menguasai karate, kung fu dan taekwondo"


"baguslah...kamu saya terima tapi dengan satu syarat"


"apa itu"


"penampilanmu...apakah kau bisa mengubahnya"


"untuk itu maaf saya tidak bisa"


"kenapa"tanya Angga heran


"karena saya nyaman seperti ini lagipula identitas diri saya bisa terjamin"


"kau misterius sekali Aagler" ucap Yogi tersenyum sinis


"baiklah selagi itu tidak menggagu pekerjaan saya tidak masalah dan oh yaa bisakah kau membuka masker mu aku ingin melihat wajahmu jadi sewaktu-waktu kalau kau bermasalah aku bisa mengenali mu" ucap Yogi


tanpa ragu Aagler membuka masker yang menutupi wajah tampannya


"ku akui kau sangat tampan tapi sayang harus tersembunyi dibalik masker" cibir Yogi


"gue juga akui kalo dia tampan walaupun masih dibawah gue tentunya"


"idih narsis" cibir Yogi


dan perbicangan hangat pun terjadi diantara mereka bertiga walaupun Aagler lebih banyak diam dan hanya menanggapi hal-hal yang bisa ia tanggapi karena sesuai yang direnungkannya semalam ditempat baru maka karakter baru juga harus terbentuk didirinya


"baiklah Aagler sesuai kesepakatan kamu akan mulai bekerja mulai besok di kantor ini dan sebagai bodygoard istriku itu tidak setiap waktu kamu harus selalu di sampingnya karena memang ia lebih sering dirumah"


"siap pak..baiklah saya undur diri terima kasih atas kesempatannya" ucap Aagler dan setelah itu berlalu pergi meninggalkan Yogi dan Angga diruangan itu


"dia sangat misterius Ngga"


"hmm...tapi gue yakin dia bisa loe andelin"


"emangnya loe ketemu dimana tuh anak"


"nggka sengaja kok gue ketemu dia hanya dua kali dan gue yakin dia cocok"


"yaudah deh...loe nggak balik" tanya Yogi beranjak menuju kursi singga sanahnya


"bareng loe aja...gue belum sanggup ketemu Cinta dirumah"


"kenapa" tanya Yogi heran


"dia ngambek..tadi mau ikut tapi gue larang entahlah apa yang akan terjadi saat dia ngelihat gue nanti"


"akan ada masalah tentunya" sahut Yogi cuek