~Always Be With You~

~Always Be With You~
Yogi Bercerita



Cinta dan Yogi tidur saling memeluk dengan Cinta yang meletakkan kepalanya di atas dada Yogi, nafas keduanya masih memburu setelah olahraga malam baru mereka jalani


Yogi mengelus lembut punggung polos Cinta membuat sang empu merasa geli


"Gi..."panggil Cinta mendongak menatap lembut wajah suaminya itu kemudian kembali pada posisi semula


"hmmm"jawab Yogi dengan dehemannya, setelah bercinta tadi tentunya ia merasa lelah dan ngantuk bukankah itu wajar. namun saat ini istri cantiknya itu masih belum tutup mata juga membuatnya harus meladeninya..


yahh pillow talk lah bukankah setiap wanita senang jika selesai akan aktvitas ranjang di ajak ngobrol sehingga tidak berfikir dia hanya dibutuhkan saat lagi pengennya seperti para ****** diluar sana, setidaknya seperti ini mereka akan dihargai


"apa sayang" ucap Yogi lagi karena sampai detik ini Cinta masih diam


"emmm....sebenarnya aku ingin bertanya bukannya waktu itu kamu udah janji akan menceritakan semuanya sama aku jika aku kembali ke Canada, tapi karena kita masih disini aku ingin tahu sesuatu yang selalu membuatku penasaran akan kamu Gi" ucap Cinta hati-hati takut Yogi marah atau apalah


"emangnya apa yang membuatmu selalu penasaran Cinta"


"sikap mu Gi, dari dulu hingga detik ini aku selalu bertanya-tanya tentang hal itu kenapa kamu berubah" jawab Cinta yang mengubah posisinya tidur saling berhadapan dengan Yogi


memandang lekat wajah tampan suaminya itu, mengelus lembut pipinya namun pergerakan tangannya terhenti saat Yogi menggenggam tangannya itu


"maafkan aku yang dulu Cinta, aku sadar sikap ku yang dulu sangat melukaimu baik fisik maupun hatimu, sikapku beralasan dan kuharap kamu memaafkanku" jawag Yogu sesal


Cinta hanya senyum mendengarnya, ia sudah memaafkan Yogi jauh sebelum ia meminta maaf


"aku maafin kok, sekarang alasan apa yang membuatmu seperti itu" tanya Cinta kemudian


Yogi diam, apakah ia harus menceritakan alasan dibalik sikapnya itu.


"aku maklum jika kamu tidak ingin menceritakannya, tidurlah ini sudah malam besok kamu harus kerja" ucap Cinta lagi kemudian memperbaiki posisi tidurnya dengan membelakangi Yogi


Yogi yakin jika saat ini Cinta kecewa dengannya, namun jujur ia takut jika alasan itu terungkap maka ia akan kehilangan Cinta


yah rasa takut itu sangat besar bersarang dihatinya, ia sangat mencintai Cinta bahkan dari jaman ia Smp hingga kini dan ia sangat bersyukur jika mimpi yang selalu ia dambakan kini jadi kenyataan. sosok itu, sosok yang selalu hadir dalam doanya kini berada didekatnya dalam ikatan indahnya pernikahan


"maafkan aku sayang, maafkan aku jika membuatmu kecewa aku hanya takut" lirih Yogi yang kini mendekap erat Cinta dari belakang


Cinta yang memeng belum tidur memutar tubuhnya, hingga kini ia dapat melihat wajah sedih suaminya itu


"jujur aku kecewa karena sampai detik ini setelah hubungan kita membaik, kamu belum bisa terbuka dengan ku Gi. aku istrimu dan sudah tugasku menjadi penenang jika kamu gelisah" ucap Cinta lembut, namun Yogi hanya mengeratkan pelukannya membenamkan wajahnya di dada Cinta


"emangnya apa yang kamu takutkan" lirih Cinta sambil mengelus lembut rambut suaminya


"kehilangan mu" jawab Yogi memandang lekat wajah cantik istrinya membuat Cinta mengerutkan keningnya heran


"kehilangan, memangnya aku mau kemana" tanya Cinta heran.


Yogi menggeleng


"kamu memang disini Cinta tapi ragamu tidak dengan hatimu" balas Yogi lembut sambil mengelus pipi Cinta


deg


Cinta terkejut, mulutnya keluh, pikirannya blank. apa maksud Yogi batinnya


"yahhh...aku tahu jika sampai detik ini kamu belum mencintaiku dan masih mencintainya. Aku sadar jika akulah yang menjadi penghalang antara kalian"


"sssttt....diamlah dengarkan aku bercerita anggap saja ini hanya dongeng pengantar tidur saja" balas Yogi lembut dapat Cinta tangkap rasa tulus ada disana


"jika kamu bertanya dari mana aku mengetahuinya, maka dengarkanlah" sejenak Yogi menghelak nafas kemudian lanjut bercerita


"setelah tahu jika kita dijodohkan, 2 minggu kemudian aku kembali ke jakarta aku ingin menemuimu aku sadar berpisah lama tentunya akan menyisahkan rasa canggung diantara kita, makanya aku kembali sekedar ingin mendekatkan diri kembali, tapi...."


"yang kudapatkan hanya penolakan darimu, bahkan aku mendengar pertengkaranmu dengan ayah waktu itu, niatnya ingin bertamu ehh malah nguping hehehehe" tambahnya lagi sedikit terkekeh namun yang Cinta tangkap ada luka disana


"mulai saat itu aku selalu mengikutimu diam-diam, apakah kamu tahu 2 minggu ku habiskan sebagai penguntit dan dari situ ku tahu bahwa kamu telah ada yang punya dan aku yakin kamu sangat mencintainya setelah 2 minggu itu aku kembali ke Canada rencanya aku ingin membatalkan perjodohan itu namun yang kudapatkan hanya penolakan katanya mama sangat menginginkan kamu jadi menantunya. setelah menikah tepatnya saat kita telah dicanada sebenarnya ada satu hal yang membuat ku sakit hati. waktu itu niatnya sih ingin sekamar dengamu ehh tapi kamu nya ngigo manggil nama seseorang entahlah aku lupa, jujur aku sedih dan dari situlah sebenarnya aku menjauh hanya untuk membutmu nyaman akan statusmu yang baru tapi terkadang aku ke bablasan hingga bermain fisik. disaat aku ingin kembali memperbaiki semuanya selalu saja ada penghalang mulai dari aku yang tidak sengaja mendengar kamu curhat dengan Angga mengenai sosok itu jika kamu masih sangat mencintainya, atau disaat aku diam-diam memasuki kamarmu mendapatimu mengingau mengatakan sangat mencintainya" cerita Yogi panjang lebar


Cinta hanya menyimak dengan derai air mata, dia sadar jika selama ini perubahan Yogi terjadi karena ulahnya, ia sadar seberapa besar dampak masa lalu di masa depannya ini.


"maaf" lirih Cinta


"tidak ada yang perlu di maafkan ,aku dan kamu sama-sama mempunyai masa lalu dan mari kita memperbaiki diri"


Cinta tidak mampu lagi dalam berucap yang dia lakukan hanya memeluk erat suaminya itu


"bantu aku Gi, bantu aku hiksss...hiksss, ini sangat menyiksa bantu aku lepas dari belenggu itu hikssss" mohon Cinta di sela isak tangisnya


"bantu aku agar hanya kamu ada disini" ucap Cinta lagi mengambil tangan Yogi dan meletakkannya di dadanya


"iya...aku mencintaimu sweety...sangat" balas Yogi kemudian mengecup lembut kening Cinta


"selamat tinggal masa lalu mungkin setelah ini aku akan berjuang keras untuk melupakanmu cukup kamu hanya menjadi masa lalu, tidak di masa ini maupun yang akan datang. terima kasih sempat hadir" batinnya


keheningan menyelimuti mereka, suara dentuman jarum jam menandakan keheningan melanda.


Cinta masih diam dalam dekapan Yogi sedangkan Yogi juga diam menerawang kejadian tadi disaat Cinta memohon bantuannya wajah sedih dan putus asa itu dalat ia lihat di mata indanya apakah segitu dalamnya cinta itu untuk sosok itu, iri tentu ada


"Gi..."


"hmmm"


"kalau kamu apakah dulu kamu punya sosok kekasih sebelum kita di jodohkan"


"ada tapi sayang dia telah meninggal" jawab Yogi membuat Cinta tersentak


"kenapa"


"sudahlah lebih baik kita tidur buat apa membicarakan masa lalu, atau mau kita lanjut ronde ke empat seperti kamu masih kuat" goda Yogi menciba mengalihkan pembicaraan


"tidak...tidakk..tidakkk, aku capek Gi juga ngantuk" rengek Cinta membuat Yogi gemas menjewel pipinya


"makanya tidur udah malem, nggak baik buat dede bayi"


"aku belum hamil Gi"


"anggap aja udah"


akhirnya mereka berdua terlelap dalam indahnya sang mimpi.