~Always Be With You~

~Always Be With You~
Di Culik Lagi ( Ternoda)



ini sudah 20 menit berlalu sejak Cinta pamit ke toilet namun tak kunjung kembali, membuat Aagler heran, penasaran dan takut akan praduga yang timbul di kepalanya.


Dengan langkah lebar, Aagler menuju toilet wanita, namun sesampainya disana ia hanya diam berdiri kaku entah mau apa pasalnya keadaan toilet sedikit sepi.


"CINTA..CINTA KAMU DI DALEM KAN" panggil Aagler sedikit keras berharap yang dipanggil mendengar atau setidaknya seseorang yang ada disana keluar sehingga ia bisa minta tolong


namun nihil setelah memanggil beberapa kali, namun tak seorangpun keluar dari dalam sana membuat Aagler yakin di dalam kosong.


Aagler menyusuri lorong yang tembus langsung ke halaman belakang, matanya menelisik mencari keberadaan Cinta. pikirnya siapa tahu Cinta sumpek hingga memilih mencari udara segar di luar.


"Cinta mana sih" gumamnya dirogohnya saku celana mencari Hp mencoba menghubungi Cinta


namun hanya nomor aktif yang di dapatkannya.


"sial..." seketika entah insting dari mana sehingga menyimpulkan bahwa sesuatu yang tak beres sedang terjadi.


Dengan cepat Aagler mengotak atik Hpnya, entah apa yang di perbuatnya.


tring....


sebuah pesan masuk, membuatnya bergegas kesuatu tempat. Dengan berlari Aagler menuju parkiran, memacu cepat mobilnya menuju suatu tempat


"sial aku kecolongan lagi" batinnya geram akan diri sendiri


seperti kesetanan Aagler memacu mobilnya diatas rata-rata pikirnya hanya satu CINTA


ciiiittt......


di depannya berdiri kokoh bangunan tua yang letaknya agak jauh dari keramaian.


Aagler melangkah masuk kedalam dan ternyata disana banyak penjaga mulai dari lantai dasar hingga lantai 2


"sial"


samar-samar dapat ia dengar suara Cinta yang berteriak dari lantai atas membuatnya bergegas menuju ke sana, namun ia lupa bahwa tempat ini banyak penjaganya mau tidak mau ia harus melawannya satu parsatu.


Di sisi lain...


"mmmmm...mmmm" Cinta mencoba berteriak namun nihil karena suaranya hanya tertahan dalam mulut saja karena mulutnya di lakban oleh sosok yang berdiri tak jauh darinya


"diamlah cantik, jika kamu menurut maka aku tak akan menyakitimu" ucap sosok tersebut dengan suara beratnya


namun Cinta tak menghiraukan, justru semakin membuatnya memberotak mencoba melepaskan ikatan tangan dan kakinya


Dengan langkah lambat sosok itu mendekat, memosisikan tubuhnya agar setinggi dengan Cinta yang duduk dikursi


"kamu cantik sayangilah wajahmu sebelum aku merusaknya. jadi diamlah dan turuti perkataanku" ucapnya dengan senyum smriknya


tangannya terangkat mencoba membelai pipi Cinta, namun Cinta memalingkan wajahnya ke samping agar terhindar dari tangan menjijikan itu


air matanya berderai, tubuhnya gemetar saat tangan itu kembali mendekat dan berhasil menyentuh pipi mulusnya yang basah


dengan gerakan sensual jemari sosok itu menghapus air matanya kemudian menjilat jemarinya yang basah akan air mata Cinta, membuat Cinta semakin jijik


"manis...seperti orangnya" puji sosok itu


Cinta menundukkan kepalanya, dalam hati ia berharap seseorang menolongnya keluar dari tempat ini, namun disisi lain ia juga bertanya-tanya kenapa ia diculik apa ia punya salah, namun sepanjang ingatannya ia tak pernah bermusuhan dengan orang lain, kenapa ini bisa terjadi.


ingatannya kembali menerawang bukannya dulu ia juga pernah diculik tapi kenapa...kenapa...


sosok itu berdiri agak menjauh kemudian menelpon seseorang, dapat Cinta lihat jika dia sangat serius dan ini adalah kesempatannya mencoba membuka tali yang melilitnya, namun nihil tidak bisa


seketika Cinta menghentikan aksinya saat tanpa sengaja ia mendengar sosok itu mengatakan


Cinta semakin ketakutan saat sosok itu berbalik dan menyeringai padanya


"mmmmm...mmmmm" Cinta kembali memberotak sehingga kedua tangannya lecek akibat gesekan tali


sosok itu mendekat dan berjongkok di hadapan Cinta


"kamu cantik, sayang jika dibiarkan, lets play baby..."ucapnya dengan deep voice membuat Cinta semakin ketakutan


dengan cepat ia melepaskan ikatan Cinta dan lakban dimulutnya, kemudian dengan kasar menyeret Cinta ke tempat ridur yang memang ada disana


Cinta semakin histeris saat sosok itu menindihnya dan mencoba menciumnya, Cinta selalu menghindar saat lelaki itu mencoba menciumnya, membuat lelaki itu geram. tak ingin gagal sosok itu menyusuri leher jenjang Cinta menciumnya secara buas, sedangkan Cinta hanya bisa mendorong kepala sosok itu agar menjauh dari lehernya, namun kekuatannya tak sebesar sosok itu


"tolong..hikss jangan..." pinta Cinta


"tidak akan baby" jawabnya dan secara buas mencium bibir Cinta karena terganggu dengan tangan Cinta yang memukulnya maka satu tangannya ia gunakan untuk memegang kedua tangan Cinta dan meletakknannya di atas kepala Cinta, sedangkan tangan yang satunya aktif membuka kancing baju Cinta.


"JANGANNNNN....."pekik Cinta saat semua kancing bajunya terbuka sehingga terpampang jelaslah tubuhnya yang indah


"jangan kumohon...hiks...jangan..."ucaonya namun tak dihiraukan, justru sosok itu kembali memciuminya secara brutal membuat Cinta hanya bisa terpekik tertahan


dalam hati ia berharap kehormatannya masih bisa terjaga untuk suaminya dan berharap seseorang datang menolongnya


"tolong...RAGA...."batin Cinta entah mengapa dalam situasi ini nama itu muncul begitu saja


Brakkkkkk......


"BRENGSEK" pekik seseorang dari arah pintu yang rusak karena ia dobrak membuat sosok itu menghentikan aksinya, namun sebelum benar-benar beranjak ia sempatkan mencium bibir Cinta yang masih berada dalam kungkungannya


"SIALAN...." dengan langkah cepat penuh amarah ia mendekat


bugh


bugh


bugn


dengan membabi buta ia menghajar lelaki brengsek itu, sedangkan Cinta hanya mampu menangis dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


pertarungan sengit kembali berlanjut hingga akhirnya lelaki brengsek itu tepar tak berdaya.


dengan langkah sempoyongan sosok itu mendekat ke tempat Cinta, Cinta yang melihatnya langsung menghambur dalam pelukannya


"hikss.....hiksss...hikssss" hanya suara tangis pilu menggema dalam ruangan itu.


dapat dikatakan kondisi Cinta tidak baik-baik saja, bajunya terbuka, kissmark dileher dan didadanya


Cinta masih menangis dengan memeluk lelaki di depannya, sehingga membuat sosok itu mengusap lembut punggunganya


karena terlalu lelah menangis membuat Cinta jatuh pingsan, namun sebelumnya Cinta memandang wajah tampan yang ada di depannya dan berkata


"RAGA" setelahnya gelap....


dengan cepat sosok itu menopang badan Cinta agar tidak terjatu, memandang lamat-lamat wajah cantik Cinta dan menggendongnya ala bridle style dan menidurkannya di tempat tidur


dengan gemetar tangannya mengancing baju Cinta dengan membuang muka ke samping, ia tak ingin melihat sesuatu yang bukan haknya


selesai ia kembali menggendong Cinta dan membawanya menuju mobilnya, menududukannya secara pelan. kembali matanya memandang lekat wajah cantik itu yang kini pucat dan membisikan sesuatu padanya


"aku akan selalu menjagamu, menjagamu dan menjagamu CINTAKU"