
Tak terasa mengerjakan pekerjaan rumah sangat menguras tenaganya, bagaimana tidak rumah sebesar itu 2 lantai pula harus ia selesaikan sendiri.
belum lagi ia harus mencuci, menyetrika dan memasak.
dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 10:30 sekarang ia harus segera memasak untuk suaminya itu
"hufffff lelahnya diri ini" ucapnya sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku
keluar dari kamar loundry, ia sekarang berjalan menuju dapur. membuka kulkas melihat isi apa saja yang bisa ia olah menjadi sebuah masakan.
tanpa terasa ia menghabiskan waktu lebih dari 30 menit ia berkutat di dapur memasak hidangan makan siang untuk Yogi karena biasanya ia selalu pulang makan siang di rumah
sekarang jam 11 lewat segeralah ia bergegas ke kamar dan membersihkan dirinya yang sedari tadi terasa lengket akibat keringat.
selesai dengan ritual mandinya ia segera bergegas besiap-siap tak lupa baju dress yang selalu menjadi hal penting yang harus ia gunakan setiap hari, dirasa sudah siap ia segera turun kebawah menunggu suaminya datang
tepat pukul 12 siang, suara mesin mobil memasuki area pekarangan rumahnya
"ya tuhan kuatkan hamba. lagi-lagi hamba harus sport jantung disiang hari bolong" ucapnya sambil mengaminkan doanya
suara bel rumah berbunyi
ning...nong...
Cinta segera bergegas untuk membukakan pintu rumah, sebelum itu
"mudah-mudahan suasana hatinya bagus hari ini" gumamnya sambil membukakan pintu
dilihatnya lelaki tampan berdiri dihadapannya walaupun tanpa menampilkan ekspresinya tapi tak mengurangi ketampanannya itu
segerahlah Cinta menciumi tangannya dan mengambil tas kerja, kemudian Yogi bergegas masuk kedalam menuju meja makan di ikuti Cinta yang mengekor di belakangnya
Yogi mendudukkan dirinya di kursi utama dengan Cinta yang siap melayaninya
"kamu ingin lauk yang mana" ucapnya agak gemetaran
"yang itu, itu dan itu" jawab Yogi menunjuk lauk pauk yang diinginkannya
dan Cinta pun bergegas mengambilkannya dan meletakkan di atas piring Yogi, setelah selesai melayani suaminya itu ia kemudian duduk di kursi yang agak jauh dari Yogi sambil menun dukkan kepalanya
"kenapa kamu tidak makan" tanya Yogi tanpa memandang ke Cinta dan hanya sibuk memakan makanannya
"emm..itu..kamu duluan saja aku nanti.." ucapnya gugup
"ohh" ucapnya cuek
setelah selesai dengan makan siangnya, Cinta bergegas mengambil piring kotor suaminya dan meletakkannya di wastafel
kemudian ia kembali mengantarkan Yogi kedepan karena memang harus kembali ke kantor
saat mobil yang digunakan Yogi tak lagi dilihatnya, ia kembali masuk ke dalam untuk mengisi perut yang sedari tadi berdemo meminta untuk segera di isi
" nasib-nasib tega sekali kamu pada diriku" ucapnya sambil mengambil lauk untuk dimakannya
selesai makan dan mencuci piring yang kotor dengan langkah berat ia berjalan menuju kamarnya karena memang hanya kasur empuk yang ia butuhkan saat ini, badan yang terasa remuk dengan rasa lelah, letih dan lesu harus segera ia istrahatkan.
sesampainya di dalam kamar tanpa basa-basi lagi ia merebahkan tubuhnya menarik selimut dan menutup matanya. Tanpa waktu yang lama ia segera tertidur pulas
merasa baru sebentar memejamkan matanya ia sudah di usik oleh suara bising diluar
Cinta segera mengucek-ngucek matanya karena merasa tidur sebentar hal utama yang dilihatnya adalah jam
matanya seketika melotot sempurna saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 6 sore..
"jika sekarang jam 6 sore berarti..."
ia segera berlari keluar kamar di dapatinya Yogi berada di dapur untuk membuat kopi
seketika badanya bergemetar hebat ia takut jika Yogi akan marah besar karena tak menyambutnya
ia langsung merutuki kebodohannya itu bagaimana bisa ia tidur sangat lama sampai tak menyadari waktu
"biar aku saja" ucapnya mencoba mengambil alih
"tak perlu"
kemudian Yogi melangkah pergi menuju ruang tamu
karena merasa takut Yogi akan marah Cinta langsung mengekorinya untuk meminta maaf
"maaf" ucapnya lirih
Yogi tak menggubris ia hanya mendudukkan dirinya kemudian meminum kopinya
"aku mohon maaf kan aku" kali ini ia sudah terisak
Yogi belum menggubrisnya
Cinta langsung berlari berlutut dan memegang kaki Yogi, karena rasa taku yang menderanya ia rela melakukan itu ia takut jika Yogi marah dan akan memukulinya
karena merasa risih dengan kakinya yang basah akibat air mata Cinta, ia menyuruh Cinta berdiri
"Berdiri" ucapnya datar
kali ini Cinta yang tak menggubrisnya, ia tetap memeluk dan menangis
"aku bilang berdiri" ucapnya sedikit keras sambil menghempaskan Cinta dari kakinya
Cinta terjatuh ke samping secara kasar kemudian ia segera berdiri
"duduk"
Cinta kemudian duduk di sofa depan Yogi, ia hanya menundukka kepalanya tak berani melihat kemarahan yang terpancar di wajah
ia tak bisa membayangkan bagaimana marahnya Yogi saat ini, mungkin ia sekarang sudah sangat marah dan siap menerkamnya kapan saja
"maaf kan aku" ucap Cinta lagi
"hmm" jawab Yogi acuh
seketika Cinta melihat Yogi..
"apakah ini mimpi..baru kali ini Yogi tidak marah jika aku melakukan kesalahan" gumamnya lagi
"terima kasih" ucap Cinta lirih
"hmm...pergilah buat makan malam sedari tadi aku lapar" gerutu Yogi
Cinta kemudian menghapus air matanya dan berlalu meninggalkan Yogi yang hanya memandangnya dari belakang
"terima kasih tuhan engkau sudah melindungi hamba dari amarah sang raja hutan itu" ucapnya pelan
beberapa saat kemudian akhirnya acara memasaknya selesai juga dan ia segera berjalan keluar ke ruang tamu menghampiri Yogi
tapi sayang orang yang dicarinya kini tengah tertidur pulas di atas sofa
sesaat ia diam mematung saat ini ia tengah bergelut dengan pikirannya
"apakah aku harus membangunkannya" gumamnya
sesat ia membayangkan apa yang akan terjadi jika ia membangun kan Yogi
adegannya...
"beraninya kamu membangunkan ku...apkah kamu mau mati Huh..."ucap Yogi sambil mendorong kasar Cinta hingga ia jatuh kelantai
membayangkan adegan itu Cinta langsung menggeleng-gelengkan kepalanya tak ingin hal itu terjadi
"tapi jika tak dibangunkan.."
ia kembali membayangkan sebuah adegan..
" kenapa kamu tak membangunkan aku Huh..apakah kamu ingin aku mati kelaparan" ucap Yogi sambil mendorong kasar Cibta hingga jatuh kelantai
Cinta kembali menggeleng-gelengkan kepalanya...
"huuufff...sepertinya diantara kedua-duanya tak ada yang akan membuat aku bebas dari amukannya" ucapnya pelan
ia memantapkan hatinya untuk membangunkan Yogi
dengan langkah peran pelan dan ragu ia melangkah mendekati Yogi
"ini dia.. "
" Yogi..." ucap Cinta sambil mentowel-towel lengan Yogi
belum ada pergerakan
" Yogi" panggilnya lagi kali ini ia menguncang gemes lengan Yogi
"emmmm..." Yogi menggeliat
"emm itu..makanannya sudah jadi" jawab Cinta gugup karena takut dia akan marah
"emmm..sebentar 5 menit lagi" jawabnya parau
mendengar itu Cinta duduk di salah satu sofa menunggu 5 menit itu datang. dilihatnya Yogi yang tidur disana wajah yang teduh sangatlah damai dipandang
" betapa damainya kamu saat tidur tapi sayang jika kamu bangun justru tak ada kata damai" gumamnya
setelah 5 menit, ia kembali membangunkan Yogi
akhirnya Yogi bangun dan menuju ke meja makan untuk makan malam.
seperti biasa Cinta akan senantiasa meladeninya dan akan makan setelah Yogi pergi meninggalkan meja makan