
setelah makan siang, Yogi menahan Cinta untuk lebih lama lagi disana. Entah mengapa akhir-akhir ini rasanya ia selalu ingin dekat dengan sang istri tak ingin berpisah terlalu lama.
"astaga nih anak manja banget, sejak kapan woiiii" ucap Angga kesal pasalnya pasangan tak tahu diri itu..oh tidak lebih tepatnya si Yogi brengsek itu tak punya malu berani-beraninya ia bermesraan di depannya kalau ia sampai kepengen kan brabe
ohh ayolah Angga jomblo, otomatis jiwa JONAS nya menolak keras adegan berbahaya tak untuk di tiru itu...
"nikah Nggak...enak nih" cibir Yogi yang kini posisinya berbaring dipangkuan Cinta dengan mendusel-duselkan wajahnya di perut Cinta
"in sya allah besok..... kalo nggak hujan" jawab Angga ngasal karena kesal sendiri
"amin" sahut Cinta dengan senyum manisnya ke arah Angga, sedangkan tangannya masih sibuk mengelus-ngelus rambut suaminya
melihat senyum Cinta itu entah mengapa menambah rasa kesal dihatinya.
"Cih menyebalkan...tentulah nikah enak, hellow kemana aje loe bambang baru tahu kalo nikah itu enak, nyeselkan loe baru tahunya sekarang dulu-dulu di cuekin, karma rasa nikmat ini mah" gerutu Angga dalam hati, sedikit mencibir juga
"ngapain masih disini loe..balik gih ganggu privasi orang aja loe" sahut Yogi yang masih dengan posisinya.
"biarin bodo amatlah"
"yank...."
"hemm" jawab Cinta menunduk melihat mata sang suami sedikit sayu menahan ngantuk
"kamu tau nggak kalo perempuan dan laki-laki sedang berduaan yang ketiganya apa" tanya Yogi
baru saja Cinta akan menjawab, malah keduluan Angga
"SETAN GI..SETAN...PUAS LOE"pekik Angga kesal bukan main bisa-bisanya si kampret yang satu ini menganggap dirinya sesuatu tak kasat mata, hanya orang bodoh yang tak melihat dirinya, udah ganteng, kaya,baik lagi..Cih menyebalkan
"nah tuh loe sadar..emang benerkan lagian loe yang bilang sendiri bukan aku loh" ucap Yogi polos
"udah..udah...kalian istrihat gih kan nanti malam pada lembur tapi ingat jangan lewat dari jam 10 malam" ucap Cinta menengahi mereka berdua sembari memberikan ultimatum yang tak dapat di ganggu gugat
"iya/hmmm" jawab Angga dan Yogi bersamaan, kalo sang ratu udah berbicara para budak bisa apa
beberapa saat hanya keheningan..
kini Yogi benar-benar terlelap, sedangkan Angga yang juga merebahkna dirinya di sofa sebelah dengan lengan bertumpuh di keningnya,namun tak kunjung tidur
"kak.."panggil.Cinta
"hmmm"
"Reina ama Bunda apa kabar rasanya udah lama aku nggak ketemu mereka, kangen rasanya"
"ohh ayolah sweety, kamu belum tua sehingga pikun diusia dini baru aja 2 hari yang lalu kamu kerumah ama laki mu"
"ehh iya yah...tapi kok rasanya lama banget yaa"
"mereka baik kok lebih-lebih Reina udah mulai buka diri lagi udah berani buat nongkrong ama teman-temannya"
"nanti aku ngomong lagi ama Yogi"
Tanpa terasa 2 jam Cinta berada disana, membuat Aagler yang sedari tadi menunggunya diparkiran dilanda kejenuhan
"ck..dia kemana sih lama banget" gerutunya bak cacing kepanasan
sedangkan Cinta masih berusaha membujuk Yogi untuk mengisinkannya pulang
"Gi...aku belum makan loh laperrrr nih"
"pesan aja"jawab Yogi malas pasalnya baru saja ia bangun tidur sehingga nyawanya belum terkumpul semua
"nggak aku nggak mau, maunya makan disana" tolak Cinta
"tapi aku mau kamu disini aja" ucap Yogi manja, kini ia semakin mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di perut Cinta
"kok kamu manja gini sih" kesal Cinta, sedangkan Angga sudah dari tadi meninggalkan ruangannya. Untunglah ia sudah pergi, jika tidak sudah dipastikan jiwa jomblonya semakin merontah bahkan mendobrak keluar
"Gi..."panggil Cinta lembut
"hmm"
"aku pulang yaa, aku tunggu kamu di rumah kalau perlu nggak usah lembur bawa aja kerjaannya pulang sekalian kak Angga suruh nginep buat bantu kamu" ucap Cinta lembut sesekali mengusap lembut rambur suami manjanya itu
lama Yogi terdiam, hingga akhirnya mengangguk
"yaudah kamu pulang aja, tunggu aku yaa jangan kemana-mana..awas loh"
akhirnya Cinta bebas juga walau kini bibirnya terasa kebas karena Yogi meminta ia mengecupnya berulang-ulang
sesampainya di parkiran Cinta segera masuk dan duduk dengan baik
Aagler hanya menatapnya kesal, bisa-bisanya tanpa rasa bersalah dia malah duduk enakan tanpa meminta maaf karena membuatnya menunggu
"Gler kini mampir bentar ya dipenjual bakso pinggir jalan, aku mau makan bakso"
"hmmm"
sesampainya disana Cinta segera memesan bakso dan jus jeruk, sempat menawarkan ke Aagler tapi yaaa selalu di tolak. Tak ingin ambil pusing setelah pesanannya datang Cinta segera menyantapnya
"pelan-pelan" ucap Aahler yang hanya menatapnya, heran sendiri kok Cinta makannya rakus gitu kek nggak pernah makan aja.
selesai makan, Cinta pamit ke toilet walaupun sempat Angger mau mengantarnya namun secara halus ia tolak
selesai akan hajatnya, Cinta kembali melangkah menuju mejanya, namun...
"hmmmmppp"