~Always Be With You~

~Always Be With You~
Di Temukan



duduk agak menjauh sambil melihat orang-orang berlalu lalang di depannya dengan berbagai kesibukan masing-masing, belum lagi suara riuh dari beberapa orang yang bercengkrama dan suara anak-anak yang nangis bersahut-sahutan.


Cinta hanya duduk sambil mengelus lembut perut buncitnya yang sesekali dibalas tendangan kecil dari sang buah hati menjadi hiburan tersendiri untuk menghalau rasa jenuh yang melanda akibat terlalu lama menunggu.


"CINTA AURELIA" akhirnya namanya di panggil juga setelah hampir 1 jam duduk disana


memasuki ruang pemeriksaan dan disambut hangat oleh wanita paruh baya yang tersenyum kepadanya dan tentunya hal tersebut juga tertular kepadanya


"selamat siang mbak Cinta" sapa sang dokter


"selamat siang dok"


"gimana kabarnya hari ini ada keluhan"


"alhamdulillah nggak ada dok, hanya saja akhir-akhir ini nafsu makan saya sedikit berkurang seperti awal waktu saya hamil dok..susah makan"


"wahhh seperti nya dedek bayinya pengen mama nya diet nih" goda sang dokter membuat Cinta tersipu malu. pasalnya memang benar sejak kehamilannya ini bobot tubuhnya sudah mencapai 60 kilo sedangkan kandungannya baru 5 bulanan


"tapi nggak papa itu wajar nanti saya resepkan obat nafsu makan ya bu, jangan di turutin mau dede nya yah"


"sekalian kita USG ya bu siapa tahu kali ini udah nggak malu lagi" lanjut sang dokter lagi


"iya dok" Cinta kini terbaring di atas brankar dengan alat usg yang bergerak lincah diatas perut buncitnya


"astaga sepertinya dede bayi nya pemalu banget ya bu, buktinya kali ini pun dede nya masih nutupin kelaminnya nih" ucap sang dokter sembari terus menggerak-gerakkan alat nya


Cinta melihat monitor dimana disana ia dapat melihat sang buah hati, lagi-lagi rasa haru dan sedih menguak dalam hatinya. pasalnya keadaan langkah seperti ini harus ia lalui tanpa kehadiran suami.


selesai pemeriksaan kini Cinta menuju loker obat untuk menebus resep yang di berikannya.


••••••


sebuah mobil mewah tiba-tiba berhenti di depannya membuat Cinta melihat siapa gerangan orang sang pemilik mobil, pasanya saat ini ia duduk di sebuah halte menunggu bus yang akan datang, jika orang itu orang jahat bisa brabe dia apalagi saat ini keadaan sedikit lenggang


"Varen" ucao Cinta lirih saat melihat Varen lah yang turun dari mobil tersebut


"hai"


"kamu kok disini" tanya Cinta tanpa membalas sapaan dari Varen


sejak pertemuan terakhir itu kini ia dan Varen semakin dekat bahkan mereka telah berteman


"tadi aku ke kos an kamu kata tetangga di sana kamu ke puskesmas buat periksa makanya aku nyusul ke sini. pengennya sih temenin kamu, ehhh tau-taunya kamu udah selesai" jawab Varen yang kini duduk di samping Cinta


mendengar itu tentunya Cinta speechless diam membeku kemudian tersenyum


"makasih Varen" ucap Cinta tulus


"boleh aku lihat" tunjuknya pada foto itu


"ohh tentu"


"cantik" gumam Varen sambil menatap lekat foto di tangannya membuat Cinta mengernyit heran


"cantik" ulang Cinta


"iya Cantik sepeti mommy nya"


"kok cantik emangnya kamu tau kalo itu cewek" balas Cinta membuat Varen menatap bingung padanya


"lah gimana, kamu kan mommy nya masa nggak tau jenis kelamin anaknya"


"yahh bukan gitu sih..hanya saja selama aku USG dede nya nggak mau nunjukin kelaminnya makanya aku heran tiba-tiba kamu ngomong cantik"


"ha.... astaga emang iya"ucap Varen kikuk


"aku kira cewek karna dilihat dari ini doang dia udah cantik banget" gumam Veren membuat Cinta tersenyum


"kamu dah mau pulang" tanya Varen sembari mengembalikan foto itu ke Cinta.


"iya tapi bus nya.... "


"bareng aku aja" potong Varen


"nggak usah, enggak enak juga malah ngerepotin"


"astaga Cinta... kita inikan temen nggak ada istilah ngerepotin dalam pertemanan. yaudah yuk"


mau tidak mau Cinta menurut dari pada menunggu tiada akhir lebih baik nurut kan lumayan uang nggak keluar buat bayar bus


belum juga memasuki mobil yang pintunya di bukakan oleh Varen, sebuah tangan mencekal pergelangan tangannya membuat ia dan juga Varen mendelik


"Aagler... "gumam Cinta lirih saat melihat sosok yang menariknya adalah Aagler


Aagler menarik Cinta agar berdiri di sampingnya karena kini atensi bukan ke Cinta melainkan sosok lelaki yang bersama dengan Cinta tadi


begitupun Varen tatapan yang selama ini teduh dan ramah berubah tajam saat pandangannya saling beraduh dengan Aagler


"loe siapa hah berani-beraninya loe narik tangan Cinta" ucap Varen geram dengan suara sedikit rendah namun terdengar menyeramkan


"bukan urusan loe" balas Aagler setelahnya Aagler berlalu sambil membawa Cinta meninggalkan Varen yang menatapnya penuh murka


"masuk" perintah Aagler membuat Cinta menurut saja kemudian Aagler menyusulnya