
Beberapa jam kemudian, akhirnya mereka tiba di kota B. Kota yang menuliskan beberapa kenangan yang teramat indah dalam hidupnya
kadang ia masih tak percaya bahwa saat ini ia kembali menginjakkan kakinya di kota yang sudah lama ia tinggalkan setelah menikah tentunya.
"sudah sampai..turunlah" ucap Aagler menghentukan lamunannya.
"iya..." jawabnya kemudian turun tepat di depan rumah yang masih tampak sama tak ada perubahan sama sekali
Cinta kemudian melangkah menuju gerbang yang masih tertutup itu
"permisi..." seketika gerbang itu terbuka
"eh..non Cinta" ucap pak satpam itu terkejut
"iya mang..." jawabnya sopan
setelah itu Cinta kembali melangkah masuk sampai depan pintu yang masih tertutup rapat meninggalkan Aagler di belakang sana yang masih menurunkan kopernya
tok
tok
tok
tak lama kemudian pintu terbuka menampakkan sosok wanita paruh baya dengan netra teduhnya
"ibu" panggilnya lirih, begitu besar rasa rindunya akan sosok di depannya saat ini
"sayang..."ucapnya lirih, akhirnya mereka saling berpelukan meluapkan rasa rindu yang hanya bisa mereka obati lewat sambungan telpon saja
dari dalam sosok pria paruh baya datang menghampiri
sebenarnya Cinta masih menyimpan rasa jengkel akan ayahnya itu tapi apalah daya sosok itu tetaplah ayahnya
"ayah" sapanya kemudian memeluk ayahnya
setelah melepas kerinduan, mereka masuk kedalam lagi-lagi Cinta di buat sendu disaat netranya memandang setiap sudut ruangan yang masih tampak sama sewaktu terakhir kalinya.
kini mereka berada di ruang tamu dengan Cinta berada di dekat ibunya dan ayahnya duduk di sofa single
"gimana kabar ibu udah sehat" tanyanya
"iya sayang ibu hanya kelelehan saja makanya drop"
"kalau ayah"
"baik sayang...gimana pernikahan mu apakah semuanya baik-baik saja"
mendengar itu membuat Cinta bungkam apakah ia harus bercerita mengenai kehidupan pernikhannya
"baik Yah semuanya baik-baik saja" jawabnya berbohong dengan senyum palsunya
"syukurlah, gimana kabar nak Yogi"
"sehat yah"
"permisi" sahut seseorang dari arah pintu sana membuat tiga orang yang asyik bercengkrama itu melihat kearahnya
"itu siapa" tanya sang ibu begitupun sang ayah yang menatap penuh keanehan pada Aagler
"oh itu Aagler bu pengawalnya Cinta yang dikasih sama Yogi"
karena Aagler masih berdiri diambang pintu membuat Cinta mendatanginya
"masuklah" ucapanya seraya menarik tangan Aagler agar masuk dan duduk di sofa sampingnya
"perkenalkan bu..Yah..ini Aagler pengawal sekaligus sahabatnya Cinta"
"Aagler om..tante" ucap Aagler sopan
"iya...yasudah sebaiknya kalian istirahat aja dulu pasti kalian capek kan dan nak Aagler nginep disinikan" ucap sang Ibu
"iya bu.."jawab Cinta
"maaf tante saya nginep di hotel saja" jawabnya sopan
"loh kenapa kamu nginep disini aja" sahut sang Ayah
"terima kasih om tapi Aagler nginep dihotel deket sini aja"
"baiklah kalau itu maunya nak Aagler tapi sekarang lebih baik nak Aagler istrirahat disini aja dulu sekalian kita makan malam" sahut sang Ibu
tak ingin menolak lagi karena merasa tak enak hati akhirnya Aagler meng iyakan
akhirnya Cinta masuk kekamarnya dan Aagler menuju kamar tamu..
dikamar tamu
Aagler mengedarkan pandangannya kepenjuru ruangan. kamar dengan cat berwarna abu-abu rokok itu begitu menenangkan, di lihatnya lemari dengan cermin yang berada di pojok membuat Aagler melangkah mendekat
dilihatnya tampilannya dari atas sampai bawah memang sangat aneh pantas saja setiap orang yang melihatnya selalu menatapnya penuh keanehan, membuat ia gerah dan membuka jaket dan maskernya terpampanglah wajah tampan dan tubuh yang kekar berotot yang tercetak jelas akibat kaos pas body yang dikenakannya
skip malam harinya...
selesai makan malam, akhirnya Aagler pamit diantar Cinta sampai depan gerbang sana
setelah mobil Aagler menghilang dari pandangannya, barulah Cinta masuk kedalam
namun belum jauh kakinya melangkah, suara pak satpam yang memanggilnya membuat langkahnya terhenti
"iya mang" jawabnya seraya menoleh kebelakang membuay pak satpam datang menghampirinya
"ini non..mamang baru inget kalu waktu itu ada seseorang yang titip salam ama non jadi mamang mau nyampein karena amanah non"
"siapa mang" tanya heran
"entah non mamang nggak tau namanya siapa tapi orang cowok"
"kapan datangnya mang"
"emmm.."pak satpam kembali berpikir mengingat kapan kejadian itu
"oh..itu 2 hari setelah non ke luar negri..katanya sih temennya non"
"siapa" gumamnya
"orangnya cakep non..tinggi, putih, matanya coklat terus kalo senyum ada lesung pipitnya sebelah kanan"
deg
"Raga" batinnya