
deringan ponsel membuat Raga mendengus kesal, pasalnya sudah kesekian kalinya orang yang sama dalam beberapa jam ini selalu menelponnya
"halo mom"
"sayang jadikan kamu pulang kerumah"ucap sang mommy membuat ia mendengus kesal
"iya mom" balas Raga singkat
"yasudah mommy tunggu kamu jangan telat"
tut
malam harinya, Raga menepati janjinya untuk kerumah utama dimana sampai detik ini sang mommy salalu menerornya
"sudah dimana
sampai dimana
kamu jadikan sayang*
baru saja Raga memasuki mobilnya deringan ponsel membuat ia menghentikan gerakannya. dilihatnya bukan dari mommy nya
"halo"
"......."
"hmmm"
tut.
••••••
Raga memasuki rumah utama, dimana sudah agak lama ia tidak datangi sejak Cinta pergi dari apartemennya
"akhirnya kamu datang juga, ayoo kamu mandi dulu setelah itu kita makan malam" sambut sang mommy yang sangat bahagia dengan kedatangan anak yang di tunggunya sedari tadi ini
"iya mom" balas Raga singkat dan segera menuju kamarnya.
30 menit kemudian, Raga bergabung dengan adik dan kedua orang tuannya yang telah duduk dikursi masing-masing
"sayang kita tunggu bentar yaa, malam ini sahabat moommy datang dan kita akan makan malam bersama" ucap Mommy Ratu membuat Raga mendengus kesal
"mom..Excell makan duluan yaa soalnya Excell laper di kantor nggak sempet makan siang" sahut Excell sambil mengelus perutnya dan semua atensi mengarah padanya
"loh kok nggak makan sayang, nanti maag kamu kambuh loh" balas Mommy Ratu yang terlihat khawatir mendengar ucapan Excell itu
"salahin daddy mom, ngasih kerja banyak banget" sungut Excell memandang kesal ke arah daddynya yang terlihat tenang tanpa dosa itu
"sayang... "mommy Ratu melihat kearah suaminya mendelik kesal ke orang itu
"itukan tugas dia sayang, lagian aku nggak ngelarang dia kok istirahat bentar buat makan" balas Tuan Phelen membuat Excell mendelik kearahnya
"tapi daddy kan bilang selesai makan siang harus di setor, yaa mana sempet buat makan mana berkasnya banyak banget" balas Excell tak mau kalah
"sayang kamu jangan keterlaluan, kamu tahu kan Excell punya maag akut aku nggak mau karena alasan kerjaan dia jadi sakit" mommy Ratu menatap suaminya dengan suara lembut ia menegur sang suami tak ingin suaminya itu tersinggung dengan ucapannya
wlekk
Excell menjulur lidah je arah sang daddy merasa senang karena di bela oleh sang mommy, sedangkan Tuan Phelen yang tak ingin membantah hanya mendelik tajam ke arah anak bungsunya itu.
sebagai anak bungsu tentunya Excell sangat dimanja namun jika menyangkut soal tanggung jawab dalam kerjaan tentunnya tak punya tolerir.
Dan hal seperti ini sudah biasa bagi Tuan Phelen dimana sang anak selalu mengejeknya jika ia tunduk kepada sang Ratu.
Raga hanya diam tak menanggapi medeka bertiga, dalam pikirannya hanya satu
Cinta dimana
"oh iya makasih Bi, sayang mommy tinggal bentar yaa" Mommy Ratu menghampiri sahabatnya itu
"hai jeng, silahkan masuk kita makan malam dulu setelahnya baru kita ngobrol" sambut mommy Ratu pada sahabatnya setelah tadi cipika-cipiki dulu
Mommy Ratu mengajak sahabatnya keruang makan, dimana Raga, Excell dan Tuan phelen menunggu
"sayang kenalin ini sahabat mommy dan ini anaknya Cantika" dengan senang Mimmy Ratu mengenalkan sahabatnya dan sang putri yang berdiri di sampingnya
"salam kenal semuanya" ucap Cantika namun hanya di gubris oleh tuan Phelen sisanya hanya diam
selesai makan malam, mereka semua duduk di ruang tamu. sesekali Cantika mencuri pandang ke arah Raga namun Raga yang tahu hanya cuek saja
"Cantika sayang kenalin ini namanya Excell sang bungsu dan ini Raga si sulung. gimana anak tante ganteng kan" mommy Ratu menghoda gadis cantik di deoannya membuat Cantika tersenyum malu
"mom Raga ke kamar dulu yaa, seperti nggak enak badan" sahut Raga kemudian berlalu meninggalkan tempat itu
melihat itu Mommy Ratu pamit kemudian menyusl sang putra yang sudah memasuki kamarnya
"sayang, boleh mommy masuk"
"masuk aja mom"
ceklek
"sayang ada apa, apa bener kamu nggak enak badan" mommy Ratu menempelkan telapak tangannya di jidat sang putra namun Raga menurunkannya
"nggak papa mom" balas Raga lesu namun masih menyunggingkan senyumnya
"apa ini karena wanita hamil di apartemen mu itu" tebak sang mommy membuat Raga terkejut mendengarnya, pasalnya hal ini sudah ia tutup rapat-rapat kenapa mommynya bisa tahu
"mommy tahu, 3 bulan lalu mommy sempat datang ke apartemen mu dan mendapati ia disana. dia cantik dan juga manis" lanut mommy Ratu lagi dengan senyum lembutnya
"dia pergi mom" Raga menampakkan sisi lemahnya di depan sang mommy tanpa permisi air matanya kini terjatuh untuk kesekian kalinya
kenapa ia selalu lemah jika itu menyangkut Cinta
"sayang dengerin mimmy" mommy Ratu menagkup kedya pipi Raga agar oandangan Raga jatuh kepadanya, dan lihat mata sembab itu kini melihatnya
"apa kamu menyukainya"tanya mommy Ratu dibalas anggukan oleh Raga
"sayang kamu harus ingat dia sudah menikah dan sekarang dia sedang mengandung. Bisa jadi ia sudah kembali dengan suaminya"
"maka dari itu cobala ikhlas sayang masih banyak wanita lain yang bisa kamu temui seperti halnya Cantika"
"nggak bisa mom" tolak Raga dengan suara paraunya.
"kan belum kamu coba sayang, dia cantik dan juga baik pasti nanti kamu nyaman"
"mom, Raga pengen sendiri dulu"
"sampai kapan sayang, udah 3 bulan kamu seperti ini selalu murung dan sekarang kamu jadi dingin seperti ini. seperti bukan Raganya mommy Ratu"
"mom... "pinta Raga lagi dan kini dibalas iya oleh sang mommy
Raga duduk di pinggiran kasurnya, tidak menyangka sudah 3 bulan berlalu dan selama itu pula ia belum tahu keberadaan Cinta, seolah Cinta hilang bak dintelan bumi
"ketenangan, kesunyian dan kesendirian"
Cinta memilih pergi jauh untuk menggapai keinginan nya itu, sehingga tak ingin seorang pun tahu keberadaannya
"dedek bilanhin mommy om baik kangen kalian" batin Raga yang kini kembali nangis
Raga merogo obat di sakunya dan meminumnya. Rasa sesak dan luapan emosi yang 3 bulan ini dialaminya membuat ia mau tidak mau kembali mengkonsumsi obat itu dan tentunya tanpa. sepengetahuan orang laim