
Pov Erlangga
Namaku Erlangga, biasa dipanggil Angga diumur ku yang sekarang yaitu 26 tahun aku sudah bisa mencapai kesuksesanku. aku anak Sulung dari 2 bersaudara, aku mempunyai seorang adik cantik bernama Raina Mahera yang sekarang berumur 22 tahun. Berhubung aku anak yang pintar dan cerdas sehingga aku mendapatkan beasiswa kuliah di Canada, mendapatkan kesempatan seperti itu tidak membuat aku bisa merasa senang justru aku merasa dilema yang besar meninggalkan kedua orang tua dan seorang adik perempuan di kampung bukanlah suatu hal yang mudah untuk kujalanai apalagi aku anak laki-laki yang dibanggakan agar bisa mengangkat derajat keluargaku tapi karena dorongan orang tua yang kuat, yang meyakinkan ku untuk menggapai yang namanya impian aku beranikan diriku untuk ke negeri orang lain berharap setiap doa dan setiap langkah yang ku ambil menjadi hal yang pasti
Di sinilah aku sekarang kuliah di negeri orang bukanlah hal yang mudah selain dari bahasa, budaya dan gaya hidup yang sangat berbeda dengan diriku membuatku menjadi anak yang pendiam dan penyendiri tapi itu dulu sebelum aku kenal dengan orang yang bernama Yogi Mahendra. Dia orang yang bersahabat mungkin karakter kami beda tipis aku lihat dia juga pendiam dan tak memiliki teman yang lain, sejak kami kenal kami menjadi pribadi yang berbeda dan sejak aku kenal dengan Yogi aku juga dekat kedua orang tuannya. Mereka baik bahkan mereka menggap aku sebagai anaknya sendiri
selesai kuliah aku langsung bekerja di perusahaan Yogi, ia mengangkatku sebagai asistennya. saat ia menawarkan pekerjaan kepadaku tanpa berpikir dua kali lagi aku langsung menerimannya karena aku berpikir mungkin ini kesempatan besar untuk merubah nasib aku dan keluargaku.
segala suka duka aku lalui bersama Yogi aku mengabdikan diriku sepenuhnya kepada dirinya karena berkatnya aku bisa sesukses sekarang
setelah panjangnya perjalan kami lalui aku tak pernah sedikitpun melihat Yogi berbeda tapi saat ia menikah dengan seorang wanita cantik dan manis dia sangat berubah , bahkan ia tak segan-segan menyakiti wanita, hingga sekarang aku tak pernah mengerti mengapa Yogi bisa bersikap demikian
namanya Cinta Aurelia wanita yang cantik dan manis yang selalu menjadi korban bulan-bulanan Yogi, karena aku seorang kakak dari seorang perempuan tentu hal itu tak bisa aku terima, sehingga aku berusaha mendekatkan diri kepadanya agar ia mempunyai sandaran akan segala kesedihannya
tak butuh waktu lama bagi ku tuk akrab dengannya karena ia anak tunggal jadi dia menggap kehadiranku adalah sebuah berkat baginya hingga ia bisa mersakan kehadiran seorang kakak, segala hal ia ceritakan kepada ku dan aku selalu menjadi pendengar yang baik untuknya. sejak kenal Cinta aku berjanji pada diriku akan selalu menjaganya apapun yang terjadi karena akupun memiliki seorang adik perempuan dan aku selalu menjadi tameng baginya jika ada seorang yang ingin menyakitinya
hingga suatu saat aku menemukannya tegeletak pingsan dengan luka-luka di sebagian tubuhnya seakan membuat aku hancur. perasaan khawatir serta penyesalan datang bersamaan menghampiri diriku bagaimana bisa aku gagal menjadi seorang kakak untuk menjaganya.
End
setelah memastikan Cinta tertidur pulas aku langsung membaringkan tubuhku yang sedari tadi lelah disofa dekat pembaringannya tak butuh waktu lama akupun terlelap
aku membuka perlahan mataku ketika mendengar sayup-sayup suara Cinta yang menggerutu tentang suatu hal
masih dalam posisi terlentang samar-samar kulihat Cinta ingin menggapai sesuatu
"Cinta kamu udah bangun" ucapku parau sambil mengucek kedua mataku
"iya kak..hehehe"
"kamu ngapain" tanyaku sambil melangkah kearahnya
"ini kak aku mau minum haus soalnya tapi airnya agak jauh dari Cinta"
"kenapa kamu nggak bangunin aku sih sweety" gerutuku sambil mengambilkan air untuknya
"aku nggak tega ngebangunin kak Angga soalnya kak Angga tidurnya pulas" jawabnya malu-malu sambil menunduk
"aku nggak tidur cuman nge pejemin mata doang kok" jawabku sambil membantunya minum
"makasih kak"
"hmm"
Angga mendudukkan dirinya disampuing pembaringan Cinta sambil mengajaknya ngobrol agar Cinta tak bosan di ruangannya
"kak kapan aku bisa pulang"
"setelah dokternya ngizinin" Angga cuek
mendengar jawaban Angga, Cinta menjadi bersedekap dada kesal dan mengerucutkan bibirnya gemes
entah mengapa sejak dekat dengan Angga Cinta biasa manja dengannya mungkin karena ia bisa merasakan kasih sayang dari namanya seorang kakak
Angga hanya melihatnya biasa..
"tapi aku bosan kak disini terus"
"yaa..mau gimana lagi"
"aissss.."gerutu Cinta sambil memukul-mukul pahanya dan menggerak-gerakkan kakinya
"autssss" pekik Cinta ketika ia merasakan sakit disekitar tangan dan kakinya akibat sedikit membrontak
seketika kakinya mengeluarkan sedikit darah begitupun tangannya
"autsss...perih..hikss..hikss"
"Cinta kamu jangan banyak gerak dulu gini kan jadinya" bentak Angga
degg..
air mata Cinta tambah deras
"hiks..hikss...hikss...kenapa kak Angga marahin Cinta"
"kamu sih bandel aku jewer baru tahu rasa" kesel Angga
mendengar itu spontan Cinta memegang kedua telingannya
"kak Angga..hikss..hikss" panggil Cinta sesekali sesegukan
sedangkan Angga kembali duduk dengan wajah sedikit di tekuk akibat ulah Cinta tadi
"hemm" jawabnya tanpa menoleh
"kak Angga" panggil Cinta lagi disela tangisnya
"tangan sama kaki aku sakit..hikss..hikss"
"astaga Cinta darah"ucap Angga panik ketika melihat kaki sama tangan Cinta yang diperban mengeluarkan darah
Cinta hanya menangis menahan perih sekaligus panik melihat kepanikan Angga
"panggilin dokter kak"ucap Cinta lirih karena melihat Angga dari tadi hanya mondar mandir karena panik
entah mengapa Angga menjadi blank karena ulah Cinta itu bahkan ia kesetanan memanggil dokter tanpa memencet tombol untuk memanggil dokter
mendengar teriakan Angga seorang dokter dan beberapa perawat memasuki ruangan Cinta
memberikan penanganan dengan mengganti perban yang ada di kaki dan tangannya seraya memberikan peringatan kepada Cinta bahwa ia tak boleh banyak bergerak dulu karena lukanya masih basah dan Angga pun mendengar dengan seksama
"dokter aku mau pulang" ucap Cinta
"Cinta" panggil Angga tegas untuk memperingati Cinta
seketika Cinta menundukkan kepalannya mendengar panggilan Angga yang mengerikan ditelinganya itu
"maaf nona anda belum diperbolehkan pulang dulu anda masih harus dirawat" ucap dokter
setelah selesai dokter dan perawatnya pun keluar ruangan Cinta menyisakan Cinta dan Angga
suasana ruangan seakan mencekam bagi Cinta bagaimana tidak Angga sedari tadi diam duduk di sofa sambil menatapnya tajam dan Cinta pun tau akan hal itu
Cinta hanya menundukkan kepalanya dan berusaha agar tak bersitatap dengan Angga
untuk menghilangkan kegugupannya Cinta menggerak-gerakkan kakinya gemas bahkan ia lupa pesan dokter barusan
melihat aksi Cinta itu Angga hanya membuang nafasnya kasar sambil menggeleng-gelengkan kepalannya
"kenapa nih anak keras kepala banget yaa sabar Angga maklum perempuan memang gitu" batin Angga
"Cinta hentikan" ucap Angga dingin sambil mendekati Cinta dan duduk disampingnya
Cinta menghentikan aksinya sambil menundukkan kepalanya dan menangis dalam diam
"hufffff...."Yogi mengehembuskan nafasnya kasar ketika menyadari Cinta menangis
"nasib-nasib punya adik labil" batin Angga
"heii...kamu menangis sweety" ucap Angga lembut
"enggak" jawab Cinta parau sambil sesegukan
"oh.." ucap Angga cuek walaupun ia tau Cinta sedang menangis
"huaaaa...hiksss..hikss..hikkss..kak...Angga...hikss jahat" tangis Cinta pecah sambil sesegukan
seketika Angga gelagapan yang tadinya pura-pura cuek kini kini panik sendiri melihat Cinta yang histeris
"cup..cup..cup"usahanya sambil memukul mukul gemas kepala Cinta
Cinta masih menangis
"kenapa kak Angga memukul kepala Cinta" ucap Cinta disela tangisnya
dan Anggapun menggantinya dengan mengelus lembut rambut Cinta
"cup..cup..cupp udah dong nanti cantiknya hilang" rayu Angga
"nggak bakalan..aku pasti tetap cantik plus manis hikss.." jawab Cinta disela tangisnya
"sempet-sempetnya membanggakan diri dasar cewek mah gitu nggak mau dibilang jelek" batin Angga
"yaudah yaa"
"kak Angga jahat hikkss..marahin Cinta"
"enggak kok tadi itu aku nggak marah"
"bohong"
"enggak..suerr dah"
Cinta menatap lekat Angga dan seketika Angga salah tingkah sendiri
"oh.." jawab Cinta biasa sambil menghapus air matanya dan seketika ia berhenti menangis
melihat itu Angga hanya melongo tak percaya bagaimana tidak Cinta yang tadinya histeris sendiri tiba-tiba berhenti seperti tak pernah terjadi apa-apa
" lohh..kok..kamu..ahh lupakan" jawab Angga frustasi