~Always Be With You~

~Always Be With You~
Menyatu ( Yogi-Cinta) Berusaha Melupakanmu



Kini pasangan itu tengah saling memeluk dalam pembaringan,walaupun masih sedikit kaku tapi Cinta tetap menyakinkan dirinya untuk membalas pelukan sang suami


tak ada pembicaraan diantara keduanya, hingga Yogi memecahkan keheningan diantara mereka


"yank...."panggil Yogi dibalas deheman oleh Cinta


Yogi yang ingin mengutarakan keinginannya saat ini ragu untuk mengatakannya, sedangkan Cinta yang menunggu apa yang ingin dikatakan Yogi sedikit mendongak menatap wajah Yogi penuh keheranan


"ada apa"tanya Cinta, Yogi membalas tatapan itu


Yogi masih diam setelah ia menghelak nafas mencoba menghilangkan kegugupan dalam dirinya itu


"yank...kamu tahu kan aku ini lelaki normal" tanya Yogi dibalas anggukan dari Cinta


"dan sebagai seseorang yang telah mempunyai pasangan apalagi halal untukku tentunya aku mempunyai hasrat untuk menyetuh kamu, dan hari ini aku meminta izin darimu untuk meminta hakku apakah boleh" tanya Yogi diakhir ucapannya


sedangkan Cinta tentunya terkejut, ingin menolak takut dosa tapi jika ia meng iyakan apakah nanti jika hal itu terjadi masa lalu tak akan menghantuinya membuat ia nantinya merasa tidak enak dengan Yogi karena melakukan hal itu tentunya harus didasari cinta sama cinta sedangkan ia masih dihantui sosok lelaki yang ia sadar betul masih terpatri dalam hatinya


cukup lama Cinta diam menimbang jawaban apa yang bisa ia ambil, sehingga Yogi yang berpikir Cinta akan menolaknya menjadi tidak enak


"nggak papa aku tau kamu pasti belum siap, aku akan....."ucpan Yogi terpotong ketika Cinta menyelanya


"nggak....maaf jika sebagai istri aku belum bisa menjalankan kewajibanku yang satu itu dan maaf sudah membuat mu menunggu lama akan hal itu" ucap Cinta


"kamu tidak salah justru aku yang selama ini menjauh dari mu sehingga tak terbesit untuk menyentuhmu dan aku sadar jika permintaanku ini terdengar tidak etis di telingamu, kamu pasti beranggapan aku baik hanya karena ingin menyentuh mu saja"


"tidak kamu salah, kamu udah beginipun aku seneng banget dan aku tak pernah berfikir seperti itu kok...aku sadar hal ini akan terjadi suatu saat kamu akan meminta hakmu dan saat itu terjadi aku harus menjalankan kewajibanku" balas Cinta membuat Yogi terharu dan dipenuhi rasa bersalah mengapa dulu ia harus seperti itu tapi yakinlah itu ia lakukan karena ada sebabnya bukan semata-mata karena dari hati dan biarlah waktu yang akan menjawabnya


Yogi memeluk Cinta dengan penuh rasa bersalah


"maaf" lirihnya


"nggak papa"balas Cinta


"jadi boleh" tanya Yogi dibalas anggukan oleh Cinta


setelah lama berperan dengan hati dan pikirannya, akhirnya Cinta memilih pikirannya setidaknya logikanya masih berjalan dan menyadarkannya bahwa kini ia adalah seorang istri dan ada sosok lelaki yang menginginkannya dan itu suaminya sendiri


soal hati....biarlah seperti ini dulu walaupun nama Raga masih bersemayam indah didalam sana ia akan berusaha mati-matian menyingkirkannya dan mengganti nama Yogi disana, ia berharap setelah ini hal itu benar-benar terjadi...semoga


perlahan Yogi mendekatkan wajahnya ke wajah Cinta, mengikis jarak diantara mereka. Cinta yang merasakan Yogi semakin memdekat menutup matanya rasa gugup menghampirinya membuat degupan jantungnya kian berpacu


dapat ia rasakan benda kenyal menyentuh keningnya, kemudian kedua pipinya setelahnya baru bibirnya.


awalnya hanya menempel namun lama kelamaan mulai bergerak dengan lembut, namun tak lama karena setelahnya berubah menjadi lebih ganas dan panas...


bahkan saking terhanyutnya kini posisi mereka telah berubah yang awalnya saling memeluk, kini Yogi telah mengungkung tubuh Cinta


tautan bibir mereka terlepas, Cinta dengan perlahan membuka matanya dan hal pertama yang ia lihat wajah tampan sang suami yang telah diliput gairah


"boleh"ucap Yogi serak karena diselimuti gairah yang besar, sedangkan Cinta hanya mengangguk


Yogi kembali menyentuh istrinya, memberikan rangsangan agar Cinta terbiasa dengan sentuhannya ini, hingga akhirnya mereka telah sampai akan inti permainan


dengan nafas ngos-ngosan karena gairah telah menguasai mereka, Yogi berusaha menerobos pertahanan Cinta


"awww..ssshh sakit" ringis Cinta saat Yogi mencoba memasukinya


"tahan sayang, aku akan pelan-pelan" ucap Yogi menenangkan dan kembali berusaha dibawah sana


Yogi yang merasakan perih di bahunya hanya membiarkannya saja dan menatap wajah Cinta yang meringis menahan sakit. Sebenarnya Yogi tidak tega melihat Cinta yang kesakitan menghentikan aktivitasnya walaupun kepalang tanggung


"kita sudahi yaaa" ucap Yogi yang masih dengan posisinya mengungkung Cinta dengan kedua siku menahan bobot tubuhnya agar tak menindih Cinta


Cinta membuka mata diringi air mata yang jatuh, melihat itu Yogi menghapusnya


"maaf..."ucap Yogi merasa bersalah, ia bukan orang bodoh yang tidak tahu tentang rasa sakit yang akan perempuan rasakan untuk berubah status dari seorang gadis menjadi wanita seutuhnya tentunya harus melewati fase ini


Cinta yang mendengar permohonan maaf Yogi justru merasa bersalah karena tak mampunya menahan sakit membuat suaminya itu harus menghentikan aktiivitasnya, ia juga tahu seberapa besar tadi gairah suaminya itu menyentuhnya dan tentunya menahan gairah sebesar itu pasti Yogi menderita


"nggak...nggak papa ini sudah kewajibanku memberikan hakmu dan ini wajar semua perempuan akan merasakannya termasuk aku...lanjutkanlah kamu pasti tersiksa karena menahannya"


"tidak...kita bisa lanjutkannya dilain waktu"ucap Yogi walaupun ia benar-benar tersiksa apalagi kepalang tanggung tinggal selangkah lagi ia akan menikmati surga dunia, tapi apalah daya melihat Cinta yang kesakitan membuatnya tak tega. Baru saja akan mencabut miliknya yang baru masuk seperempat itu, Cinta menghentikannya


"kita lanjutkan saja...kumohon bantu aku menjalankan kewajibanku" ucap Cinta lirih selain alasan itu ada alasan lain tentunya ia ingin setelah menyatu dengan Yogi nantinya ia bisa benar-benar sadar bahwa kini sepenuhnya ia telah menjadi milik orang lain, mungkin perasaan itu belum ada karena dulu Yogi tidak pernah menyentuhnya sehingga tubuh,hati dan pikirannya terus tertuju pada Raga lelaki masa lalunya


"Tapi...."jawab Yogi ragu


"lakukanlah aku akan menahannya" balas Cinta


Yogi diam, sehingga kembali berkata


"baiklah, jika nanti kamu merasakan sakit kamu bisa mencakar bahkan mengigitku salurkan rasa sakit itu juga padaku hmmm" ucap Yogi dibalas anggukan oleh Cinta. Yogi kembali memperbaiki selimut untuk menutupi tubuh keduanya sebelum kambali memulai aksinya


dimulai dari sentuhan-sentuhan untuk membangkitkan gairah mereka kembali yang sempat surut, hingga kini ia kembali memposisikan dirinya dalam memulai penyatuan itu kembali


dengan pelan Yogi menekan miliknya masuk kedalam membuat Cinta kembali dilanda rasa sakit. Cinta mengigit bibir bawahnya agar suara ringisannya tidak keluar bahkan kini ia menyalurkan rasa sakit itu dengan mencakar punggung Yogi


Yogi masih berusaha sangat susahnya pikirnya


beberapa kali percobaan akhirnya pertahanan Cinta jebol juga, Yogi terseyum sumringah berbeda dengan Cinta yang mengeluarkan airmata entah itu kebahagiaan karena telah benar-benar resmi manjadi milik Yogi seutuhnya atau ada sangkut pautnya dengan masa lalunya, entahlah


mulai saat ini ia harus melupakan Raga..harus


Cinta meremas seprei kuat menetralisir rasa sakit dibawah sana, Yogi menautkan jemarinya ditangan Cinta yang tadinya meremas seprei saling bertautan menggenggam ,mencium bibir Cinta untuk mengalihkan rasa sakit Cinta itu


setelah dirasa Cinta mulai nyaman barulah Yogi mulai bergerak mencari nikmat dunia...


cukup lama bagi keduanya saling memaduh kasih merengguk manis madu dalam hubungan intim


hingga suara erangan panjang dari keduanya bersahutan mengantarkannya pada akhir permainan


Yogi menjatuhkan dirinya disamping Cinta, dengan nafas ngos-ngosan ia meraih tubuh Cinta dan mendekapnya


"terima kasih...."bisik Yogi kemudian mencium kening Cinta


mungkin pengaruh dari permain tadi membuat Yogi terlelap karena kelelahan, sedangkan Cinta masih setia dengan mata yang terbuka rasa lelah dan ngantuk itu ada tapi kenapa matanya susah untuk terpejam


ia mengalihkan tatapannya ke arah Yogi yang kini terlelap dengan damai, perlahan tangannya terulur menyentuh pelan pipi Yogi


"bantu aku...kumohon bantu aku melupakannya,kumohon" ucap Cinta tiba-tiba rasa sedih menyerangnya membuat airmatanya jatuh dengan deras


dosa, sungguh dosa ia sadar tidak sepatutnya ia memikirkan lelaki lain disaat statusnya kini menjadi istri pria lain bahkan baru saja ia dan Yogi bersatu


tapi mau gimana lagi move on dari masa lalu itu susah, jika seandainya pihak lelaki yang meningglkannya mungkin dengan mudah ia akan melupakannya, tapi ini dialah yang meninggalkan lelaki yang sangat mencintainya tentunya itu menjadi suatu penyesalan terbesar dalam dirinya apalagi sampai membuat dia menunggu lama akan balasan cintanya.


mungkin memang seperti ini jalannya aku dan kamu tak diizinkan untuk bersatu, saat ini aku sadar bahwa aku benar-benar telah menjadi milik pria lain dan kuharap kamu juga akan menjadi milik wanita lain...agar aku lega dan terbebas akan rasa bersalah yang besar ini batin Cinta yang masih menangis pilu dalam dekapan sang suami sungguh sesak rasanya mungkin usahanya dalam melupakan Raga masih kurang sehingga pertahannya cepat runtuh jika nama itu kembali dalam ingatannya