~Always Be With You~

~Always Be With You~
Ke Indonesia



Beberapa hari kemudian...


sejak kejadian waktu itu kini Aagler lebih berusaha lagi untuk dekat dengan Cinta, mengingat apa yang dikatakan Angga waktu itu bahwa Cinta adalah sosok yang patut di jaga baik dari musuhnya Yogi dan Yogi sendiri.


bahkan posisinya sebagai asisten pun harus ia kesampingkan dan hal itu dimaklumi Yogi karena berpikir mungkin itu lebih baik mengutamakan tugas Aagler sebagai bodyguard lebih penting dari pada sebagai asistennya di kantor apalagi beberapa musuhnya sudah bergerak untuk menjatuhkannya


dalam mendekati Cinta mungkin strategi tepat bagi Aagler adalah menjadi teman, menjadi orang yang paling dibutuhkan, menjadi sandaran Cinta, intinya ia ingin Cinta bergantung padanya.


Hari ini Cinta tidak ingin kemana-mana hanya mengurung diri di rumah karena jujur masih ada sedikit ketakutan dalam dirinya, takut jika musuh dari suaminya mengincar dirinya hingga hanya dirumah sajalah tempat yang paling aman menurutnya saat ini


Hari ini seperti biasa Cinta melakukan rutinitas sebagai ibu rumah tangga pada umumnya hanya saja ia sedikit risih akan sosok lelaki misterius bertudung hodie bermasker tengah duduk di ruang tamu rasanya seperti gimana gitu apakah seperti ini rasanya mempunyai pengawal walaupun sebenarnya dirumah itu tidak hanya mereka berdua melainkan juga ada sosok ART nya


setelah semua pekerjaanya selesai Cinta segera menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri setelah itu ia menuju dapur bermaksud ingin membuat secangkir kopi buat pengawalnya itu walaupun ia tahu bahwa kopi itu tak akan pernah tersentuh olehnya karena sejak menjadi pengawal pribadinya Cinta tak pernah melihat sedikitpun Aagler membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya itu, entahlah tak ingin di anggap tak menghargai tamu akhirnya Cinta tetap membuatkannya kopi


"ini kopinya" ucap Cinta seraya meletakkan secangkir kopi di hadapan Aagler yang sedang serius dengan gawainya


"terima kasih"


"kenapa tidak diminum"


"nanti" jawab Aagler singkat tanpa mengalihkan pandangannya


"mudah-mudahan nggak mubazir lagi..kan sayang"


"oh iya sekarang di indonesia jam berapa yaa..aku rindu banget sama kak Angga" Cinta bermonolog sendiri


"hm..ternyata ia sangat menyayangi Angga daripada suaminya sendiri" batin Aagler


"jika sekarang jam 10 pagi di indonesia berarti..."


"11 malam" sambung Aagler


"hehe iya ya" tanpa pikir panjang Cinta segera menghubungi Angga


percobaan pertama gagal, kedua sama sampai percobaan ketika baru dingkat


"halo"


"hmm..siapa" suara serak di seberang sana


"rentenir"


"haaa?"


"aku kak CINTA"


"oh...ada apa sweety"


"nggak ada apa-apa"


"ck..ganggu aja orang lagi tidur juga"


"kenapa tidurnya cepet sekali biasanya diatas jam 12 baru tidur"


"aku capek sweety ini aja aku masih di kantor lagi...."


"APA" pekik Cinta saat mendengar Angga masih dikantor jam segini waktu disana


dan itu membuat Aagler sedikit terkejut mendengar Cinta yang teriak nggak jelas tapi dalam waktu singkat ia menetralkan kembali ekspresinya walaupin itu tak mampu dibaca oleh Cinta apalagi ada masker yang menutupi wajah tampannya


secepat kilat Cinta mengubah panggilan biasa menjadi panhhilan vidio


disisi lain...


Angga sedikit ragu menjawab panggilan Cinta itu rasa kantuk yang tadi menyerang akhirnya menguap entah kemana


"kenapa gue pake acara ceplos sih...aarggg dapat siraman rohani lagi nih" batin Angga


"angkat nggak yaa"


"jangan"


"angkat"


"jangan"


seketika notifikasi pesan mengalihkan dirinya


"jika kak Angga nggak angkat hari ini . juga aku kesana"


"mampus..tapi alah masa bodo nggak mungkin juga ia kesini kan"


tak ingin mendapat ceramah singkat padat nan jelas akhirnya Angga membiarkannya saja sedanghkan sudah puluhan panggilan tak terjawab dan semua itu dari Cinta bukan kekasih ataupun istrinya ( itupun kalau ada )


kembali ke Cinta


"dasar kak Angga nyebelin" kesal Cinta mencoba menghubunhi Angga kembali sambil mondar-mandir bak setrikaan dan itu tak luput dari mata elang Aagler


"ternyata memang benar dia penyayang" batin Aagler yang melihay Cinta yang uring-uringan


"lihat aja kak Angga aku akan datang..tunggu saja" batin Cinta sambil tersenyum smrik


"Aagler tolong antar aku ke kantor Yogi sekarang"


tanpa persiapan apapun Cinta segera melangkah pergi disusul Aagler di belakang menuju ke kantor Yogi


walaupun ia sebagai istri CEO perusahaan Mahendra tapi sopan santun, tata krama dan segala aturan harus ia jalankan. Cinta menuju meja sekertatis disana


"permisi..apakah pak Yoginya ada"


"ada bu..silahkan" dengan cepat Cinta memsuki ruangan Yogi dilihatnya Yogi sedang serius menatap layar laptop yang ada didepannya


"Cinta" ucap Yogi heran pasalnya Cinta datang ke kantor tanpa kabar terlebih dahulu


"maaf aku datang tanpa memberitahumu terlebih dahulu" ucap Cinta


"kamu kesini sama siapa dimana Aagler"


"dia bersamaku sekarang dia ada diruangan sebelah"


"ada apa sepertinya serius"


"bolehkah aku minta tolong padamu Yogi"


"apa"


"izinkan aku ke Indonesia hari ini juga"


"APA" pekik Yogi


"kumohon"


"jangan main-main"


"aku serius Yogi"


"berikan satu alasan pasti mengapa aku harus mengijinkan mu ke sana"


Cinta tanpak berpikir alasan apa yang bisa ia berikan, seketika ingatannya kembali saat kemarin malam ia telponan dengan sang ibu dan katanya ibunya saat ini sedang sakit walaupun tak parah dan serius tapi itu bisa menjadi alasannya


"ibu sakit aku ingin kesana untuk menjenguknya" ucap Cinta seraya menunduk


mendengar itu Yogi segera menggapai ponselnya dan menghubungi ayah mertuanya setelah dapat kabar bahwa apa yang dikatan Cinta benar segera ia meminta maaf karena tak bisa menemui mereka disana setelah dambungan telepon berakhir, Yogi segera menghubungi Aagler untuk keruangannya


"keluarlah ada hal penting yang ingin aku bicarakan pada Aagler" mendengar itu Cinta segera keluat


tak menunggu waktu lama Aagler datang


"hari ini Cinta akan ke Indonesia ibu mertuaku saat ini sakit" ucap Yogi dingin dan datar


"ku ingin kau menemaninya"


"itu sudah pasti kemanapun ia pergi maka aku akan mengikutinya" jawabnya dan hanya mendapat senyum kecut dari Yogi


"karena kerjaan aku tidak bisa pergi bersama aku harap kau bisa menjaganya, aku serahkan istriku padamu"


"baik"jawab Aagler singat dan dingin


"berhati-hatilah musuhku ada dimana-mana" ucap Yogi serius mata elangnya menghunus Aagler yang berdiri santai di depan mejanya


"baik" ucap Aangler singkat dan pamit untuk keluar


Beberapa saat kemudian Cinta masuk kembali


"aku izinkan kamu ke indonesia sampaikan permintaan maafku pada ibu karena tak bisa menjenguknya disana"


"baik"


" seminggu...hanya seminggu waktu yang kuberikan dan ingat jangan jauh-jauh dari Aagler"


"kenapa dia harus ikut segala sih"


"baik"


"pergilah"


baru seja beberapa langkah Cinta melangkah Yogi kembali memanggilnya


"Cinta"


"ya" jawab Cinta seraya membalikkan tubuhnya


dan tanpa di duga Yogi sudah berdiri di belakanya


"ada apa"


tanpa menjawab Yogi memberikan pelukan hangat pada dirinya pelukan yang waktu itu ia rasakan pada waktu ia curhat mengenai ketidak bersediaan dirinya melepas Angga kembali ke Indonesia dan pada waktu itu Yogi memeluknya dan pelukan itu masih sama hangatnya


"kenapa kau buat aku bingung seperti ini Gi kadang kau baik kadang kau kasar apa yang terjadi hanya dengan pelukanmu saja aku bisa merasakan bahwa ada beban besar yang sedang engkau pikul saat ini"


mendapat pelukan seperti itu Cinta membalas pelukan Yogi tak kalah hangatnya


"hati-hatilah" ucap Yogi setelah pelukan itu terurai dan dingin kembali setelah itu ia membalikkan badannya menuju meja kerjannya meninggalkan Cinta yang masih mematung di ambang pintu dengan kebingungannya


"aku pamit" ucap Cinta melanhkah keliar dari ruang Yogi dimana Yogi masih membelakanginya


diluar sudah berdiri tegap Aagler yang misterius melihat Cinta keluatlr dari ruangan Yogi dengan wajah yang sangat sulit ia artikan apakah ia sedang kesal atau bahagia atau mungkin hanya kebingungan yang pasti sih


"baiklah Indonesia im coming...heheh kak Angga aku datang" batin Cinta tersenyum smrik