~Always Be With You~

~Always Be With You~
Curahan Hati Cinta



Aagler pria tampan namun misterius kemana-mana tak pernah lepas dari jaket hoddie dengan tudung menutupi kepalanya serta masker untuk menutupi wajah tampannya


setelah pertemuannya dengan Angga sosok pria yang beberapa waktu lalu ia kenal dari pertemuan tak sengaja mengantar kan ia akan kehidupan baru yang akan ia lalui


disini di Canada adalah negara satu-satunya yang menjadi pilihan ia akan memulai hidup, mengaduh nasib walaupun itu bukan proritas utamanya melainkan mencari sebuah ketenangan yang dicari oleh setiap orang


Demi menjalankan hidup dan memerankan kewajiban sebagai manusia sosial tentunya soal pekerjaan haruslah ia pikirkan dan kebetulan sosok pria tampan bernama Angga menawarkan sebuah kerjaan dan mau tak mau harus ia terima


Hari yang melelahkan sehingga mengintrupsi otaknya agar tubuh harus di istirahatkan hingga dengan lembut ia merebahkan tubuh lelahnya di atas tempat tidurnya yang empuk menimbulkan sensasi nyaman bagi tubuhnya


dan hal yang sama juga dirasakan bagi 2 manusia berbeda gender ini siapalagi kalau bukan Cinta dan Angga hanya saja lelah yang dirasakan Angga lebih besar dari Cinta bagaimana tidak saat disana tadi Angga pikir saat Cinta menelponnya mengajak untuk pulang melainkan ia disuruh untuk menemaninya berkeliling lagi dan yakinlah sepanjang kaki melangkah ia selalu bergerutu dan selalu direspon baik oleh Cinta. Andai ia tahu akan jadi seperti itu lebih baik ia berlama-lama nongkrong bareng Aagler sosok lelaki yang tak kalah tampan dengannya dan Yogi di sana


"aduhhh remuk redam badan ku nih" kelu kesa Angga sesaat ia mendudukkan bokongnya di sofa empuk reuang tamu setelah dari mall ia harus membantu Cinta untuk masak makan siang mereka hari ini dan tanpa istirahat Cinta mengajaknya untuk buat cake tiramitzu untuk cemilan..gila nggak tuh bahkan ia heran sendiri kenapa Cinta tidak ada lelah-lelahnya dan saat ia menanyakannya Cinta hanya menjawab


"jika yang dijalankan memang hobi maka yang namanya lelah tak berani menghampiri karena segala gerakan akan merespon kata yaitu menyenangkan" jawaban yang simple bagi Angga yang mendengarnya


"itu karena kak Angga belum terbiasa jalan-jalan di mall makanya cari pasangan" ucap Cinta seraya meletakkan secangkir teh hangat di depan Angga


"apa hubungannya" tanya Angga sambil menyeruput tehnya


"yaa kan biasanya pasangan itu setiap ngedate pasti larinya ke mall keliling-keliling sambil bergandeng tangan" jawab Cinta


"kayak nggak ada tempat yang lain aja"


"ohh iya bicara soal kekasih emangnya kak Angga sudah punya kekasih" tanya Cinta


"kekasih yaa..apaan tuh emang dimakan"


"di **** juga boleh kak...ck....serius nih emang kak Angga punya pacar atau gebetan gitu" tanya Cinta antusias pasalnya selama ia kenal Angga, ia tak pernah lihat Angga membawa kekasinya atau memperkenalakannya


"belum..soal itu aku belum memikirkannya" jawab Angga enteng sesekali memakan tiramitzu hasil buatannya tadi


"kenapa tidak dipikirkan kak Angga kan tampan dan udah mapan"


"masalah pendamping hidup tentunya membutuhkan pemikiran yang matang mencari sosok yang tepat yang mampu tetap berdiri di samping kita entah itu ketika suka maupun duka makanya sekarang aku lagi mencari setelah itu menyeleksi kemudian memilih setelahnya baru resepsi dan oh iya..tampan tau cantik tak menjamin kebahagiaan pasangan kita"


"apalagi ketika kita memutuskan untuk menikah mengarungi bahtera rumah tangga, maka kau juga harus siap menanggung setiap masalah yang akan menjadi bumbu pemanis didalamnya nah..disaat seperti itu peran kita masing-masing sebagai pasangan harus saling percaya, menguatkan dan mencari solusi bukan mengadu mulut, menarik urat leher atau saling menyakiti hingga ujungnya harus meninggalkan" ucap Angga panjang lebar dan itu membuat Cinta melongo tak percaya sosok Angga yang dikenalnya bisa sebijak pak Mario Teguh


"ck..ck..ck..hebat banget nggak nyangka kak Angga bisa berpuitis juga haha"


"ck...itu namanya pencerahan dan berlaku buat kamu juga"


seketika tawa Cinta terhenti


"kak Angga kan tahu sendiri seperti apa pernikahan yang sedang aku jalani sama Yogi"


"cobalah untuk memulainya jika kamu masih berdiri di posisi start kapan kamu finishnya" mendengar itu Cinta menatap dalam Angga mencoba mencerna setiap kata yang dilontarkan Angga


"tanpa aku sadari aku sudah beranjak jauh dari start kak hanya saja aku belum yakin apakah pernikahan ini akan sampai pada titik yang seharusnya"ucap Cinta sendu seraya menunduk


"jalani saja dulu mari kita sama-sama melihat sampai dimana ini akan berlangsung" ucap Angga dan seketika Cinta memandangnya dan dibalas senyum oleh Angga


"sudah jangan dibahas lagi sekarang jam berapa" tanya Angga mengalihkan pemibicaraan karena ia tak ingin Cinta larut dalam pembahasan ini


"Cinta..Cinta sungguh malang nasibmu sweety aku hanya bisa berdoa agar kau selalu bahagia dalam hubungan ini dan jika memang bukan Yogi ditakdirkan akan hal itu kuharap orang itu akan lekas datang menjemputmu menuju surga bahagia" batin Angga sendu


beberapa saat kemudian...


Yogi pulang seperti setiap ritualnya ia akan selalu pulang untuk makan siang


Angga dan Cinta menyambutnya di depan pintu dengan Yogi mengecup singkat kening Cinta dan tak luput dari pandangan Angga


"sosweet sekali kalian baper aku tuh" gerutu Angga


"nikah dong udah tua juga" cibir Yogi


"tua palamu..umur gue belum 30 tahu masih imut gini juga"


"sudah-sudah kita masuk terus makan"


dan makan siang berlangsung khidmat seperti biasa dengan Yogi yang senang karena menu makan siang sesuai permintaanya dan penutupnya juga yaitu tiramitzu kesukaanya


"ada gunanya juga loe dirumah Ngga"


"dasar...yang ada badanku remuk semua tau" jawab Angga sewot


"dan sialnya beberapa hari kedepan loe akan disini" ucap Yogi seketika membuat Angga kesal sedangkan Cinta sangat senang


"ck...nggak aku mau pulang ke aparteman" ucap Angga tanpa ia sadari sepasang mata siap menghajarnya


"eng..ngak boleh" ucap Cinta penuh penekanan dengan sorot matanya yang tajam bahkan tak pernah sekalipun ia tunjukkan kepada orang lain dan itu sukses membuat Angga dan Yogi bergidik ngeri melihatnya


"i..ya" ucap Angga gugup


"yasudah aku balik lagi ke kantor lagi banyak kerjaan yang numpuk dan sepertinya aku lembur malam ini" sahut Yogi seraya berdiri dari kursinya


"kamu lembur"


"iya Cinta soalnya sejak Angga nggak ada kerjaan pada numpuk dan loe Ngga tugas kemarin udah loe kerjakan"


"hmm..dan besok kita ketemuan ama dia"


"ingat ya Yogi sebelum jam 10 kamu harus udah pulang"


"iya aku usahakan..yasudah aku balik yaa" pamitnya dengan kecuoan singkat dikening Cinta


"bye.." dan Yogi pun berlalu pergi


"kak aku mau bobo yaa" ucap Cinta


"yaudah bobo gih ngapain harus pamit"


"hehehe..itu kak tolong cuci piring yaaa.. bye" ucap Cinta cepat dan berlari menjauh dari Angga


"CINTAAA...KAMU KIRA AKU PEMBANTU APA"....