
selesai dengan kegiatan belanjanya Angga dan Cinta segera pulang karena tanpa mereka sadari jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, sungguh hanya disatu tempat bisa menghabiskan waktu sampai berjam-jam lamanya dan itupun hanya kesana-kemari
Beberapa saat kemudian...
sampailah mereka berdua dirumah, seperti biasa Yogi sudah menunggu mereka di depan pintu untuk menyambut istri dan sahabatnya itu
"udah puas"
"puas tapi capeknya doang" jawab Angga sedangkan Cinta hanya tersenyum manis saja
Angga harus bolak-balik dari mobil keruang tamu untuk menaruh barang-barang yang ia beli tadi sedangkan Cinta setelah mandi segera menuju dapur untuk masak makan malam mereka dan Yogi hanya duduk bersantai diruang tamu sambil melihat Angga yang kewalahan
"loe ngeborong"
"ulah bini loe ini" jawab Angga setelah 3 kali bilak-balik dan akhirnya selesai juga
"Sweety bawain minuman dingin dong..haus nih" teriak Angga
"bentar" jawabnya
tak lama kemudian Cinta keluar dengan nampan berisi jus jeruk dan kopi hangat buat Yogi
setelah meletakkanya Cinta kembali kedapur untuk melanjutkan pekerjaanya
"astaga gue capek bener..huffff" ucap Angga menghelak nafas panjang untuk mengurangi rasa lelah yang melanda bahkan minuman dingin pun tak mampu meredakan rasa lelahnya
"gila bener tuh Cinta nggak ada lelah-lelahnya apa...loe tau nggak disana dia sibuk jalan sana jalan sini dari toko satu ke toko lain terus kita keliling lagi dari lantai satu kelantai paling atas dari lantai atas kelantai tengah dari lantai tengah kelantai bawah terus naik lagi kelantai lain...gila..padahal kakinya pendek gitu tapi kok lincah bener" cerocos Angga sambil selonjoran dilantai
"namanya juga cewek jadi wajarlah...tapi gue juga heran selama gue kenal Cinta dia nggak gila shopping gitu" heran Yogi
"katanya sih buat ngehabisin duit gue..dan dia berhasil duit di ATM gue terkuras seperempat"
"baru juga seperempat belum setengah..nggak bakalan bangrut loe" cibir Yogi
"iya juga sih..emangnya jatah bulanan Cinta loe kasih berapa"
"nggak nentu sih..gue nggak tau berapa nominalnya soalnya gue langsung pencek numbernya doang" cuek Yogi
Angga hanya manggut-manggut mendengarnya sedangkan Cinta
"hachim...hachim..aduh sepertinya gue sedang flu nih...hachim"
kembali ke Angga dan Yogi
"rasanya kaki gue lemes deh Gi..nggak bertulang gitu saking capeknya"
"lebay luh"
"tuh..tuh..baru mau berdiri aja udah gemeteran Gi" ucap Angga heboh oasalnya baru berdiri aja kakinya udah geter gitu
"derita bener gue"
"nikmati ajalah anggap aja itu kesan-kesan dari Cinta..hahaha"
"ck.."gerutu Angga seraya beranjak secara pelan menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan tentunya untuk istirahat sebentar
Beberapa saat kemudian....
"Yogi makan malam udah siap"
"okey..bentar aku mau panggil Angga di atas dulu soalnya tadi dia ngeluh kakinya gemeter gitu capek katanya"
"kok bisa" tanyanya heran sedangkan Yogi hanya mengedikkan bahunya
"yaudah aku tunggu di meja makan aja"
Yogi segera menuju kelantai dua tepat dikamar Angga
ceklek..
terpampanglah Angga yang sedang tiduran
"woi bangun"
"emmm" ucap Angga menggeliat
"bangun loe dipanggil Cinta kita makan"
"bentar gue capek Gi..ngantuk"
"yaudah yang penting tugas gue selesai kalau Cinta yang bangunin loe jangan salahin gue..bye" ucap Yogi seya berlalu
"aaargghh...gue ngantuk banget" gerutu Angga mau tidak mau ia bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi untuk cuci muka setelah itu berjalan gontak menuju meja makan
"loh kok kak Angga tiduran sih baru juga jam berapa" tanya Cinta seraya melayani Yogi di meja makan
"hoaaammm...ngantuk sweety" jawabnya seraya duduk di kursi samping Yogi setelah dari Yogi, Cinta dengan cekatan melayani Angga juga dan mereka pun makan dengan tenang sampai selesai
setelah makan malam kini mereka berkumpul di ruang tamu dengan Angga dan Yogi duduk di sofa sambil nonton tv yang saat ini menayangkan sepak bola sedangkan Cinta duduk selonjoran di lantai yang teralasi karet berbulu sambil membuka setiap isi paperbag hasil shoppingnya
"yah..kak Angga kopernya nggak muat nih"
"siapa suruh belinya banyak banget"
"maunya tadi itu kita beli koper jumbo satu khusus oleh-oleh"
"itusih kerena Cinta"
"mana ada ini itu buat Raina ama ibu disana"
"tapi nggak segitu banyaknya juga kali"ucap Angga tak mau kalah
"biarin..soalnya aku nggak bisa milih semuanya bagus dari pada yang satu iri jadi aku ambil masing-masing dua deh" jawab Cinta polos sedangakan Angga dan Yogi saling menepuk jidat mereka masing-masing
"terus sisanya gimana..masih ada 6 paperbag lagi nih disimpan dimana ya kalau dipaksa takutnya rusak" ucap Cinta yang sibuk menata barang di dalam koper
"kamu sadar nggak sih Cinta udah 3 koper tuh baju Angga aja cuma satu koper" ucap Yogi yang sedari tadi gemes sendiri atas sikap Cinta
"oh iya aku ada ide" ucap Cinta kemudian mengambil koper tempat pakaian Angga membukanya dan mengeluarkan segala isinya
"loeh kok dikeluarin sih sweety" tanya Angga yang bingung atas tindakan Cinta yang mengeluarkan semua pakaiannya didalam koper
"kak Angga nggak usah bawa baju lagian kan kak Angga mau pulang kerumah pasti disana ada bajunya kak Angga tapi kalau oleh-oleh ini nggak ada disana" jawab Cinta polos dengan tangan yang terus bergerak memasukkan semua oleh-oleh yang tersisa kedalam koper
"astaga..tapi itu kan baju branded aku sweety masa aku nggak bawa pulang sih sayang dong" protes Angga
" emangnya kak Angga uda bangkrut" tanya Cinta tanpa menoleh
"bukan gitu Cinta tapi kan..itu ..aargghh serah kamu deh capek gue" akhirnya Angga pasrah
"bini loe tuh nggak mau kalah barang dikit doang" gerutu Angga pelan ke Yogi
"hahahaha....sabar..sabar ini ujian" ucap Yogi menenangkan sambil mengusap pundak Angga yang cemberut
"terus baju aku dikemanain Cinta"
"di sumbangin aja kak ke panti" jawab Cinta enteng
"hahahaha" tawa Yogi pecah
"ihh...dasar..kesel gue"
"nggak kok..nanti kak Angga pake koper Yogi aja nanti Yogi bisa beli lagi"
"loh kok koper aku yang jadi korban sih"
"alah bantu temen dikit ngapa lagian gue ke Indo juga loe yang nyuruh"
"ck...yaudah deh" pasrah Yogi
dan alhasil barang Angga menjadi 4 koper, 1 koper pakaian dan 3nya oleh-oleh
karena terlalu lelah mereka semua masuk ke kamar masing-masing untuk mengistrahatkan diri
Pagi menjelang seperti biasa semua kegiatan dijalankan masing-masing hanya saja yang beda hari ini Yogi meliburkan diri agar ia bisa menghabiskan waktu dengan sahabatnya iti sebelum ia kembali ke Indo
hari ini medeka bertiga jalani dengan suka dan iti hanya dirumah saja melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan tanpa disadari jam sudah menunjukkan pukul 3 sore dan mengharuskan Angga segera bersiap-siap untuk berangkat menuju bandara
dan disinilah mereka bertiga berada diruang tunggu
Cinta hanya murung dan sedih karena hari yang tak diinginkan akhirnya terjadi juga seolah ia kembali dejavu kemasa saat ia yang meninggalkan Raga sendirian di taman waktu itu mungkin rasa ini yang dirasakan Raga ketika orang yang disayangi meninggalkan kita, ketika kita lagi sayang-sayang dan mungkin rasa dakit yang dirasakan Raga lebih sakit lagi pasalnya orang yang meninghalkannya adalah orang yang dicintainya
"bahkan rasa bersalah ini masih tertanam rapi di hatiku tapi rasa cinta itu juga masih ada disana sehingga menyiksa aku secara perlahan..maaf" batin Cinta
dan tanpa ia sadari satu bulir airmata berhasil lolos begitu saja dari matanya
"kamu nggak usah sedih gitu dong sweety aku janji jika ada waktu luang aku bakal kesini lagi" ucap Angga menenanhkan
"iya aku tunggu dan jangan lupa" jawab Cinta menampilakan senyumanya
hingga tiba saatnya Angga harus masuk untuk cek-in
"yaudah aku pergi dulu yaa" pamit Angga
"kak Angga" ucap Cinta parau pasalnya ia sudah tak mampu lagi menahan laju air matanya
"nggak usah sedih gitu dong kayak aku mau kemana aja" ucapnya seraya mengapus air mata Cinta
"ingat jangan lupa makan, jangan lembur terlalu malam, inget keluarga, jangan lupa telpon Cinta kasih kabar, terus jangan lupa cari pacar ya kak" ucap Cinta di sela tangisnya dipelukan Angga
"iya..nggak janji" jawabnya seraya melepas pelukan dan Angga beralih ke Yogi dan memluknya sebagai sahabat
"jaga Cinta ...berubahlah Gi gue tau loe berubah seperti ini hanya akting belaka...gue mohon berubah lah jika tidak sebagai suaminya setidaknya kembalilah sebagai sahabatnya sudah cukup Cinta menderita jika memang loe nggak sanggup maka lepaskanlah dia" bisik Angga setelah itu melepas pelukannya sedangkan Yogi tak mampu menjawab ia hanya tersenyum tipis untuk menanggapinya
"yaudah aku pamit yaa..jangan sedih sweety aku nggak jadi pergi nih"
"hiks..hiks..."tangis Cinta dalam dekapan Yogi
"yaudah aku pergi yaaa..kalian yang akur" setelah mengucapkan itu Anggapun berlalu pergi meninggalkan Cinta dan Yogi dibelakang tanpa menoleh lagi
"semoga kamu bahagia sweety dan semoga Yogi bisa diandalkan" batin Angga seraya berlalu
"kak Angga..hiks..hikss..." tangis Cinta yang masih dalam dekapan Yogi
"sudah...jangan nangis lagi..kita balik yaa"
Cinta dan Yogi pun meninggalkan bandara