
setelah 3 hari di rawat di RS, Cinta sudah di perbolehkan pulang oleh pihak Dokter perban yang melekat di kaki dan tangannya sudah dibuka, tekanan darah sudah stabil dan penyakit maag nya juga sudah membaik
Hari ini Cinta, Yogi dan Angga dalam perjalanan pulang. Kedua pria itu hari ini tidak masuk kantor demi menjaga Cinta yang baru keluar dari RS
Setelah sampai Cinta segera istrahat walaupun ia sudah sangat bosan berbaring di kasur beberapa hari ini tapi ia tidak bisa membantah ucapan dua lelaki yang ada di depannya itu. Bagaimana tidak ia diserang berbagai ucapan tentang inilah itulah oleh Angga dan juga Yogi dan semua perkataannya itu tak bisa di bantahkan
"padahalkan aku maunya keluar bosan di tempat tidur mulu" gumamnya yang masih di dengar oleh Yogi
" istrahatlah dulu setelah itu baru boleh" sahut Yogi tegas
"Ck" kesal Cinta sambil bersedekap dada
"ayolah sweety ini juga demi kebaikan mu" sahut Angga yang sedang duduk di kursi dekat Cinta
"iya-iya...terus aku harus ngapain ini masih jam 10 masa aku harus disini seharian"
"ya mau gimana lagi kan harus istrahat full supaya cepat pulih" Yogi
"hufffff....."Cinta hanya merespon dengan menghelak nafas panjang
"oh iya kenapa kalian nggak ke kantor" tanya Cinta heran pasalnya dua sosok itu hanya berdiam diri dengan Angga di kursi dekatnya dengan gawainya sedangkan Yogi duduk di sampingnya di atas kasur dan gawainnya juga
"ini lagi kerja" sahut Angga
"kenapa nggak ke kantor"
"hari ini aku libur supaya bisa nemenin kamu di rumah seharian" Yogi dengan senyum manisnya
"ck...lebay aku kan udah gede nggak butuh di temenin"
"tapi ceroboh" nyelonong Yogi menimpali
"CK.."
"terus aku harus ngapain..bosan disini duduku doang"
"Baring aja" sahut Yogi
"masih terlalu pagi lagian aku belum ngantuk"
" nonton aja gimana" saran Angga tanpa melepas pandangannya dari gawainnya begitupun Yogi setiap menjawab ucapan Cinta
"aku nggak terlalu suka nonton tv..oh iya hp aku mana kok dari kemarin-kemarin nggak nongol yaa" ucap Cinta sambil celingak-celinguk kekanan dan kekiri
"lehermu lama-lama bisa patah kalau kamu seperti itu"ucap Yogi yang sejenak melihat Cinta yang celingak-celinguk ke kanan dan kekiri, ia nyeri sendiri pasalnya Cinta memutar lehernya dengan sangat cepat takutnya lehernya bisa salah urat
"hehe....tapi hp ku mana yaa kok hilang"
"ada sama aku jadi kamu tenang aja" sahut Angga yang juga sedari tadi memeperhatikan Cinta dengan tingkahnya baru saja ia ingin menasehati tapi keduluan Yogi
" siniin kak aku mau mainin itu aja" ucap Cinta sambil mengulurkan tangannya meminta gawainya
baru saja Angga ingin meletakkan hp itu di tangan Cinta tapi secara cepat diambil Yogi
"lohhh kok" dahut Angga yang terpotong oleh Yogi
"nggak boleh kalau kamu main hp terus kapan istirahatnya" jawabnya sambil memasukkan hp itu ke kantong celannya
sedangkan Cinta hnya memelas mencoba merayu Yogi agar luluh
"Ayolah Yogi aku bosan" ucapnya menampilkan wajah se memelas mungkin desertai dengan puppy eyesnya
"nggak boleh" jawabnya tegas
"please" masih dengan ekspresi yang sama dengan tangan yang ia katupkan
"No"
"Ck.." kali ini pandnangan Cinta beralih ke Angga masih dengan ekspresi yang dibuat sememelas mungkin agar Angga ibah kepadanya
melihat itu secepat mungkin Angga mengalihkan pandangannya takut ia khilaf dan malah membela Cinta lagian ini juga demi kebaikannya
"Ck..kalian menyebalkan"
tidak ada pelihan lain dengan kasar Cinta membaringkan dirinya menarik kasar selimut sehingga menutupi seleruh badannya sampai kekepala
" dasar nggak ada hati " batinnya
sedangkan Yogi dan Angga hanya saling memandang dan mengedikkan bahunnya tanda ENTAHLAH
di dalam selimut tebal itu Cinta memikirkan bagaimana caranya agar ia tak merasakan jenuh yang berkepanjangan
"hehe..gue rasa ini sedikit bisa menghibur" batinnya disertai senyum menyeringai
Angga dan Yogi masih sibuk dengan gawainya walaupun tak kekantor sebagai orang yang penting ia tak bisa lepas tanggung jawab begitu saja makanya pandangannya tak bisa lepas dari gawai yang sedari tadi ia pegang tidak lupa kaca mata anti radiasi sudah bertengger indah di hidung mancung mereka berdua
"Ngga meeting dengan perusahaan xxx undur aja dulu menjadi lusa" ucap Yogi tanpa mengalihkan pandangannya
"kenapa" jawab Angga sejenak melihat Yogi setelah itu fokus lagi ke hpnya
"sepertinya besok aku belum ngantor
lusa baru iya"
"kenapa"
"Cinta sendirian di rumah aku harus menemaninya"
"ohh aku juga deh"
"kenapa" kali ini Yogi yang bertanya heran
"alasan yang sama..aku ingin menjaga kalian berdua"
"Ck alasan...bilang aja loe nau bolos"
"nggak siapa bilang bolos gue lagi Cuti lagian selama gue kerja sama loe gue nghak pernah ambil Cuti jadi hari ini dan besok gue cuti"
"ck...hmm"
Cinta yang swdari tadi mendengar percapakan mereka hanya terharu disisi lain ada Angga yang sangat menyayanginya sebagai sosok adik dan disisi lain ada Yogi yang beberapa waktu belakang ini sudah mulai berubah seperti dulu lagi seperti saat ia bersahabat dulu
merasa pengap sendiri Cinta menyibak selimut yang menutupi tubuhnya sekalian ia ingin menjalankan rencanya
"Kenapa" tanya Angga dan Yogi bersamaan
"aku mau masak mau makan" ucap Cinta seraya menurunkan kakinya
"STOP" sahut Yogi
"kenapa aku mau masak aku lapar"
"ck..nggak boleh kamu harus banyak istirahat supaya cepat pulih" Yogi
"kenapa..aku kan sudah pulih buktinya aku sudah keluar dari RS"
"ck...jangan keras kepala Cinta lagian aku yang sudah membujuk dokter itu agar mengizinkan agar kau bisa keluar sebenarnya kamu masih harus di rawat disana"
"ekhem...loe kok gue merasa itu gue ya" sahut Angga menimpali
"sama aja lagiankan gue yang nyuruh elo"
"loe nggak tau aja perjuangan gue kayak apa"
"stop...aku bakalan nggak kenyang jika mendengar ocehan kalian berdua" sahut Cinta melerai mereka
"minggir aku mau pergi" ucap Cinta seraya mulai berdiri
"STOP" kali ini Angga dan Yogi bersamaan
"APAAN SIH AKU LAPAR MAU MAKAN" bentak Cinta
"astaga" ucap mereka berdua bersamaan
"kamu masih PMS Cinta" Angga
"KENAPA"
"sadis bener" Yogi
"APA" sahut Cinta seraya menatap tajam Yogi
"hehe..nggak" Yogi yang cengengesan sambil mengibaskan kedua tangannya ke depan
"yaudah kalau kamu lapar kita pesan aja ya" sahut Angga yang takut-takut bagaimana tidak Cinta saat ini siap menelan meeeka berdua
"ck..aku nggak mau makan makanan di luar aku mau yang dimasak disini" ucap Cinta ramah
seketika membuat 2 manusia disampingnya hanya melototkan mata sambil sedikit menganga pasalnya barilu aja Cinta menjadi iblis kini ia berubah lagi menjadi sosok bidadari yang lemah lembut
"trus gimana kamu kan harus banyak istirahat* sahut Angga
"hmm...kalau kamu masih keras kepala aku akan menyeretmu kembali ke RS sekalain kamu istirah fullnya disana"timpal Yogi
"Ck..."Cinta kesal membuat dua orang itu ketar-ketir takutnya akan menjadi tempat pelampiasan kekesalan Cinta
"AHA...hehehe...." seketika ide muncul di kepalanya dengan senyum Cinta menyeringai
Angga dan Yogi mempunyai firasat buruk akan hal itu
"kenapa" tanya Yogi di barengi anggukan oleh Angga
"kalau aku nggak boleh masak maka kalian berdua saja" ucap Cinta enteng
" mampus loe" batin Cinta
"HA" Yogi dan Cinta bebarengan
"kamu tau sendirikan aku nggak busa masak" ucap Yogi cepat
"apalagi aku...membedakan panci, teflon sama wajan aku nggak tau boro-boro mau masak" timpal Angga
"kita pesan aja ya" rayu Yogi
"nggak"
"ayolah Cinta yang ada kita nggak masak rumah terbakar iya" lesu Angga
"aku mau makan nasi goreng sosis lengkap telur dadarnya ama suir ayamnya...nyam...nyamm..nyam...membayangkannya saja udah ngiler"
"ya ampun yang benar saja" Yogi
"kalian mau atau tidak" Cinta sedikit memaksa dan menekan setiap kaliamatnya
"tapi..."ucap Angga kepotong Cinta
"cepatlah aku sudah lapar..jika tidak lihat saja apa yang bisa aku lakukan ke kalian.." ucap Cinta sambil menunjuk mereka berdua disertai senyum menyeringai di bibir manisnya
sedangkan Angga dan Yogi saling bersitatap dan hanya mampu menelan ludahnya kasar
"iya"
"Cepat..."
mereka beredua lekas pergi menuju dapur meninggalkan Cinta yang tertawa karna berhasil mengerjai mereka berdua
"mampus kalian..bagaimana yaa rasa masakan mereka hahaha"
............Rz............
seorang pria tampan yang sedang berada dalam ruangan yang gelap sedang memandang sebuah foto yang tersimpan rapi di hpnya poto seorang wanita cantik yang tersenyum indah di sampingnya, seorang wanita yang meninggalkan luka mendalam di hatinya
" apa kabar Cinta...sudah sangat lama yaa" ucapnya senyum sambil mengusap foto itu
"aku rasa ia sedang bersembunyi di sini" ucap seseorang yang berada diluar
"****...sampai kapan aku harus terus berlari dan bersembunyi dari para mafia bangsat itu"
pria itu lekas pergi meninggalkan tempatnya agar tidak tertangkap oleh anak buah seseorang yang sedang mengincarnya
yap dia adalah Raga yang berkelana entah kemana sampai harus menjadi buronan