
Tinggal seminggu lagi waktu yang Angga miliki sebelum ia kembali ke Indonesia, kampung halaman yang selalu ia rindukan apalagi sampai saat ini ia masih memiliki sosok Ibu dan seorang adik perempuan yang sangat ia rindukan
sangat berat rasanya untuk meninggalkan Yogi dan Cinta disini hanya saja sebagai seseorang yang masih memiliki keluarga mengharuskannya untuk kembali apalagi ini sudah sangat lama ia merantau di negeri orang untuk menimbah ilmu dan mengais rezeki
seminggu seharusnya seminggu ini ia habiskan untuk melepas penat sebelum dihadapkan kembali akan banyaknya pekerjaan yang sudah menanti kehadirannya di Indonesia tapi apalah daya semuanya hanya tinggal angan belaka. Si Yogi yang sangat menyebalkan itu mengharuskan masuk kerja untuk menyelesaikan segala pekerjaan yang menumpuk diatas mejanya
"hufffffff....kapan gue me timenya dasar Yogi kampret" gerutu Angga yang saat ini tengah menatap jengah tumpukan berkasi di mejanya
tak ingin berlama-lama larut dlam kekesalannya dengan cepat tanpa mengurangi kadar ketelitiannya ia bertekad ingin menyelesaikannya sekarang juga. jika hari ini ia habiskan di kantor maka ia tinggal memiliki sisa 6 hari lagi dan ia tak akan menyia-nyiakannya
jarum jam cepat berlalu tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukup 12 siang lewat beberapa menit bahkan Angga tak menyadari waktu makan siang telah tiba, begitupun di tempat Yogi karena kesibukan yang digelutinya ia tak menyadari waktu
sampai deringan ponsel menyadarkannya dan itu dari Cinta
"halo"
"halo Yogi...kamu nggak pulang makan siang"
"astaga sekarang jam berapa" tanyanya heran seraya melirik jam didinding
"udah waktunya makan siang makanya aku nelpon biasanya kamu akan pulang untuk itu"
"ahhh...iya sebentar lagi aku akan pulang"
" yaudah sekalian ajak kak Angga yaa soalnya aku udah masak banyak"
"iyaa...bye"
tut..tut..tut
dengan langkah lebar Yogi menuju ke ruangan Angga di sampingnya
BRUK
dengan kasar Yogi membuka pintu ruangan Angga
"astaga" pekik Angga terkejut bahkan coretan pulpen di atas kertas membentuk garis lurus memanjang
"apaan sih loe..nggak sopan banget"
"kita pulang makan siang Cinta tadi nelpon soal itu"
"jam berapa....haaaaa" ucap Angga terkejut melihat jam menunjukkan pukul 12:40
"pantesan cacing pada demo....lets go"
dengan langkah lebar mereka berdua menuju oarkiran dan tancap gas menuju rumah
selama 30 menit perjalan akhirnya mereka berdua sampai dan di deoan pintu sudah ada wanita cantik dengan senyum menghiasi bibir indahnya yaa.. Cinta menyambut suami dan kakaknya itu di depan pintu
"kok kalian lama banget sih..aku kira kalian nggak bakalan pulang untuk makan siang" omel Cinta
"ayolah Cinta sebaiknya izinkan kami masuk dulu" gerutu Yogi
"hmmm....masuklah"
mereka bertiga melangkah menuju meja makan diatas meja sudah tertata rapi berbagai masakan khas indonesia kerena memang Cinta lebih suka makan lokal dari pada interlokal dan beruntungnya Angga dan Yogi sepikiran
"wahhh rendang...mau dong" seru Angga dan langsung nyelonong duduk tanpa di persilahkan
"eitssss....seperti biasa kalau mau makan cuci tangan dulu sana" sahut Cinta memerintahkan dua orang itu untuk mencuci tangan di wastafel walaupun sebenarnya mereka makan pake sendok dan garpu tapi harus tetap cuci tangan
dengan langkah malas Angga menjalankannya diikuti Yogi, setelah selesai mereka duduk kembali dengan formasi seperti biasa Yogi di kursi utama dan Angga dan Cinta disisi kanan dan kirinya
dengan telaten Cinta melayani Yogi dan Angga, Cinta tak pernah membedakan keduannya
"wahhh kelihatannya enak nih pake tangan aja kali yaa" ucap Angga digulungnya lengan kemeja sampai kesiku dan dengan lahap ia menyantap makananya dan hal sama dilakukan Cinta karena memang makan menggunakan tangan lebih enak dari pada pake sendok nggak leluasa pikirnya
karena melihat Angga dan Cinta makan menggunakan tangan akhirnya Yogi ikut serta dan mereka bertiga makan dengan lahap sesekali Angga dan Yogi tambah sampai habis 3 porsi...gila nggak tuhh
setelah selesai Angga dan Yogi belum beranjak dari meja makan sedangkan Cinta bolak-balik membersihkan piring kotor untuk di bersihkan oleh ARTnya nanti
"loe ada lembur nggak Gi" tanya Angga sambil makan potongan buah pencuci mulut
"nggak tapi gue pulang jam 7" jawabnya sambil makan puding dalam cup
"ohhh"
"emangnya kak Angga ada lembur" sahut Cinta dengan membawa 3 gelas smoothies buatannya
"hmm...aku mau lembur sweety soalnya kerjaanku banyak banget dan aku harus segera menyelesaikannya sebelum kembali ke Indonesia"
"maksudnya kak Angga...." tanya Cinta terkejut
"iya sweety aku harus kembali ke Indonesia ada urusan yang harus diselesaikan disana lagian aku sudah lama nggak pulang kengen ibu ama Raina adek ku" jawab Angga menatap sendu Cinta sedangkan Cinta mengalihkan tatapannya ke arah Yogi seolah bertanya kenapa harus dan Yogi hanya tersenyum dan mengaggukan kepalanya
"aku harus mengirimkannya kesana Cinta soalnya perusahaan cabang disana mengalami masalah besar akibat korupsi besar-besaran" jelas Yogi
"yaudah kami balik kekantor dulu udah mau jam 2 nih" tambahnya lagi
mereka berdua bergegas meninggalkan rumah dengan Cinta mengantarkannya sampai kedepan pintu, setelah mobil yang di tumpang suami dan kakaknya itu Cinta masuk kembali berlari memsuki kamarnya yang berada di lantai bawah
"hiksss...hiksss...kenapa kak Angga harus pergi aku nggak mau kesepian disini...hikss...hikss....walaupun Yogi udah berubah tapi aku masih takut jika suatu saat ia berubah lagi. Selama ini hanya kak Angga yang bisa buat aku tenang...hikss..hikss"
Cinta menenggelamkan wajahnya diantara kedua lutut yang di tekuknya
"apa ini karma lagi buat aku karena dulu aku yang meninggalkan orang yang aku sayangngi begitu aja sehingga sekarang aku yang ditinggalkan...hikss..hikss" gumamnya lagi
"maafkan aku Raga...maafkan aku...hikss...hikss"
"jika waktu mau berbaik kepadaku aku harap akan ada waktu kita bertemu lagi walaupun itu hanya sebentar"
karena merasa lelah akhirnya Cinta tertidur dan tak menyadari waktu berjalan begitu cepat hingga sekarang sudah sore beranjak malam
pukul 7 Cinta belum bangun hingga belaian lembut membelai pipinya dan mengharuskannya memaksa mata yang terpejam terbuka
"Yogi" ucap Cinta pasalnya sangat jarang bagi Yogi memasuki kamarnya walaupun ia sebenarnya mempunyai hak akan hal itu tapi entah mengapa Cinta merasa terkejut mendapati Yogi yang tiba-tiba berada di sampingnya
"ehhh...kamu udah bangun" jawab Yogi gugup seolah ia kedapatan sedang mencuri sesuatu
"iyaaa" jawab Cinta dengan senyumnya walaupun itu tak mampu menyembunyikan kesedihannya
hening beberapa saat diantara mereka dengan posisi Cinta yang duduk selonjoran dengan bersandar di headboard sedangkan Yogi duduk disampingnya dengan satu kaki menjutai ke bawah dan berhadapan dengan Cinta
"apa benar kak Angga akan ke Indo" ucap Cinta memecah keheningan dan menatap Yogi
"iya...seperti yang aku bilang tadi siang dan hanya dia orang yang aku percaya untuk ku utus kesana" jawabnya
mendengar itu Cinta kembali meneteskan air matanya karena ia belum siap akan ditinggal Angga apalagi ia sudah menggap Angga sebagai kakaknya dan sangat ia sayangi
"hei...sudah lah Cinta dia tak akan lama kok apalagi kan dia sudah lama nggak pulang kampung dan disana ada ibu dan adiknya yang juga rindu pada Angga" jelas Yogi sambil mengegenggam tangan Cinta
Cinta kembali menatap Yogi dengan mata yang masih belum berhenti mengeluarkan airnya
"tapi aku sayang ama kak Angga...hikss..hikss"
spontan Yogi membawa Cinta dalam dekapannya dan ini sekian kalinya ia memeluk Cinta selama hampir setahun mereka menikah
Cinta yang memang butuh sandaran membalas dekapan Yogi sambil menumpahkan segala kesedihannya
"aku rasa kamu mencintai Angga Cinta" ucap Yogi bercanda
mendengar itu Cinta memukul gemas dada bidang Yogi karena kesal apa yang dikatakan Yogi
"kamu itu suamiku bisa-bisanya kamu nuduh aku selingkuh" kesal Cinta walaupun masih dibarengi sesegukannya
"hahahaha....cup..cup..cup" ucap Yoguli menenangkan
sebenarnya ada rasa bahagia dihati Yogi dimana Cinta baru pertama kalinya menyebut ia sebagai suami
"sudah yaa...jangan sedih lagi okey...si kampret itu hanya pergi ke Indonesia bukan ke planet lain" Canda Yogi
"ihhhh...dia itu kakak aku tau" ucap Cinta cemberut dengan pipi mengembung dan bibir berkerucut
"hahahah...iya..iya...sudah jangan sedih lagi kita makan malam yuk" ucap Yogi sambil menyeka air mata Cinta di pipinya
"ohhh iya sekarang jam berapa"
"udah mau jam 8 malam"
"haaa...astaga aku belum masak" ucap Cinta gelagapan sambil berdiri
"sudah kita delivery aja" ucap Yogi sldengan memegang tangan Cinta sehingga Cinta kembali duduk
melihat Yogi yang sibuk utak-atik hpnya memesan makanan terbesit satu doa di hati Cinta
"kuharap kamu tetapi begini Yogi...selalu menjadi orang yang berada disampingku waktu kita sahabatan dulu"
dan baru kali ini Cinta dan Yogi bisa sedekat ini