~Always Be With You~

~Always Be With You~
Dejavu?



Seperti Dejavu, pandangan Raga terpatri akan sosok wanita yang baru saja mengangkat wajah menatapnya sehingga kini netranya bertatapan langsung dengan netra indah itu


namun keindahannya kini tertutupi genangan air mata yang terbendung disana


deg


Pov Raga


apakah ini mimpi atau nyata mendapatinya kembali dalam situasi dan kondisi yang sama dengan 2 tahun yang lalu


apakah ini kembali permainan takdir mempertemukan kami kembali dalam keadaan seperti ini


Rasanya....lucu sekali


Dia disini... di depanku rasnya dekat namun terasa jauh sekali untuk ku dekap


Dia.... cintaku.... Cinta Aurelia


Pov Cinta


Astaga rasanya...jujur aku tak ingin ada disituasi ini, kumohon jangan lagi-jangan lagi kumohon!!!


takdir sebercanda inikah dirimu orang yang kulukai datang menemuiku.... LAGI


apa maksud ini semuanya...Apa?


tapi saat ini aku ingin sendiri, aku tak ingin.. tidak-tidak bukan tak ingin hanya saja...


aku tak mau kejadian waktu itu terulang lagi dimana kehadirannya menjadi warna dalam hidupku, tapi saat ini sungguh keadaanya berbeda


Ya tuhan, kenapa seperti ini, disaat aku sudah berhasil melupakannya kenapa dia justru kembali hadir, bahkan dalam situasi yang sama


Dia datang.... Raga ku


••••••••


Cinta memutuskan pandangan mereka terlebih dahulu, tak ingin Raga mendapati luka terpatri di matanya


tanpa seizin Cinta, Raga duduk disampingnya. Namun cukup lama mereka duduk bersisian tak ada satupun yang membuka suara


hingga suara seseorang mengalihkan atensi mereka berdua


"permisi pak mobilnya sudah saya perbaiki" ternyata montir pribadi Raga


"oh..makasih pak" balas Raga kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang dalam dompetnya


"makasih ya pak" ucap Raga dibalas senyuman lelaki paru baya itu


Raga beranjak niatnya ingin segera pulang karena sadari tadi Hp nya bergetar terus dalam kantong celanya


"halo.... "


"......"


"iya mom ini udah mau pulang"


bahkan Raga tidak menoleh lagi seolah tak perduli bahwa kini sepasang mata nanar memandang senduh kearahnya, namun tak lama senyum getir itu juga hadir


Raga bergegas memasuki mobil dan menacap gas meninggalkan taman itu


"sial.... sial..... sial...... aaaaaaaaaaaa" pekiknya tiba-tiba emosi kenapa rasa itu hadir lagi bukannya ia sudah berusaha keras memendamnya, tapi kenepa malah muncul lagi


mata sembab itu, mata sembab yang kembali ia lihat nyatanya kembali menolehkan luka dalam hatinya


rasanya tak tega jika mata indah itu harus mengeluarkan air mata


"sial..... "Raga segera memutar balik laju mobilnya. Ia tak ingin cintanya pergi lagi setidaknya tidak untuk kedua kalinya


citttttt.....


Raga segara keluar dari mobilnya bahkan ia tak peduli dengan pintu mobil yang ia banting keras


saat ini tujuannya hanya satu yaitu segera menemui Cinta disana dan semoga ia masih ada disana


langkahnya terburu-buru menuju tempat yang tadi ia duduki dan sialnya sosok yang di carinya sudah tidak disana


"sial..... aaaaaaaa" Raga berteriak frustasi saat tidak mendapati Cinta ada disana


ia berlari menuju mobilnya, semoga Cinta masih belum jauh. Ia yakin karena tempat ini lumayan sepi bahkan hanya beberapa pengendara saja berlalu lalang


•••••••


Cinta menyeret koper yang dibawahnya, sedari tadi ia berjalan belum satupun taksi melewatinya


" sayang maafkan mommy jika mommy harus memilih jalan ini. Kamu yang kuat yaa" ucaonya sembari mengelus lembut perutnya


Cinta terus melangkah tak peduli jika kakinya terasa sakit. apakah ia sudah berjalan cukup jauh


hingga tiba-tiba....


"aaaaaaaaaaaaaa" pekiknya saat tiba-tiba ada orang yang mencekal tangannya


"lepas.... lepaskan kamu siapa"


"tolong... tolong" namun sialnya jalanan sepi, Astaga dia dimana kenapa harus berada di tempat sepi seperti ini


"lepas.... " ucapnya memberontak, namun tidak di pedulikan membuat Cinta gelagapan kepalanya ke kanan-kiri mencari apakah ada orang atau tidak


"masuk" mendengar itu membuat Cinta melihat siapa orang yang menarik nya sedari tadi


"masuk"


"Raga" gumamnya pelan


"masuk" pinta orang itu yang ternyata Raga


Flashback


Raga masih mencari Cinta, laju mobilnya bahkan ia pelankan matanya menatap kiri kanan berusaha mencari Cinta.


Hingga kini ia melewati jalanan yang lumayan sepi


"astaga kenapa disini sepi sekali sih, bisa rawan kejahatan kalau begini" gumamnya, hingga atensinya mendapati sosok yang dicarinya sedang berdiri di pinggir jalan tak jauh dari tempat ia menghentikan mobilnya saat ini


dapat Raga lihat apa yang Cinta lakukan disana, hingga alisnya mengernyit bingung saat mendapati Cinta mengelus lembut perutnya


Raga segera keluar dari mobilnya, sengaja sedikit jauh agar Cinta tidak lari jika melihatnya


"aaaaaaaaaa"


"lepas..... lepaskan... tolong" namun Raga tak peduli, ia tetap membawa Cinta menuju mobil nya


"masuk" dapat Raga lihat keterkejutan di wajah Cinta saat melihatnya


Flashback end..


"tidak" tolak Cinta berusaha melepaskan cekalan tangan Raga, setelah berhasil ia berjalan kembali menuju koper yang tertinggal di tempatnya tadi


"aaaaaaaa" Cinta terpekik kaget saat tiba-tiba tubuhnya melayang


"lepas.... "Cinta memberontak hingga ia di dudukan di dalam mobil


"aku tidak menerima penolakan" ucap Raga setelahnya menutup pintu tak lupa menguncinya agar Cinta tidak kabur, sedangkan ia berlari menuju koper Cinta dan memasukkannya dalam begasi


"kamu mau membawa ku kemana" tanya Cinta setelah sekian lama duduk disamping Raga yang menyetir. bahkan ia tidak berani memandang kesamping


"membawa mu pulang, dimana alamat rumahmu" tanya Raga membuat Cinta diam


benar, sedari tadi ia tidak mempunyai tujuan saat ia kabur dari rumah. Bahkan ia tidak ingin ke apartemen Angga, ohh iya bahkan ia tak ingin menghubungi Angga maupun Aagler


dia hanya ingin menjauh, udah itu aja


"enggak tahu" cicit Cinta membuat Raga segera menepikan mobilnya


"tidak tahu?" tanya Raga


"turunkan aku disini saja, Makasih" namun tindakan Cinta kalah cepat saat Raga mencekal tangannya


"jangan gila, ini sudah malam mau kemana kamu malam-malam begini"


"bukan urusan mu" balas Cinta melepaskan pergelangan tangannya. baru saja ia ingin membuka pintu, namun Raga menjalankan kembali mobilnya


"kamu mau membawaku kemana... turun aku" ucap Cinta, namun tak di gubris oleh Raga


Cinta akhirnya diam biarkan Raga membawanya kemana biar nanti disana ia akan kabur


sejam perjalanan membaut Cunta kahirnya tertidur pulas di temoat duduknya


bahkan saat Raga mengangkat tubuhnya, ia tatao anteng


"cantik" ucap Raga saat memandangi wajah ayu Cinta yang ia tidurkan diatas kasurnya


tangannya menyapu lembut pipi Cinta, menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantiknya


"selamat tidur, mimpi yang indah" gumamnya lirih iangin rasanya ia mengecup kening Cinta namun ia sadar dimana posisinya