~Always Be With You~

~Always Be With You~
Dinner ( Mencoba Melupakan)



"bukankah dia itu sangat cantik hmm, membayangkannya saja membuatku bergairah" balas sosok itu dengan smriknya.


"brengsek" geram Aagler kemudian mendaratkan bogemnya sehingga membuat sosok itu tersungkur dengan tangan yang terikat di kursi kayu


"camkan ini baik-baik" ucap Aagler penuh penekanan sambil mencengkram kerah baju sosok itu agar dapat melihatnya


"se centi aja loe nyentuh dia, habis loe di tangan gue" ucap Aagler dengan api amarah yang berkobar di matanya


"kurung dia" pinta Aagler pada salah satu anak buahnya


"suatu saat loe akan tahu siapa gue dan jika saat itu tiba loe akan datang bersujud dan memohon bantuan dari gue" ucap sosok itu dengan smriknya membuat Aagler terus menatapnya hingga sosok itu hilang dibawah entah kemana


"brengsek" geram Aagler kemudian pergi meninggalkan tempat itu dengan segudang pertanyaan yang bersarang di benaknya


...••••••Rz•••••••...


malam harinya.....


seperti pasangan pada umumnya, dinner merupakan tindakan sederhana namun sangat istimewa dimata setiap orang, apalagi pasangan. merasa dicintai, disayangi, diperhatikan dan di utamakan.


dengan tampilan elegantnya, Cinta dan Yogi kini tengah berdiri di sebuah tempat yang sangat indah


"aku buka yaa" pinta Cinta yang memang sedari tadi kedua matanya tertutup


"bentar" balas Yogi yang kini melepaskan genggamanya dan beralih berdiri di belakang Cinta


"dalam hitungan ketiga...1...2....3" kain merah penutup mata Cinta terlepas, sehingga netra indah itu menatap takjub keindahan di depan matanya, apalagi dari ketinggian ini dapat dilihat hiruk pikuk kesibukan kota di bawah sinar rembulan.


"suka" ucap Yogi yang kini memeluknya dari belakang sehingga pipi merek dapat bersentuhan


Cinta hanya mengangguk dan memeluk kedua tangan Yogi yang melingkar di pinggangnya


meliat sekelilingnya yang telah disulap menjadi tempat yang sangat indah, dibawah sinar rembulan bertabur bintang, sebuah meja diatasnya terdapat makanan yang menggugah selerah dan terlihat elegant di lengkapi beberapa lilir dan sampanye sebagai pelengkap


tak lupa sekelilingnya ribuan kolopak bunga yang di hamburkan, namun ada juga yang dibentuk hati yang besar dan disitulah meja itu di letakkna.


disamping kanannya seseorang yang duduk memainkan pianonya dan disampingnya seseorang sedang memainkan biolanya menambah kesan romantis dalam balutan melodi indah


"ini kamu yang buat"


"hmmm....kamu suka"


"makasih" balas Cinta terharu dan berbalik menghadap Yogi


"buat istriku apapun aku lakukan asalkan kamu bahagia"


"dan maaf jika dulu aku kasar dan jahat sama kamu dan terima kasih karena kamu sudah sabar dan tetap berdiri di sampingku sampai saat ini....makasih istriku" lanjut Yogi tulus kemudian mengecup kening Cinta


Cinta memejamkan matanya meresapi kehangatan yang Yogi berikan


"kuharap kamu juga mau memaafkan ku Gi dan kuharap kamu mau bersabar hingga masa lalu ku benar-benar pergi dari hidupku dan sama-sama kita membuka lembaran baru bersama" batin Cinta


Cinta tersenyum dan Yogi pun membalasnya


"hmm...dan maaf jika semuanya terlambat" balas Yogi


"nggak papa bukannya lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali" balas Cinta menenangkan


Yogi menarik kursi buat Cinta dibalas ucapan terima kasih dari Cinta


beberapa menit kemudian......


"mau berdansa" ajak Yogi dengan tangah menengadah


"sure" balas Cinta menyambut uluran tangan Yogi


mereka berdua berdansa dengan lihainya diiringi iringan musik dari piano dan biola


"malam ini kamu sangat cantik sayang"


"makasih" balas Cinta


Yogi mendekatkan wajahnya sehingga mengikis jarak antara dirinya dan Cinta, sedikit menunduk perlahan Yogi mendaratkan bibirnya diatas bibir Cinta


awalnya hanya menempel namun perlahan Yogi menggerakkan bibirnya


sedangkan Cinta masih bergelut akan masa lalunya, namun tak ingin terlalu larut Cinta memejamkan matanya dan perlahan membalas ciuman dari Yogi.....suaminya


"aku berharap bisa menghapusmu, aku berharap bisa melupakanmu, aku berharap bisa menggantikanmu dan aku berharap itu.....suamiku" batin Cinta di sela ciumannya.


...••••••••Rz•••••••...


disisi lain.....


Raga didampingi Reza sang asistennya baru saja tiba dari kantor dan disambut hangat oleh nyonya Pehlen....


"baru pulang...hmmm"sambut sang nyonya


"baru mihhh....aku ke kamar dulu yaa mau bersih-bersih" pamit Raga


"Za berkasnya kamu taruh aja di meja kerja ku, setelahnya kamu boleh pulang" lanjutnya lagi


"baik tuan" jawab Reza kemudian berlalu menuju ruangan yang berada di lantai 1 agak di pojok tempat dimana ruang kerja Raga berada


sesampainya dikamar.....


Raga melepaskan jas dan dasi yang melilit di lehernya


baru saja ingin melangkah menuju kamar mandi, ia merasakan jantungnya berdetak cepat tak karuan dan pikirannya langsung tertuju akan cintanya yaitu CINTA


"kenapa..."tanyanya seraya mengusap lembut dadanya.


"hmm......mengingatku atau melupakan ku" gumamnya lagi seraya tersenyum miris