
beberapa minggu kemudian setelah kepergian Angga kembali ke Indonesia bersamaan itu segala kehangatan keluarga, keharmonisan yang dibangun Cinta dan Yogi pergi bersamanya
setelah kepergiannya maka kehidupan pernikahan Cinta kembali sediakala dimana tak akan mungkin ada keromantisan, kehangatan, senda gurau atau apalah yang menjadi seharusnya ada di dalam sana mungkin yang tak berubah hanya kecupan singkat serta Cinta yang selalu melayani Yogi layaknya seperti istri sungguhan walaupun kewajibannya belum juga ia jalankan.
hari ini jadwal Cinta akan belanja bulanan maka dari itu setiap ia akan keluar maka sudah hak bagi Yogi untuk mengetahuinya
💬"Yogi aku ijin keluar...ke mini market buat belanja bulanan boleh?"
💬" mampir ke kantor bentar"
💬" iya"
setelah itu Cinta siap-siap kemudian berlalu pergi menggunakan taksi menuju ke kantor Yogi. Diperjalanan Cinta teringat kembali akan kebersamaanya bersama Angga dimana ia rindu akan keluh kesahnya saat ia mengajak ke pusat perbelanjaan, dimana ia selalu menasehatinya, dimana ia bisa merasakan akan sosok kakak dari diri Angga seketika itu pula satu bulir bening jatuh di pipih mulusnya buru-buru ia menyekanya kemudian merogoh hp di dalam tas untuk menghubungi Angga, jika sekarang pukul 9 pagi waktu Canada maka dijakarta pukul 10 malam
📲📲 tut....tut....tut...
disisi lain Angga masih berjibaku dengan segala berkas yang bertumpuk diatas mejanya.
posisi sebagai asisten CEO dan diutus langsung oleh sang CEO untuk menghandle segala urusan disini membuatnya harus lembur beberapa hari ini untuk menyelesaikan segala urusan- urusan yang mesti ia selesaikan belum lagi misi yang harus ia selesaikan mengenai korupsi besar-besaran yang ada di perusahaan ini membuat ia harus bekerja extra pagi siang sore dan malam
dengan tangan yang masih di atas keyboard serta tatapan yang tertuju dilayarnya seketika buyar ketika deringan ponsel bersuara
"sweety....." ucapnya ketika melihat siapa yang menghubunginya buru-buru ia menggeser icon berwarnya hijau
" halo sweety..."
" halo kak...kak Angga apa kabar"
" baik sweety..kamu bagaimana sehatkan...aroma-aromanya ada yang kangen nih" goda Angga
" nggak tuh...siapa yang kangen" elak Cinta
" terus kamu nelpon ngapain hayo..."
" oh...itu tadi salah pencet" elak Cinta
"alasan bilang rindu doang gensinya selangit" batin Angga
"oh..salah pencet tapi kok kayak di sengaja ya..hahaha"
" dasar nyebelin...oh iya kak Angga sekarang ngapain *kok jarang banget hubungi Cint*a"
" oh ini masih dikantor lembur...kenapa" jawab Angga tanpa berpikir panjang
"APA...." pekik Cinta diseberang sana dan otomatis membuat Angga menjauhkan hp dari telinganya
"memangnya kenapa...astaga" seketika Angga menutup mulutnya yang menganga setelah mengingat bencana apa yang akan terjadi
sedangkan disisi lain Cinta yang tadinya berteriak membuat pak sopir ngerem mendadak
"ada apa bu..."
"maaf pak nggak ada apa-apa lanjutkan saja" jawab Cinta sopan kemudian dengan emosi yang masih membuncah ia mengalihkan ke sambungan Vidio call
"kak Angga dimana" tanyanya sdengan raut muka yang tak lagi bersahabat
di tempat Angga
" ya..tuhan mampuslah aku dapat cerah gratisan lagi nih"
"di...ka..ntor" jawab Angga gugup
" kak Angga lupa yaaa....yang aku bilang waktu itu" ucap Cinta dengan wajah yang sudah memerah menahan kesal
" yang mana yaa...kok aku lupa" jawabnya bodoh
"cepat pulang" ucap Cinta sedikit keras
" tapi..."
" 1"
" tapi..."
"2 dalam hitungan ketiga kalau kak Angga tak beranjak maka lihat aja aku akan memusnahkan mu...CEPAT PULANG..."
tanpa babibubo lagi Angga segera beranjak dari kursinya menggapai jas yang tergantung serta kunci mobil di meja dengan hp yang masih menampilkan wajah sangar Cinta disana
di lift...
" inget yaa..kalau kak Angga masih ngulangin lagi awas aja aku akan pulang walau cuma sehari...akan ku pastikan kak ngga nggak akan sempurna lagi" ucap Cinta penuh penekanan
" iya...nggak akan tadi itu cuma khilaf doang" bersamaan itu pintu lift terbuka langsung menuju basemant tempat mobilnya terparkir
" khilaf kok di sengaja...yasudah nanti kalau kak Angga udah sampai aku hubungi lagi sebagi bukti kalau kak Angga beneran pulang nggak nyangkut ke tempat-tempat yang nganeh"
" nyangkut..disangka layangan kali"
" emang kak Angga kayak layangan kalau nggak diarahin bener nanti nyangkut. bye...tut...tut.."
kembali ke Cinta
"hufff...lumayan bakar kalori"
beberapa menit kemudian Cinta telah sampai...
dengan langkah pelan dan elegan wanita cantik berdress kuning cerah sangat kontrak dengan kulit yang putih cerah, rambut yang bergelombang dibiarkan tergerai indah dengan aksen jepitan mutiara di sisi kanannya melangkah menuju ruangan Yogi
tok..tok..tok...
"masuk"
ceklek...
"duduklah..." ucap Yogi datar
setelah Cinta duduk, Yohi segera menghubungi Aagler
" iya pak...ada apa"
" karuangan saya segera"
" baik pak tapi kalau boleh tau ada apa ya pak"
"hari ini kamu jadi bodyguard istri saya"
"baik pak...5 menit lagi saya kesana" sambungan terputus
kembali ke Cinta dan Yogi
"mulai hari ini jika kamu keluar rumah maka 1 bodyguard akan bersamamu" ucap Yogi datar
"apa tidak berlebihan" ucap Cinta seraya menunduk sejak kepergian Angga maka beginilah hubungan Cinta dan Yogi hanya datar dan dingin
"demi keamanan..kamu tau kan aku ini pengusaha maka musuh ada dimana-mana"
"baik"
tok...tok..
"masuk"
ceklek
tampilah Aagler dengan tampilan casualnya dengan hoddie hitam serta tudung menutupi kepala juga masker hitam menutupi sebagian wajahnya sangat jauh berbeda ketika ia menjadi asisten Yogi akan berjas tanpa atribut hoddie dan masker
" duduklah" ucap Yogu mempersilahkan Aagler duduk di sofa tepat dihadapannya sedangkan ia sudah duduk dengan kaki menyilang serta tangan yang melingkar di bahu Cinta yang menunduk
"seperti kesepakatan awal dimana kamu juga akan merangkak sebagai bodyguard istri saya atau kalau perlu maka saya akan mencari satu orang lagi yang akan membantumu menghandle pekerjaanmu jika kamu menjadi bodyguard istri saya"
"terserah anda saja"
sedangkan Cinta tak menyahut sama sekali ia masih asyik mundundukan kepalanya sehingga rambut indahnya menutupi segian wajahnya
"baiklah..kenalkan ini istriku" ucap Yogi seraya memberi kode kepada Cinta agar mengangkat wajahnya mengerti kan hal itu dengan pelan Cinta mengangkat pandangannya dan orang pertama yang dilihatnya adalah sosok lelaki yang memakai hoddie dengan tudung menutupi kepala serta masket menutupi wajah.
Netra indahnya baradu pandang dengan netra coklat Aagler yang juga menatapnya
" Cinta"
"cantik dan manis" batin Aagler
" Aagler"
"dia yang akan menjadi bodyguard mu maka setelah kamu ijin ke aku hubungilah dia untuk menemanimu saat kamu ingin keluar rumah"
Cinta hanya menjawab dengan mengaggukan kepala kemudian menunduk lagi
"baiklah aku akan pergi" pamit Cinta ke Yogi kemudian keluar diikuti oleh Aagler, jika bersama Aagler maka Yogi telah mempersiapkan satu mobil untuk Cinta