~Always Be With You~

~Always Be With You~
Cinta Bercerita



Setiap orang pasti punya pengalaman kemudian menjadi kenangan dan setelahnya menjadi pembelajaran untuk menjadi motivasi kedepannya.


di tempat ini, di taman ini......


kembali membuat Cinta harus terpuruk untuk kesekian kalinya, bagaimana tidak tempat yang sangat ia jauhi kini ia sendiri duduk di tempat yang sama.


Tidak ada yang berubah, sangat tidak ada berubah. tatanan bangku tamannya, pemandangannya, semua pohonnya juga,hanya saja kini lebih indah karena bunga-bunga bermekaran sangat indahnya.


bahkan bangku taman yang sekarang ia duduki pun tak ada yang berubah,hanya saja warnanya lebih cerah dari dulu mungkin habis di cat.


disampingnya, berdiri tegak pohon Trambesi yang membuat tempatnya sedikit terlindungi dari sinar matahari, bahkan mata jelinya menatap penuh lekat sebuah ukiran indah yang dulu sempat ia buat pada waktu itu.


......*always be with you.......


...R for C*...


lagi-lagi dan lagi hanya menjadi sebuah kenangan indah, namun nyatanya sungguh menyakitkan


air mata tak mampu lagi ia tahan terus-menerus dengan terus menatap lekat ukiran yang sedikit memudar karena termakan waktu.


"aku sangat suka taman" ucapnya mulai bercerita, namun posisinya kini membelakangi Aagler yang sedari tadi memperhatiakan dirinya lekat


"Taman ini..bangku ini, bahkan pohon disamping ku ini, aku sangat menyukainnya" yakinlah setiap kalimat yang keluar dari bibirnya bersamaan dengan air mata yang luruh dari kedua pipinya.


"jika suka kenapa kamu ingin pulang, bukankah disini indah bahkan kamu bilang sangat menyukainya" tanya Aagler menyela dibalik badannya


"hmmm....suka sekaligus membencinya" lirihnya


"ditempat inilah aku menjadi jahat, ditempat inilah aku melukai seseorang yang sangat baik kepada ku" lirihnya kemudian berbalik bersamaan dengan air mata yang jatuh untuk kesekian kalinya menghadap Aagler yang hanya mampu terpaku melihatnya


"dia orang baik dan kuharap dia sekarang bahagia, aku yakin itu" lanjutnya lagi dengan senyum paksanya


entah mengapa jika ia mengharapkan Raga bahagia ada rasa tak rela jika bukan karena dia, tapi harus bagaimana sedangkan ia sudah resmi menjadi milik orang lain


"apa kamu yakin.."tanya Aagler membuat Cinta mengangguk tapi setelahnya menggeleng lemah


"jika kamu saja tidak yakin dia bahagia terus kenapa kamu pergi"


"terpaksa...aku tidak terlalu kuat mempertahankan apa yang mesti ku pertahankan sehingga harus melepaskan yang tak semestinya aku lepaskan" jawabnya lirih sambil menunduk


"dia orang baik kuharap akan bertemu dengan yang lebih baik"


"kamu terlalu naif Cinta..dengan berasumsi bahwa dia orang baik maka akan bertemu dengan yang lebih baik, bagaiman jika yang lebih baik itu kamu" ucap Aagler sekaligus bertanya membuat Cinta otomatis mentapnya


"tidak. tidak ada jalan untuk itu Gler, aku wanita bersuami sekarang


"aku pernah dengar sebuah kutipan tak ada salahnya bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sampai akhirnya kita bertemu dengan orang yang tepat....ya kurasa seperti itu"


"jadi jangan berkata seperti itu karena pada akhirnya kamu sendiri tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi setiap detik dalam hidupmu" tambahnya lagi


"aku tak pernah berangan sejauh itu Gler, mengenalnya saja sudah membuatku bahagia setidaknya ada satu part dalam hidupku yang membuatku bahagia sekaligus bersyukur akan kehadirannya walaupun itu cuma sesaat saja" ucapnya dengan pandangan menerawang jauh kedepan.


sedangkan Aagler mempunyai perasaan tersendiri dalam situasi ini, entahlah hanya dia yang tau


apa mungkin CINTA


"beruntungnya jadi dia" sahut Aagler


"sangat beruntung lagi yang mendapatkannya" ucap Cinta menimpali


"apakah cinta itu masih ada"


"kenapa kamu bertanya seperti itu" ucap Cinta seraya melihat Aagler yang juga menatapnya


"tanya saja kalau iya berarti aku nggak boleh ngantri dong..takutnya kalah sebelum berjuang untk dapetin cinta kamu kan pemiliknya udah ada"


"apaansih...ingat ya aku udah nikah" jawab Cinta yangbhanya menganghap Aagler membual


"tau...jadi gimana"


"gimana apanya"


"kamu masih cinta sama dia"tanya Aagler lagi yang seketika membuat Cinta diam


"aku berjanji nama itu akan terganti dengan namaku..AAGLER"


"ingat itu" tambahnya lagi


"apaansih..yaudah balik ah..." Cinta kemudian pergi meninggalkan Aagler yang masih menatapnya


"aku Janji...dia akan aku gantikan" batinnya kemudian menyusul Cinta