~Always Be With You~

~Always Be With You~
Aagler Si Bodyguard Nggak Peka



tanpa terasa 3 bulan telah berlalu, dan selama itu pula Cinta dan Yogi menetap di Jakarta karena pekerjaan yang memang mengharuskan Yogi menetap apalagi perusahaan disana sempat mengalami penurunan akibat penyelewengan dana.


"yank...."panggil Yogi


"ya"


"malam ini sepertinya aku lembur deh yank, kerjaanku pada numpuk" ucap Yogi manja bahkan kini ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Cinta, membuat Cinta sedikit kesusahan memasang dasi di leher Yogi


"butuh bantuan, siapa tahu aku bisa bantu" ucap Cinta, hal ini sudah biasa sejak kejadian itu tak ada lagi rasa canggung atau apalah bahkan kini hubungannya semakin harmonis dan romantis


"nggak...nanti kamu capek lagi bisa-bisa jatah malam aku hilang" balas Yogi


"issh pikiran mu itu loh itu-itu mulu"jawab Cinta


"dah...sekarang kita sarapan"tambahnya lagi setelahnya ia mengambil tas juga jas Yogi yang terletak diatas tempat tidur


"morning kiss dulu yank" sahut Yogi saat Cinta akan menariknya menuju meja makan


Cinta memutar bola matanya males selalu seperti ini udah makanan hari-hari


cup..cup..cup..cupp


kecupan bertubi-tubi Cinta berikan di seluruh wajah Yogi membuat Yogi terkekeh geli dibuatnya


"udah...ayo nanti kamu telat Gi"


"kurang tambahin disini sekali lagi yank" ucap Yogi sambil menunjuk bibirnya, karena tak ingin berdebat dan membuatnya semakin lama Cinta segera melakukannya


cup..cup


bukan sekali bahkan dua kali agar Yogi puas pikir Cinta


"udah..ayo kita turun sarapan" ajaknya lagi kali ini, jika Yogi mengelak lagi sudah dipastikan bukan kecupan lagi yang diberikannya melainkan sebuah bogem, tahu sendiri kan dulunya Cinta sempat belajar karate walaupun nggak selesai


dengan pasrah Yogi mengikuti Cinta menuju meja makan,entah mengapa Yogi akhir-akhir ini sangat manja membuat Cinta pusing sendiri


selesai sarapan seperti biasa Cinta mengantar Yogi sampai didepan pintu, tak lupa segala ritual mereka lakukan mulai dari mencium tangan,kening dan saling memeluk


"aku pergi, baik-baik dirumah kalau boleh nanti kekantor yaa bawain makan siang sepertinya aku nggak bisa pulang"ucap Yogi


"iya..."


"yaudah bye..."setelah mencium kening sang istri, Yogi menuju mobilnya dan meninggalkan pelantaran rumahnya, bahkan dari kaca spion mobilnya dapat Yogi lihat Cinta yang masih melambaikan tangan kearahnya


melihat Yogi tersenyum manis,ahhh bener-bener tak rela rasanya ia kekantor rasanya hari ini ia inginnya bermanja-manja saja sama sang istri


seperti biasa selepas Yogi pergi maka Cinta akan melaksanakan tugasnya membersihkan rumahnya, yahh seperti inilah tugasnya sebagai seorang istri


...•••••••Rz••••••...


jam sudah menunjukkan pukul 11 siang,berarti sebentar lagi jam makan siang. buru-buru Cinta menuju kamar berganti pakaiain setehnya ia menghubungi Aagler sang bodyguard yang akhir-akhir ini jarang muncul, tapi bukannya ia juga jarang keluar rumah sehingga tak perlu pengawalan dari Aagler


"halo" ucap Cinta saat sambungan terhubung


"halo" seperti biasa Aagler dengan nada datarnya, sepertinya sia-sia saja usaha Cinta membuat Aagler mencair buktinya walau sudah sedikit mencair nyatanya akan kembali lagi...membeku


"sibuk nggak"


"nggak" balas Aagler


"yaudah anterin aku yaa ke kantor Yogi"


"iya" setelahnya sambungan terputus membuat Cinta mengumpat kesal


"sialan..."


15 menit suara klakson mobil terdengar dari luar, membuat Cinta buru-buru keluar tak lupa mengunci pintu rumahnya


"bodygoard sialan..yang ada tuh dia turun nyambut majikannya bukain pintu kek, apa kek, bawain ini kek lah ini..malah nyante di mobil, cih menyebalkan" gerutu Cinta sambip berjalan menuju mobil Aagler saat ini


"bahkan bukain pintu mobil harus aku...astaga"batinnya kesal pasalnya Aagler tak seperti bodygoard diluaran sana dimana majikan no 1, lah ini....cihhhh


saat sudah mendudukan dirinya di kursi samping Aagler, Cinta menatap tajam Aagler yang saat ini terlihat santai menjalankan mobilnya


"apa" sepertinya Aagler peka jika saat ini Cinta sedang mentapnya


"boleh mukul nggak rasanya pengen banget nabok kamu" kesal Cinta membuat Aagler seketika menatapnya sambil mengernyitkan dahi


"kenapa" tanya Aagler membuat Cinta yang entah mengapa akhir-akhir lebih sensitif dan mudah marah dan...


bugh..bughh...bughh


tanpa pikir panjang dan tanpa isin Cinta memulkul lengan Aagler bertubi-tubi membuat Aagler kewalahan menghindar apalagi saat ini ia sedang menyetir


"rasain..."kesalnya setelah menghentikan aktivitasnya


"kamu kenapa sih main pukul aja" nah lihat baru di situasi ini ia sedikit mencair


"sebenarnya kamu itu pengawal aku bukan sih" tanya Cinta geram dengan wajah merah padamnya membuat Aagler mengangguk polos untung saja sedang lampu merah


"lah aku kan pengawal kamu berarti tugasku hanya menjaga kamu bukan pembantu yang harus lakuin itu semua"jawab Aagler cepat membuat Cinta bungkam


"emang gitu yaa" tanya Cinta bodoh membuat Aagler mengangguk polos, bahkan kini amarahnya redam seketika


"ck..."Cinta berdecak kesal


"yaudah nanti kamu naik jabatan aja deh, selain jadi pengawal kamu jadi sekertaris aku juga"ucap Cinta santai membuat Aagler melongo tak percaya, untung saja ada masker setidaknya wajah bodonya tidak sampai terlihat


baru saja Aagler mau protes udah keduluan Cinta yang menyela


"nggak ada tapi-tapian" ucap.Cinta cepat membuat Aagler tertunduk lesu...pasrah ajalah


••••


Aagler hanya mengantar sampai di depan saja, bahkan saat Cinta mengajaknya masuk Aagler secara harus menolaknya dengan alasan cukup menunggu di parkiran saja


"nanti takutnya aku didalam agak lama Gler kamu nunggunya jadi lama deh"


"nggak papa dah masuk gih Yogi udah nungguin kamu" balas Aagler


"yaudah aku masuk dulu....jangan kemana-mana" pesan Cinta sebelum benar-benar masuk kedalam meninggalkan Aagler yang tersenyum dibuatnya


karena merasa sesak Aagler melepas maker dan tudung hoodienya membuat nya sedikit lega


"sampai kapan gue gini yaa" gumamnya


••••


Cinta melangkah menuju ruangan Yogi , namun sebelumnya ia berpapasan dengan Angga


"eh...ada babang tampan..haiii" sapa Cinta membuat yang disapa memutar mata kesal, pasalnya panggilan babang tampan bukannya identik dengan artis itu yaa walaupun panggilannya bagus tapi entahlah rasanya kayak gimana ya..kek ada manis-manisnya gitu bahkan saking manisnya membuat ia mual


"kok disiini" tanya Angga


"lah kak Angga juga disini" balas Cinta polos entahlah polos atau bodoh sih membuat Angga tambah kesal


"ya wajar aku kan disini kerja bambang" kesal Angga membuat Cinta hanya nyengir kuda


"lupa hehehe"


"he...he..he..dasar tua" cibir Angga


"yaudah sekalian bareng aja aku juga mau keruangan Yogi bawain berkas" ucap Angga dan Cinta hanya mengagguk saja


Angga dan Cinta berjalan menuju ruangan Yogi dengan Cinta bergelayut manja di lengan nya namun tak membuat Angga risih


ceklek


"Gi"sapa Angga membuat Yogi mengalihkan eksitensi dari laptop ke arah pintu


"yank..."ucap Yogi saat melihat Cinta dibalik badan Angga tanpa membals sapaan Angga terlebih dahulu


"yank..yank..pala loe peyang" cibir Angga kesal setelah dia duduk disofa tanpa memperdulikan pasutri itu


Yogi dan Cinta duduk di sofa depan Angga dengan Cinta membuka rantang yang dibawanya


"kak Angga udah makan" tanya Cinta disela kegiatannya menyiapkan makanan Yogi


"belum bagi gih aku laper"balas Angga tanpa malu ngapain malu orang Yogi sahabatnya dan Cinta adiknya


tanpa kata Cinta juga menyiapkan makanan untuk Angga


"Ngga cari istri gih sampai kapan istri gue yang harus nyiapin makanan elo"sahut Yogi


"sampai jodohnya datang sendiri tanpa perlu gue cari lagian si Cinta nggak keberatan tuhh" balas Angga


"ayam gorengnya Sweety jangan lupa" tambahnya lagi kearah Cinta


"klo nggak loe cari kapan loe nikahnya p'a"kesal Yogi


"loe pikir nyari jodoh nggak pakai tenaga Gi yang namanya pake tenaga bikin capek dan gue males" balas Angga gamblang membuat Yogi tambah kesal rasanya pengen banget nyumpel mulut Angga pake tulang ayam, sedangkan Cinta hanya terkekeh


"mau gue cariin nggak kak" saran Cinta


"nggak biar dateng sendiri udah mandiri juga" balas Angga nyeleneh namun dengan nada serius


"cih...p'a kok di pelihara" cibir Yogi namun tak di gubris oleh Angga yang saat ini fokus akan makanannya


"kamu nggak makan yank" ucap Yogi saat melihat Cinta hanya diam memperhatikan ia dan Angga


"belum sih tapi bingung mau makan apa..nanti aja deh selepas dari sini aku makan bakso di pinggir jalan"


"jangan keseringan makan makanan di pinggir jalan yank takutnya nggak higenis" pesan Yogi


"ia..ini lagi kepengen aja kok" balas Cinta