~Always Be With You~

~Always Be With You~
Excell Bikin Kesel



Aagler sampai di hotel tempat ia menginap. sesaat ia duduk dan hanya melamun seilah sedang memikirkan sesuatu.


cukup lama ia duduk kemudian bangkit mengarah ke cermin besar yang menampilkan dirinya


Aagler melepas masker yang menutup wajahnya kemudian jaket yang menutupi tubuh atletisnya yang hanya tertutupi baju kaos hitam ketat


sosok tampan kini terlihat jelas dalam pantulan cermin, siapa sangka dibalik masker itu tersembunyilah sosok rupa yang sangat menawan, orang-orang pasti berpikir ia bermasker untuk menutupi rupanya yang buruk.


tatapan tajamnya kini meredup tergantukan tatapan sendu dan bibirnya yang tersenyum miris


"Cinta" gumamnya


"ternyata mencintai istri pria lain sangat sulit ternyata" ucapnya seraya melihat pantulan dirinya


"sangat miris" batinnya


..................Rz..................


Pagi harinya


di Rumah sakit tepatnya di ruang rawat inap Reina


kondisi Reina pagi ini sedikit memprihatinkan, bagaimana tidak kondisinya tidak seperti kemarin-kemarin yang masih bisa di ajak ngobrol, tapi pagi ini saat bangun tidur ia hanya melamun dengan tatapan kosongnya


kejadian semalam justru membuat mental Reina semakin memburuk, baru saja Angga dan keluarga bahagia saat mengetahui Reina sudah bisa pulang ternyata takdir berkata lain malah maskin parah


histeris Reina kemarin saat melihat sosok Aagler tentunya menggoncang kejiwaanya, ingatannya seolah kembawanya saat kejadian beberapa waktu lalu saat ia di lecehkan


walau tak se intim itu namun mampu membuat jiwanya tergunacang


"sayang sarapan dulu yuk" panggil sang Bunda pada Reina yang duduk menghadap jendela


tanpa menjawab Reina menuruti perintah sang bunda, sedangkan Angga hanya diam mengamati kondisi sang adik


siang ini ia berencana menemui dokter rekomendasi Aagler saat pagi-pagi tadi Aagler menghubunginya merekomendasikan dokter yang terbaik kenalannya


sebenarnya Angga sedikit heran bagaimna bisa sosok Aagler yang sederhana mempunyai kenalan seorang dokter hebat


tak ingin ambil pusing siang ini ia berencana menemuinya


"Angga makan nak, dari semalam kamu belum makan kan" panggil sang bunda seraya meletakkan piring dengan isinya di depan Angga


"makasih bund"


Reina sedikit berubah selain hanya diam nafsu makannya juga menurun jika bukan sang bunda yang menyuapinya ia tak akan membuka mulut tuk makan dan hanya melamun dengan pikiran kosong yang dikerjanya


aktivitas nya pun sedikit terbatas bahkan untuk mandi pun sang bunda memandikannya


"bun hari ini aku mau nemuin dokter buat Reina bund" ucap Angga pada sang bunda yang sibuk menyuapi Reina


"iya sayang" jawab sang Bunda nenatapnya dengan mata berkaca-kaca, masih belum percaya dengan kondisi sang putri


"udah bund..bunda yakin Reina pasti sembuh seperti dulu lagi..percayalah" ucap Angga meyakinkan sang bunda yang kini menangis tersedu-sedu memegang tangan sang putri yang tak meresponnya


Angga hanya mampu memeluk sang bunda mencoba menenangkan


...................Rz...................


jika di tempat Angga hanya ada suasana sedih menyeduh, berbeda di tempat Cinta dan Yogi


pagi menyinging sedikit mengganggu tidur nyenyak Cinta akibat cahaya mentari yang menerobos melalui celah jendela


Cinta mengejab-ngerjab menghalau cahaya yang mengganggu tidurnya, kemudian pandangannya beralih pada sosok lelaki yang kini melihatnya dengan posisi miring dengan tangan yang menyanggah kepalanya


"pagi" sapa Yogi yang gemas melihat kelakuan Cinta


walau baru bangun tidur, rambut acak-acakan, wajah sedikit membengkak namun tak mengurangi kadar kecantikannya


Cinta yang sadar bahwa saat ini di perhatikan seketika menarik selimut menutupi wajah bangun tidurnya


"pagi" balasnya dari dalam selumut


Yogi tertawa geli melihat kelakuan Cinta, detik berikutnya ia menarik selimut yang menutupi wajah Cunta dan menarik Cinta dalam dekapannya


satu kecupan mendarat di pucuk kepala Cinta membuat Cinta merasa sangat di cintai


apakah tindakan Yogi Ini mampu membuat ia melupakan masa lalunya yang menyedihkan.....entahlah


"Gi...udah pagi bangun gih" cicit Cinta dalam dekapannya


"emangnya tidurnya nggak nyenyak" tanya Cinta seraya menengok ke atas malah disambut kecupan di pelipisnya oleh Yogi


"nyenyak kok...hanya saja tadi subuh kebangun gara-gara ada yang memelukku eh...tau-taunya bidadari tak bersayap" jawab Yogi


"gombal" cicit Cinta bersemu sambil menundukkan kepalanya


"setengah jam lagi yaa..aku ngantuk banget soalnya" ucapnya seraya menutup mata


"tapi lepas dulu aku mau buat sarapan buat kamu"


"nggak usah temenin aku aja"


mau tak mau Cinta menemani Yogi yang kini kembali terlelap sambil memeluknya


sadar Yogi yang terlelap membuat Cinta berani mengusap lembut pipinya


"aku bingung dengan kamu Gi....kenapa kamu berubah-ubah kadang dingin kadang hangat dan sikapmu ini lah membuat aku rindu akan dirimu yang dulu...Yogi sahabat ku" batinnya


...................Rz.....................


sosok lelaki berjalan tergesa-gesa dengan kaki jenjangnya, eksresinya yang dingin membuat siapa saja takut mentapanya, namun tak membuat para karyawan tak menyapanya walau hanya di balas anggukan saja


ting.....


pintu lift terbuka tepat dilantai paling atas, dimana hanya terdapat 3 ruangan yaitu ruangan presdir, ruangan asistennya dan ruangannya sebagai CEO


ruangan Presdir untuk sang Ayah yang sesekali datang ke kantor sedangkan ia yang telah di berikan kepercayaan sebagai CEO oleh sang ayah menempaki ruangann di samping ruangan sang Presdir


"ada apa Cel" tanyanya saat memasuki ruangannya dimana sang adik sudah duduk di sofa


"ada apa kamu menghubungi ku pagi ini" tanya sambil menududukkan dirinya di kursi kebesarannya sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan


"emm..itu apa....emmm....ekhemmm" ucap Excel gugub


"bantu aku buat nyelesain skripsi ku....daddy menagihnya dan besok ia memintanya dan memeriksanya sebelum ku serahkan pada dosen ku katanya supaya nggak ada kesalahan dan tidak diulang...buang waktu katanya" jawab Excel cepat bahkan hanya dalam satu tarikan nafas. ia menyelesaikan kalimatnya membuat ia meraup udara banyak-banyak setelahnya dan menutup kupingnya karena ia yakin setelah ini kakaknya akan memarahinya


Raga melongo tak percaya...yup lelaki itu Raga


"EXCELLLLLLLL" pekiknya geram bagaimana tidak pagi tadi saat ia masih dialam mimpi panggilan di ponselnya mengganggu tidurnya, walau ia sering mengabaikan sesering itu pula ponselnya berdering


saat mengetahui bahwa sang adik menelpon sebanyak ini membuat ia tiba-tiba khawatir takutnya terjadi sesuatu kepada kedua orang tuanga


dan Excel mengatakan bahwa mommynya sedang menunggunya di kantor membuat ia tunggang langgang menuju kamar mandi dan segera menuju ke kantor


saat sampai justru sang mommy tak ia temukan malah jawaban nyeleneh dari sang adik yang tentunya membuat ia kesal setengah mati


"iya" jawab Excel spontan


"kurang ajar" maki Raga seraya memukul sang adik dengan gulungan kertas di tangannya


"ampun kak..ampun"


"Tuan" ucap sang asisten dari arah pintu membuat Raga mengentikan aksinya membuat Excel bernafas lega


namun Raga yang masih kesal melirknya tajam dan satu jitakan berhasil mendarat sempurna di kepala sang adik membuat Excel mengaduh kesakitan sambil mengusap kepalanya dengan wajah di tekuk cemburut


"apa"tantang Raga


demi kesejahtraan bersama Excel diam


"ada apa Za" tanya Raga pada asistennya


"Tuan dikantor"tanya Reza sang asisten


"tidak Za aku dirumah" jawab Raga jengah kedua orang ini membuatnya jengkel


"maaf tuan"


"bagaimana keadaan perusahaan Reza" tanya Raga, Excel hanya diam


"baik tuan...pak presdir sesekali datang ke kantor untuk nge cek kondisi perusahaan"jawab Reza


"apakah ada jadwal penting Za"


"tidak ada tuan"


"syukurlah..karena hari ini ada hal yang harus ku kerjakan" ucap Raga seraya menatap sinis sang adik yang cengengesan ke arahnya