~Always Be With You~

~Always Be With You~
Awal Kisah



Saat ini seorang pria tampan sedang berbunga-bunga bagaimana tidak hari ini ia bertekad untuk menyatakan perasaanya pada seorang gadis yang sangat ia cintai


jika mengingat beberapa waktu belakangan hubungannya dengan sosok gadis itu sudah sangat dekat kemana-mana selalu bersama, berbagi tawa serta suka bersama, bahkan duka kehidupan pun dilalui bersama


pertemuannya dengan sosok gadis itu bisa dibilang tanpa sengaja. saat sedang melakukan perjalanan bisnisnya ke kota B ia memutuskan untuk mampir di sebuah taman kota yang saat itu tengah ramai pengunjung


suasana sore hari dimana warna langit tak lagi menapakkan cahaya teriknya kini berganti dengan suasana yang sangat teduh. langit yang tak lagi menampakkan warna birunya kini berubah menjadi jingga yang sangat cantik ditambah burung-burung yang terbang kesana-kesini seolah tengah menari indah angkasa swrta tiupan angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah menambah rasa kedamaian yang ada


Setelah sampai di taman itu pandangannya seakan menyapu segala sesuatu yang ada disekitarnya, hingga tanpa sengaja netranya menangkap sosok gadis yang sedang duduk terpojok disalah satu kursi taman.


ia lihat bahwa sosok gadis cantik nan manis itu tengah melamun dengan air mata yang merembes jatuh membasahi pipinya. rambut yang tergerai indah kini sedikit kusut akibat ulah sang angin senja


dari kejauhan ia dapat melihat bahwa sosok gadis itu menjadi pusat perhatian para pejalan kaki terutama para lelaki


melihat itu sosok pria tersebut berinisiatif melangkahkan kaki jenjangnya untuk menghampiri sosok gadis itu untuk menyelamatkannya dari tatapan para lelaki pencari mangsa


"maaf apakah boleh saya duduk disini?" ucap sang pria


mendengar suara seseorang yang menyapanya gadis tersebut reflek mendongakkan kepalanya yang sedari tadi tertunduk untuk menyembunyikan kesedihannya


"maaf tidak bisa kursi ini sudah saya booking" ucap sang gadis sambil mengalihkan pandangannya dari sang pria


"maaf bukankah ini tempat umum lagi pula ini bukan hotel ataupun restaurant yang perlu mem booking terlebih dahulu baru bisa dinikmati" ucap sang pria


tanpa menunggu protes dari gadis tersebut tanpa aba-aba pria itu langsung menduduk kan dirinya


"maaf apakah anda tidak mendengar apa yang saya katakan" protes sang gadis


"maaf..dan apakah anda tidak mendengar dengan apa yang saya katakan" ucap sang pria


"dasar semua laki-laki sama saja nyebelin" gumam sang gadis


"maaf bolehkah saya tahu apa yang sedang anda lakukan disini, apakah anda tidak menyadari bahwa anda menjadi pusat perhatian para lelaki disini" ucap sang pria


"bukan urusan anda" jawab sang gadis cuek dan kesal tanpa melihat sang pria


"maaf kalau boleh berpendapat apakah sebaiknya anda pulang saja tidak baik bagi seorang gadis perawan disini seorang diri, apalagi sebentar lagi malam dan pecahayaan disini tak begitu memadai takutnya anda menjadi korban kejahatan" ucap sang pria


mendengar itu membuat gadis tersebut sadar akan hal itu


"waduh yang ia bilang ada benernya juga kalau terjadi apa-apa bisa brabe gue" gumam sang gadis


"kalau boleh minta tolong apakah anda bisa disini lebih lama lagi" ucap sang gadis menoleh ke arah pria tersebut


"waduhh gimana nihh...tidak lama lagikan ada meeting dadakan sama klien" gumam sang pria


"maaf apakah ada alasan yang mengharuskan saya lebih lama disini" jawab sang pria


"sebenarnya tidak ada alasan penting hanya saja saya hanya ingin anda sedikit lama disini untuk menemani saya dan dari yang anda katakan tadi itu ada benarnya tapi jika anda ingin pergi silahkan saya tidak akan memaksa" jawab gadis itu dengan lesu


melihat bahwa gadis tersebut menimbulkan rasa iba didalam benak sang pria


iapun segera mengabari asisten sekaligus sekertarisnya agar pertemuan malam ini dibatalkan dan agar di undur besok saja


"baiklah kalau begitu" ucap sang pria


" terimah kasih" ucap sang gadis


hening beberapa saat...


karna tak ada lagi obrolan diantara mereka sang pria tersebut mencari kesibukan sendiri. Ia merogok saku jasnya dan mengeluarkan sebatang rokok dari tempatnya dan membakar serta menyesapnya


karna merasa sesak akan aroma asap rokok, gadis tersebut pun sedikit protes


"maaf..bisakah anda mematikan rokok anda itu sangat berbahaya dimana anda selaku penghisap dan yang menghisap bisa mendapatkan akibat yang fatal" protes sang gadis


"tapi ini bisa membuat pikiran saya jernih jika sedang kacau" tolak sang pria


" jika memang hanya dengan menghisap rokok bisa menjernihkan pikiran terus bagaimana yang tidak merokok, mengapa masih ada yang stres bahkan sampai depresi" ucap sang gadis


"okey okey okey akan saya matikan" ucap sang pria sambil membuang batang rokoknya ketanah dan menginjaknya


melihat itu membuat sosok gadis tersebut tersenyum hangat ke arah pria itu. Dan pria itupun membalasnya dengan senyuman


"maaf kalau boleh tahu mengapa anda tidak pulang saja inikan sudah malam" ucap sang pria


karna tak mendapat respon dari gadis yang tengah menatap kosong kedepan membuat pria itu diam saja


" maaf" ucao sang pria


"jika boleh saya memberi saran sebaiknya anda bercerita saja agar segala beban anda sedikit berkurang dan anda bisa merasa lega" ucap sang pria


mendengar penuturan dari pria tersebut membuat gadis itu reflek menoleh je arahnya sambil tertawa


" hahahaha...maaf tapi saya tak mempunyai tempat untuk membuang beban saya ini..hahaha" ucap sang gadis


melihat sang gadis tersebut tertawa membuat pria itu terdiam sejenak mengamati betapa cantik nan manisnya gadis itu apalagi saat tertawa menampilkan kedua lesung pipitnya yang manis


" cantik " ucap sang pria itu pelan


" apakah anda mengatakan sesuatu" ucap sang gadis menghentikan tawanya


"ehh..emm itu saya hanya bilang bahwa saya siap menjadi tempat curhat anda saat ini" ucap sang pria gugup


" sebenarnya saya baru saja putus cinta, kekasih saya memutuskan saya sepihak dengan alasan yang menurut saya konyol. kami sudah menjalin kasih selama 2 tahun lebih dan dengan mudahnya ia memutuskan hubungan bahkan lewat telpon...hahahaha bukan kah itu lucu" ucap sang gadis sambil tertawa disela tangisnya


"terus mengapa anda sangat bersedih bahkan terpuruk akan hal itu bukan kah lucu jika anda bersedih disini sedangkan ia disana tengah berbahagia" ucap sang pria


mendengar itu membuat sang gadis ter enyuh..


" yang anda katakan ada benarnya juga buat apa saya menangis sedangkan dia tengah bahagia bisa jadi dia sudah ada kekasih lagi...hahahaha betapa bodohnya aku ini..hahaha" ucapnya sambil memukul lengan sang pria


mendapat perlakuan itu membuat pria itu juga ikut tertawa bersama gadis itu


"maaf" ucap sang gadis setelah sadar akan tindakannya


" lihatlah betapa sok-sokannya aku ini memberikan nasehat soal percintaan sedangkan aku sendiri boro-boro cinta pacar saja tak punya hihihi" gumam sang pria


"halo...hai..." sapa sang gadis sambil melambaikan tangannya ke wajah pria itu karena bingung melihat pria itu melamun


"ehh iya apakah anda mengatakan sesuatu" ucap sang pria yang sadar dari lamunannya


"apakah anda mempunyai masalah jika ada sebaiknya anda cerita juga saya siap mendengarkan" ucap sang gadis lembut


" hehehe iya...jika saya mempunyai masalah itu hanya masalah kantor saja dan pastinya anda tak akan mengerti akan hal itu" jawab sang pria


" hahaha yang anda katakan ada benarnya karena menurut saya persoalan kantor lebih rumit dari pada persoalan cinta...hahaha" ucap sang gadis


" baiklah kalau begitu mari saya antar anda pulang. ini sudah malam tidak baik gadis perawan disini sendirian" ajak sang pria sambil beranjak dari duduknya


mendengar itu membuat sang gadis sedikit takut akan ajakan pria yang baru saja dikenalnya itu


melihat ekspresi sang gadis tersebut berubah serta tatapan matanya yang seolah mengatakan " maksudnya"


seolah mengerti akan hal itu sang pria pun memberikan sedikit ketenangan


" anda tak perlu khawatir saya akan menculik anda karna itu tak akan saya lakukan percayalah" ucap sang pria menenangkan


melihat tak ada kebohongan maka sang gadispun meng iyakan


Di dalam mobil hanya keheningan yang terjalin, hanya suara-suara kendaraan saja yang terdengar samar-samar oleh telinga mereka saja


" nanti belok kiri ya pak setelah itu rumah saya" ucap sang gadis memecahkan keheningan


sampailah gadis tersebut didepan gerbang rumahnya. rumah yang tidak terlalu besar berantai dua, bercat putih bersih


" terimah kasih sudah mengantarkan saya pulang" ucap sang gadis


" iya sama-sama" ucap sang pria


" CINTA...CINTA AURELLIA" ucap sang gadis memperkenalkan dirinya


"apakah aku harus memeperkenalkan diri yang sebenarnya atau jangan... ah lebih baik jangan aku mau lihat apakah dia gadis baik atau matre " gumam sang pria


" RAGA" ucapnya


" kalau boleh apakah saya bisa minta no.tlp anda nona Cinta" ucap Raga


" Tentu saja..saya yakin anda bukan orang jahat" ucap Cinta sambil memberikan kartu namanya


"baiklah kalau begitu saya permisi dulu" pamit Cinta


" silahkan..mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi" ucap Raga


Cinta hanya membalasnya dengan senyuman saja


dan pertemuan singkat itupun berlalu