
Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat, meninggalkan segala kepedihan dan duka dibelakang, kini berganti segala kebahagiaan yang melimpah
Reina sudah bisa mengatasi Trauma yang dialami na akibat rutinnya ia menjalankan terapi di setiao bulannya.
begitupun hubungan Cinta dan Yogi, sejak memutuskan memberikan kesempatan pada pernikahannya ini membuat ia dan Yogi selalu tampil romantis dan harmonis disetiap harinya
seperti pagi ini.....
"Yank....jam tanganku mana kok nggak ada" teriak Yogi dari kamarnya membuat Cinta yang berada di bawah berdecak kesal
dengan cepat Cinta menghampirinya, meninggalkan pekerjaanya membuat sarapan untuk mereka berdua
"apaan Gi" ucap Cinta saat memasuki kamar, dapat dilihatnya Yogi yang sibuk bongkar sana-bongkar sini mencari sesuatu
"jam tangan kulitku mana Yank, kok nggak ada" balas Yogi tanpa melihat Cinta
"astaga...bukannya aku pernah bilang kalo semua jam tangan kamu itu aku simpan disini Gi" omel Cinta menari tangangan Yogi untuk mengikutinya
"disini" ucapnya sambil menunjuk sebuah rak susun dalam walk in closet
"yang ini"tanya Cinta sambil memperlihatkan sebuah jam tangan yang diyakini jam inilah Yogi cari
"oh disi...pantesan nggak ada di atas nakas yank biasanya kan aku taruh disitu" ucap Yogi sambil memakai jamnya
"kamu itu sembrono Gi, simpan barang nggak ditempatnya kalo hilang kamu sendiri yang pusing" omel Cinta membuat Yogi gemes sendiri
"iya-iya aku minta maaf nggak ngulaingin lagi...okey" ucap Yogi menangkuo kedua pipi Cinta sehingha bibir Cinta menjadi monyong
"hmm"jawab Cinta malas pasalnya Yogi selalu ingkar
"yaudah nih pasangin" Yogi menunjukkan sebuah dasi yang di pegangnya
Cinta segera memasangkan dasi karena perbedaan tinggi membuat Yogi sedikit menunduk, dan dalam keadaan seperti ini dapat Yogi lihat kecantikan Cinta yang alami
Cinta yang sadar diperhatikan sedikit gugup dan salah tingkah dan membuat wajahnya merona
seketika Yogi memeluk erat pinggangnya membuat Cinta terkejut seketika, pasalnya selama ini ia dan Yogi belum pernah seintim ini kecuali saat tidur mereka berpelukan tapi kan Yogi yang memeluknya.
"sudahkah aku mengatakan jika kamu sangat cantik Cinta" ucap Yogi membuat Cinta tambah merona
"Gi apa-paan sih" lirih Cinta menunduk
Yogi memegang dagu Cinta agar melihatnya. Tatapan mereka saling mengunci, saling menyelami satu sama lain perasaan apa yang dapat ia lihat melalui mata masing-masing
Yogi perlahan mendekatkan wajahnya ke Cinta, sedangkan Cinta hanya diam dan ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dan ini menjadi tantangan tersendiri untuknya. Apakah ia bisa melaluinya tanpa bayang-bayangan masa lalu dan memulai kesemlatan untuk masa depannya
wajah Yogi semakin dekat membuat Cinta reflek memejamkan matanya dan detik berikutnya dapat ia rasakan benda kenyal menyentuh bibirnya yang terkatup rapat
degupan jantung saling berdetak kencang bagi mereka berdua merasakan sensasi yang di ciptakan
perlahan Yogi menggerakkan bibirnya namun Cinta tak kunjung membalas, membuat Yogi melepaskan tautannya
"maaf"ucap Yogi lirih membuat Cinta merasa bersalah
"justru aku yang harus meminta maaf karena belum bisa menjadi istri yang kau inginkan" ucap Cinta membuat Yogi menggeleng
"tidak justru kamu adalah istri sempurna untukkku hanya saja aku yang bodoh terlambat mengetahuinya" sesal Yogi
Cinta tak menjawab, justru memeluk Yogi dengan eratnya
"maaf...aku janji akan menjadi istri yang kamu inginkan"
"dan melupakan masa lalu yang menggrogoti hati ku,hingga tak mampu memberiku kesempatan menerima kehidupan ku ini" lanjutnya dalam hati
Dengan gerakan cepat, Cinta memeberikan kecupan singkat di bibir Yogi, membuat Yogi membelalakan matanya
"ayo kita sarapan nanti keburu telat kekantornya" ajak Cinta
"iya" jawab Yogi disela keterkejutannya
ternyata rasanya beda jika wanita yang ber inisiatif terlebih dahulu pikir Yogi membuaynya tersenyum geli