~Always Be With You~

~Always Be With You~
Kamu Terlalu Baik



Pagi hari menyapa sinar mentari yang masuk melalui celah jendela terpaksa membangun kan sosok wanita cantik yang terlelap dalam mimpinya, terbukti kini kelopak matanya mengerjap-ngerjap dan perlahan terbuka


matanya menyapu segala penjuru ruangan mengingat dimanakah ia sekarang. Hingga akhirnya ingatannya kembali akan peristiwa semalam, dimana kenyataan pahit harus ia terima


"aku akan menikah dengan Deby karena dia sekarang mengandung anakku"


sepenggal kalimat itu kini menari indah di ingatannya membuat dadanya kembali sesak hingga cairan bening menggenang di pelupuk matanya


apa takdirnya begitu rumit atau ujiannya yang terlalu besar, kata orang seorang hamba tidak akan di uji di luar dari batas kemampuannya. Tapi ini sungguh... sungguh dia sudah sampai di titik paling rendah dalam hidupnya seolah memaksanya untuk menyerah saja


Cinta menumpahkan segala sedih, kecewa juga marahnya dalam tangisannya nyatanya ini belum mampu menenangkan jatinya yang sudah terlanjur terluka lagi itu


ceklek


suara pintu terbuka mengalihan perhatian Cinta, dilihatnya sosok semalam yang sempat ia lupakan sejenak


"pagi" sapanya membuat Cinta menyeka air matanya


Cinta memandang lekat soso itu dan baru sadar bahwa si Dia tidak ada yang berubah, hanya saja ia tidak tahu lagi apakah pandangan sayu nan teduh itu masih menyimoan cinta atau luka


"ini dimana" tanya Cinta saat Raga baru saja meletakkan nampan berisi bubur dan juga susu di atas nakas


"di apartemen milikku " jawab Raga yang kini duduk di kursi rias agak jauh dari temoat Cinta bukannya tidak tahu bahwa Cinta baru saja menangis terbukti matanya kini sembab tapi ia hanya diam takutnya malah mengganggu


"apartemen" beo Cinta pelan


"tidak-tidak apa kata orang jika aku berada di apartemen bersama lelaki lain" batin Cinta


"aku ingin pulang" desis Cinta menyingkap selimut yang menutupi setengah tubuhnya kemudian bangkit dari pembaringan nya, namun baru saja kakinya menapaki lantai kepalanya dilanda pusing yang amat berat


"ausssss" desisnya membuat Raga sedikit khawatir


"kamu tidak papa" tanya Raga yang kini berdiri di dekatnya


"kepalaku pusing dan mu..... " tiba-tiba gelombang dari dalam perutnya memaksa sesuatu keluat


"huekkkk" mualnya


"astaga" pekik Raga panik sedangkan Cinta yang entah mengapa tak bisa menghentikan mualnya terpaksa harus mual di samping tempat tidurnya dan berpegangan pada nakas disampingnya


"huekkkk" mualnya lagi membuat Raga spontan memijat lembut tengkuknya


"astaga tenggorokan ku sakit dan rasamya sangat pahit" batin Cinta


"hueeeekkkk" mualnya lagi, namun anehnya hanya cairan bening yang keluar


beberapa saat kemudian


"udah mendingan" tanya Raga yang masih memijat tengkuknya dibalas anggukan pelan dari Cinta


rasanya dunia seakan berputar, sangat pusing hingga membuat Cinta nyaris terjatuh untung saja Raga sigap memegangnya


"duduklah kamu burtuh istirahat lebih" ucap Raga kemudian berlalu keluar tak lama kemudian datang dengan alat pel di tangannya


"biar aku saja"


"tidak usah, kamu lebih baik tiduran saja wanita hamil disarankan lebih banyak beristirahat apalagi hamil muda" balas Raga yang kini mengepel bekas muntahan Cinta tadi


"tapi... "


sedangkan Cinta rasanya tidak enak hati membuat Raga harus membersihkan muntahannya itu, namun disisi lain ia dibuat terkejut saat Raga mengetahui bahwa kini ia sedang mengandung


"dari mana kamu tahu aku sedang hamil" tanya Cinta heran


"semalam saat kamu tertidur aku memanggil seorang dokter untuk memeriksa keadaanmu apalagi semalam aku melihatmu sedang mengelus perutmu saat di pinggir jalan, aku curiga kamu hamil dan nyatanya benar" balas Raga yang masih dengan kegiatannya


Cinta diam mendengar penjelasan Raga itu pandangannya kini terpaku akan kegiatan Raga di depannya yang asik ngepel


"makanlah kamu butuh asupan dan jangan lupa minum susunya itu susu hamil" ucap Raga lagi setelahnya ia keluar dengan pel di tangannya


"segitu perhatiannya dia memang tak ada yang berubah, beruntunglah perempuan mendapatkannya" batin Cinta


"kenapa harus orang lain Gi kenapa harus orang lain kenapa bukan kamu aja" gumam Cinta yang memandang nanar pintu yang kini kembali tertutup rapat


Cinta meraih nampan diatas nakas dekatnya melihat semangkuk bubur ayam dan susu stroberry disana


sesuap demi suap ia masukkan di dalam mulutnya hingga setengahnya telah ia habiskan barulah ia meraih susu stroberynya


"rasanya aneh tapi lumayanlah" gumamnya memandang gelas kosong di tangannya, bukannya apa hanya saja selama ini ia tidak terlalu menyukai susu strobery kalau coklat dan vanila iya dia suka


Raga masuk dengan setelan baju berbeda, kini ia memakai stelan jasnya Cinta tebak mungkin ia akan ke kantor


"aku akan ke kantor kamu disini saja jangan kemana-mana dan jangan lakukan apapun cukup tidur saja" ucap Raga yang kini mengambil nampan di pangkuan Cinta


" kenapa buburnya tidak habis" tanya Raga memandang semangkok bubur yang hanya habis setenghanya


"mual" jawab Cinta


"aku mau pulang" lanjutnya lagi membuat Raga memandang nya


"yakin" jawab Raga memastikan membuat Cinta ragu menjawabnya


"aku tahu kamu lagi ada masalah sebaiknya kamu disini dulu"


"dari mana kamu tahu aku lagi ada masalah"tanya Cinta


"keluar dimalam hari dengan sebuah koper dan berdiri di pinghir jalan bukannya itu tanda kalo kamu lagi ada masalah"


"sok tahu" cibir Cinta


••••••


Rasanya sangat bosan ketika tinggal diapartemen yang luas ini seorang diri. Sekarang jam 5 sore, Cinta yang baru selesai mandi setelah seharian ini mager di tempat tidur duduk di sofa ruang tamu sambil menonton acara karton kegemaran anak kecil pada umumnya


namun bukannya menonton, Cinta malah melamun memikirkan jalan hidup yang menurutnya sangat rumit ini


cinta pertamanya harus kandas karena di jodohkan kemudian setelah menikah ia harus menderita walau nyatanya kini hubungannya dengan Yogi sudah membaik beberapa bulan belakangan, Tapi apa ini! setelahnya ia harus merasakan sakit lagi ketika Yogi terang-terangan mengatakan bahwa akan menikah lagi bahkan parahnya lagi akan memiliki anak dari wanita lain. Dan ujung-ujungnya ia kembali lagi akan sosok lelaki yabg waktu itu ia sakiti, siapa lagi kalau bukan RAGA


sosok yang ia tinggalkan kini bersamanya lagi sosok yang selalu mengulurkan tangan disaat ia terluka... LAGI


"kamu terlalu baik Raga untuk seorang wanita seperti diriku, kuharap tuhan mengabulkan doaku ini" gumamnya sambil mengelus lembut perutnya


"sayangnya mommy sehat ya nak" ajaknya pada sosok anak di dalam perutnya


"saat ini kita disini dulu yaa, nanti kalo mommy udah sehat kita cari tempat yang jauh"