
beberapa saat kemudian Angga datang dengan membawa dua kantong kresek besar di tangan kanan dan kirinya
"loe nge borong" tanya Yogi sambil mengotak atik isi kresek
"hmm...Cinta mana"
"lagi dikamar mandi ngebersihin badan" jawabnya tanpa menganggu aktivitasnya
"ohh...loe ngapain sih dari tadi ngorek-ngorek tuh kresek"
"nyari makanan" jawabnya cuek
" CK..itu semua makanan..ambil saja apa susahnya sih heran deh
"nyari yang ingin gue makanlah..."
Angga yang jengah melihat itu pergi meninggalkan Yogi sambil membawa satu kantong kresek berisi pesanan Cinta
tok
tok
tok
"Cinta ini pesanannya"
ceklek
muncullah seorang perawat wanita dari dalam
"ini sus"
setelah itu Angga kembali ke tempat Yogi
"Astaga apa-paan nih" syok Angga ketika semua isi kresek berserakan di atas meja bahkan ada yang beberapa berjatuhan dilantai
sedangkan si Yogi hanya melihat dengan tampang polosnya
disaat bersamaan Cinta keluar dari kamar mandi bersama seorang perawat yang tadi membantunya sambil mendorong kursi rodanya
"astaga..ini kamar atau apa kenapa kotor sekali" tanya Cinta heran pasalnya kamar yang tadi ia tinggalkan sebentar sangat bersih dan rapi tapi sekarang ASTAGA
"ulah si Yogi mah" jawab Angga
"Ck..."
sedangkan si Yogi masih memilih-milih cemilan apa yang ingin ia makan saat ini.
entah mengapa ia kembali lapar sedangkan sebelum tidur ia sempat memakan banyak cemilan bersama Angga mungkin lambungnya belum full kali pikirnya
"nah ketemu" jawabnya sanang
Cinta dan Angga yang sedari tadi di tempatnya hanya bergeleng-geleng kepala melihat tindakan Yogi
tanpa memperdulikan tatapan Angga dan Cinta sedangkan si perawat sudah keluar setelah selesai membantu Cinta..hanya memakan cemilannya tanpa memperdulikan mereka berdua
Yogi asyik sendiri dengan dunianya...membuka bungkus makanannya dan membuang kesembarang arah saat masih mengunya ia menggapai minuman kotak menusuknya dengan sedotan dan meminumnya saat isinya sudah habis ia juga membuang kesembarang arah
Yogi memang tipe orang yang tak mengindahkan kebersihan tapi anehnya ia tak menyukai ruangan yang kotor, makanya Cinta dan sekertaris atau asistennya termasuk Angga selalu membersihkan segala sesuatu yang kotor akibat ulah si Yogi
"Gi jangan buang sampah sembarangan" ucap Angga
"hmm" jawabnya sambil terus memakan beberapa cemilan lagi
"nggak takut tuh perut bulat" cibir Angga
"nanti nge gym lagi..gampang" jawabnya yang sedikit tidak jelas karena mulut penuh
"apaan sih..ngomong kok nggak jelas" cicit Angga
"aku bilang...uhuk..uhukk..uhukk" suaranya yang agak meninggi terpotong akibat tersedak makanannya sendiri
"hahaha..rasain loh mulut penuh kok ngomong"
Yogi segera mengambil minuman botol dan langsung melahapnya habis..seperti biasa bungkusannya dibuang kesembarang arah
"loe bersihin nih kotor..gue nggak suka"
"Ck yang makan siapa yang ngebersihin siapa" gumam Angga sambil berdiri seketika terhenti karena tangannya di jegal oleh Cinta
Cinta yang sedari tadi hanya memperhatikan kelakuan mereka berdua sedikit kesal karena ulah si Yogi kamarnya menjadi kotor. Cinta yang memang mencintai kebersihan merasa sakit mata karena sekelilingnya seolah menjadi tempat pembuangan sampah, setiap Yogi seperti ini ia dengan sabar akan membersihkannya karena memang ia tahu kebiasaan Yogi sedari dulu tapi sekarang seolah berbeda mungkin karena faktor datang bulan membuat hormonnya sedikit tak menentu
"kenapa" tanya Angga heran tapi seketika ia bergidik ngeri melihat ekspresi Cinta yang tak bersahabat kali ini wajahnya memerah dan tatapan matanya sangat tajam seolah siap mencabik cabik mangsanya. Angga mengikuti arah pandang Cinta
"target terkunci..hahah"gumam Angga dengan seringai liciknya.
sedangkan Yogi yang tak menyadari itu asyik sendiri dengan smartphonenya sesekali menyedot minuman di tangan kirinya
"Yogi bersihkan semua kotoran itu" ucap Cinta yang masih mengotrol emosinya
"ada si Angga" jawabnya enteng
"Yogi" panggil Cinta penuh dengan penekanan
"hmm" jawabnya tanpa menoleh
"cepat bersihkan"
"Angga loe nggak denger cepat bersihkan" ucapnya santai
"YOGI AKU BILANG CEPAT BERSIHKAN KALAU TIDAK SIAP-SIAP TIANG INFUS MENDARAT DI KEPALAMU" ucap Cinta menggelegar membuat Angga yang berada di sampingnya spontan menutup telinga sedangkan Yogi yang terkejut reflek melempat gawainya ke atas dan berusaha menangkapnya kembali
"astaga" cicitnya setelah gawainya berhasil ia tangkap
seketika ia melihat kearah Cinta yang sudah emosi tingkat tinggi dengan wajah memerah, nafas yang tak beraturan dan tatapan tajamnya yang siap menerkamnya
"glek"
Yogi mengalihkan pandangannya ke arah Angga yang berdiri di samping Cinta dengan memberikan isyarat tangannya yang seolah olah menebas lehernya jangan luoa seringai licik menghiasi wajahnya
"dalam waktu 2 menit kedepan kalau belum bersih siap- siap ku getok kepalamu dengan tiang infusku ini"
"glek" Yogi hanya mampu menelan ludahnya kasar bagaimana tidak Cinta yang dulu seolah kembali, ia menjadi devaju rasanya
flashback
waktu itu saat Cinta dan Yogi masih duduk di bangku SMA. waktu itu Yogi bertamu kerumah Cinta dengan membawa berbagai cemilan yang ia beli di minimarket terdekat katanya untuk menjadi teman belajar nanti
setelah sesi belajar selesai Cinta baru menyadari bahwa ruang tamunya sudah menjadi tempat sampah bagaimana tidak saat proses belajar tadi Yogi asyik nyemil dan membuang sampahnya kesembarang tempat seketika membuat Cinta murka dan menyuruh Yogi untuk membersihkannya karena Yogi menolak membuat Cinta tambah murka dengan gerakan Cepat ia menjitak kepala Yogi dengan keras dan memukulnya...
beberapa menit kemudian tempat yang tadinya kotor kembali menjadi bersih sedangkan Yogi hanya menekuk wajanya murung sambil mengelus-ngelus kepalanya yang dijitak beberapa kali oleh Cinta sampai sesi membersihkan selesai
"nah ginikan bersih..hehehe"
flashback End
"i..i..ya" jawabnya terbata-bata
"CEPAT"
dengan gerakan cepat Yogi membersihkan segala kekacauan yang ia buat sendiri dengan memungut semua sampah dan memasukkannya di tong sampah, memungut sisa makan dan memasukkannya di kantong kembali dan mengambil alat pel untuk membersihlan tumpahan minuman yang ia sebabkan
seketika derajatnya dari CEO turun menjadi seorang OB dan itu dihadapan bawahannya sendiri
sedangkan Angga sedari tadi tertawa dalam diam takutnya si Yogi marah dan memotong gajinya
" rasain loe..hahahaha"
beberapa menit kemudian semuanya sudah kembali bersih. Yogi menjatuhkan kasar tubuhnya di atas sofa efek kelelahan seketika ia merasa suhu ruangan menjadi panas membuatnya berkeringat berlebihan
"nah kan enak dipandang kalau bersih" ucap Cinta senang..ya efek PMS yah gitu sedikit-dikit marah, sedikit-dikit senang mood kadang berubah ubah
mendengar itu Yogi hanya bergerutu dalam hati
"ini yang terakhir kalinya gue membuat kekotoran, gue nggak mau jadi OB...hoss..hos...hos...capek" batinnya sambil menutup mata
sedangkan Angga juga bergumam dalam hati
" sesadis itukah perempuan kalau PMS kadang jadi iblis kadang jadi malaikat...ckckck sungguh perubahan yang sangat cepat.