~Always Be With You~

~Always Be With You~
Sosok Misterius?



Siang ini, Cinta berniat menemani Reina yang akan menjalani Terapinya.


saat selesai menghubungi Yogi, Cinta menghubungi Aagler untuk menemani mereka nantinya


"Tapikan Reina takut ngelihat Aagler"pikir Cinta


"ck, lagian napa sih tuh anak pake gitu segala kek psikopat aja" gerutu Cinta mendumel mengomentari fasion Aagler


"halo" ucap Cinta


"ya" jawab Aagler


"dasar manusia kutub" cibir Cinta dalam hati


"sibuk nggak"


"enggak" jawab Aagler singkat dari seberang sana


"yaudah...nanti temenin yaa, aku mau nemenin Reina terapi nanti"


"iya" jawab Aagler singkat


"yaudah 30 menit lagi kita otw"


"hmm"


sambungan terputus sepihak dari Aagler membuat Cinta emosi tak jelas


"Aagler brengsek" ucap Cinta emosi


...•••••••Rz•••••••...


30 menit berlalu


Cinta tengah uring-uringan di teras depan menunggu Aagler tanpa kepastian


"astaga sekarang udah jam segini tuh anak belum nongol juga" gumam Cinta sambil jalan bolak-balik


"tuhkan Reina udah nelpon" ucap Cinta saat Reina menghubunginya


"halo Rein"


"kak Cinta mana kok belum datang, kalo nggak bisa nggak papa kok ,Reina bareng kak Angga aja" balas Reina dari seberang sana


"jadi kok hanya saja kakak lagi nunggu jemputan Rein tapi sepertinya macet deh jadi agak telat"jawab Cinta


"oh...iya deh kak...Rein tunggu ya kak"


"iya"


sejam berlalu, suara klakson membuat Cinta buru-buru keluar tak lupa mengunci pagar rumahnya


"kok lama banget sih" omel Cinta sambil memasang seatbeltnya


"macet" balas Aagler


"oh" Cinta hanya manggut-manggut


beberapa menit perjalanan, akhirnya Cinta sampai di apartemen tempat Angga


"oh iya Gler nggak usah peke penutup hoddie deh takutnya Reina takut ngelihat kamu" ucap Cinta sebelum beranjak dari duduknya


"terus harus ngapain" tanya Aagler


"yah nggak tau yang penting nggak usah peke hoddie deh, sumpek banget ngelihatnya" setelahnya Cinta turun meninggalkan Aagler yang kebingungan


Aagler terus memperhatikan Cinta sampai masuk ke lobby,hingga tatapannya memicing melihat seseorang yang sedang mengambil gambar Cinta


"ngapain tuh orang" pikir Aagler


tak ingin terlalu berburuk sangka, Aagler memikirkan cara agar penampilannya tetap tertutup


10 menit kemudian....


dapat Aagler lihat Cinta keluar sambil menggandeng tangan Reina


"Rein nanti di mobil nggak usah lihat sopirnya yahh" ucap Cinta


"kenapa kak"tanya Reina heran


"apaansih kak aneh banget deh"


"ikutin aja" ucap Cinta membuat Reina hanya mengangguk saja


Tanpa sepengetahuan Cinta dan Reina seseorang sedang mengintai mereka dari jarak jauh


Cinta mengetuk pintu mobil, kemudian Aagler membuka kunci pintu dari tombol yang ada disampingnya


Reina masuk dengan memejamkan matanya sesuai intruksi dari Cinta


"yahh gitu dong kan tampan" puji Cinta saat menyadari penampilan Aagler kini


yaa walau masih ada maskernya sih, tapi setidaknya si hoddie udah nggak ada lagi, membuat tatanan rambut klimiksnya terlihat. Tak lupa kaos hitam polos membalut tubuh atletis dan memperlihatkan kulit putihnya, apalagi di padupadankan dengan jeans sobek-sobek


beuhhh....apalah daya para jomblo disana, udah pasti klepek-klepek batin Cinta yang kagum dengan penapilan baru Aagler


Reina yang heran mendengar Cinta memuji sang sopir yang katanya jelek, tua dan berperut buncit itu ganteng, membuat ia penasaran dan dengan perlahan Reina membuka matanya dan yaaa....


jelek,tua dan berperut buncit tidak ada, melainkan sosok pangeran yang rupanya tersembunyi dari balik masker sih


"ini kak Cinta bilang jelek, tua dan berperut buncit".sahut Reina tiba-tiba membuat Cinta dan Aagler menoleh kearahnya


"kamu nggak takut Rein, bukannya dulu kamu histeris ngelihat dia" ucap Cinta menunjuk Aagler


sedangkan Aagler kesal dikatai jelek, tua dan berperut buncit


Reina hanya menggeleng-geleng polos,.ia juga tidak mengerti kenapa rasa takutnya hilang saat melihat Aagler yaa, pikirnya


"klo penampilannya kek gini sih mungkin enggak ya kak"ucap Reina membuat Cinta gemes akan polah


pikir nyeleneh Reina itu


...•••••••••Rz•••••••••...


sampailah mereka disebuah rumah sakit ternama di kota itu, dimana tempat yang sangat dijauh namun rutin dihadiri Reina setiap bulannya


Cinta dan Reina jalan berdampingan, sedangkan Aagler menyusul sedikit terlambat karena harus mencari parkiran dulu


Reina dan Cinta kini duduk di kursi tunggu menanti giliran.


"astaga kak, lihat deh bodyguard kakak itu keren banget" bisik Reina dapat melihat Aagler yang mulai memasuki lobby RS


mendengar itu Cinta menoleh saat sedari tadi asik dengan smartphonenya


entah mengapa dihatinya ada sedikit tak rela jika Aagler jadi pusat perhatian


apalagi dengan tampilan casualnya ditambah topi hitam yang menutupi kepalanya


"ck...dasar sok ganteng"cibir Cinta


Aagler tak menghampiri mereka, hanya berdiri menjauh sambil megawasi Cinta dan Reina yang ada disana


saat Cinta dan Reina masuk ke dalam ruangan untuk terapis, Aagler pergi sedikit menjauh, entah kemana


40 menit di dalam sana, akhirnya Cinta dan Reina selesai namun tak mendapati Aagler di luar


"kak Aagler dimana kak" tanya Reina


"entahlah kakak juga nggak tahu, yaudah kita ke mobil aja siapa tau dia disana"


namun sesampainya disana, mereka tak mendapati Aagler,membuat Cinta berdecak kesal


"kamu duduk disini dulu yaa, kakak mau beli minun dulu" ucap Cinta dibalas anggukan oleh Reina


Cinta berjalan sedikit menjauh menuju warung yang ada di dekat RS tersebut


selesai membeli, Cinta kembali tapi tak menyadari bahwa kini seseorang sedang mengikutinya dan baru saja orang itu mau mebekap mulutnya dengan sapu tangan tapi gagal karena sebuah tangan lebih dulu membekap mulut sosok itu dengan sapu tangan yang ada biusnya


dan hal ini tanpa Cinta sadari


"nih"Cinta menyodorkan minum dingin lengkap cemilannya ke Reina


"kalian dari mana, sedari tadi aku cari nggak ada" tiba-tiba Aagler muncul dan mengagetkan mereka berdua


"asataga...nih anak" ucap Cinta mengelus dadanya


"cepet naik ke mobil kita pulang" ajak Aagler tanya basa-basi dan berjalan lebih dulu meninggalkan Cinta dan Reina