~Always Be With You~

~Always Be With You~
SURPRISE



Disisi lain....


suara deringan ponsel yang berasal dari atas nakas membuat sang empunya sedikit terusik akan tidurnya


"halo" ucap sosok itu


"halo pak"


"ya ada apa"


" begini pak Raga perusahaan sedang ada masalah pak dan saat ini sangat membutuhkan kehadiran pak Raga" ucap orang diseberang sana


"apakah sangat urgent" ucap sosok itu yang ternyata adalah Raga


"sebenarnya saya masih bisa meng hadlenya pak hanya saja mungkin lebih etis lagi jika dalam hal ini pak Raga turun tangan apalagi pak Raga jarang sekali datang ke kantor membuat beberapa orang disini sedikit berbelok" ucap sekertaris Raga


" baiklah besok saya akan datang sekarang saya ada di Canada" ucap Raga


"baik pak" panggilan selesai


"ck...selalu saja ada masalah masalah ini aja belum selesai ditambah masalah baru lagi..ck membosankan" gerutu Raga kemudian lanjut tertidur lagi entahlah ia merasa sangat lelah hari ini sehingga ia membutuhkan yang namanya istirahat cukup sebelum memulai aktivitasnya lagi nanti


Tanpa terasa waktu berjalan dengan cepat matahari telah bergerak menuju ufuk Barat tergelincir di garis cakrawala menyisahkan keindahan yang ada dengan grediasi warna Jingga, Biru keungu-ungunan menghiasi langit yang Indah...


Cinta yang baru saja selesai membersihkan diri duduk di pinggir kasur sambil memegang hp nya


"Yogi ngapain ya" ucap Cinta lirih dilihatnya pesan yang ia kirim beberapa jam yang lalu masih tercentang satu dan sekarang sudah jam 5 sore waktu indonesia


"sekarang disana jam 4 pagi apakah aku menganggu jika menelponnya sekarang"


"coba dulu aja kali jika nggak di angkat nanti malam aja aku nelpon lagi"


Cinta segera mendial nomor Yogi kemudian menelponnya


suara tut...tut...tut...yang hanya di dengar Cinta


"mungkin Yogi masih tidur kali yaa" gumamnya lagi, Baru saja Cinta ingin mengakhiri panggilannya suara bariton di seberang sana mengalihkan perhatiannya buru-buru ia menjawabnya


"halo" suara Yogi yang parau akibat ngantuk


"halo Gi.."


"*Cinta" ucap Yogi setelah mengetahui ternyata yang menelponnya adalah Cinta


"yaa Cinta ada apa*"


"nggak Gi..aku cuma khawatir pasalnya dari tadi kamu nggak nelpon aku padahal aku udah kirimin kamu pesan tapi nggak dibalas"


"maaf Cinta tadi malam aku lembur pas sampe rumah lansung tidur..hoamm"


"udah makan"


"udah tadi Bibi masak ala kadarnya"


"kalau mau makan sesuatu kamu hubungin aku yaa atau kalau kamu sibuk cukup request ke Bibi nanti Bibi yang nelpon aku"


"iya...sekarang kamu dimana"


"masih di apartemen kamu rencana lusa baru ke tempat ibu"


"udah ketemu Angga"


"belum..yaudah kamu tidur lagi gih"


"udah nggak ngantuk"


"setidaknya baring aja semalam kan kamu lembur..oh iya semalam kamu pulang jam berapa"


"belum jam 10"


"baguslah..jangan terlalu maksa kerja, jangan lupa makan, minum vitamin ya Gi dan jangan begadang"


"iya"


"yaudah..nanti aku telpon lagi saat disana udah jam makan siang byee" dan telpon pun berakhir


Cinta segera keluar kamar bergegas mencari Bunda Mila dan Raina, dilihatnya Raina yang sedang duduk bersantai sambil nonton tv


"hai Raina"


"hai kak...udah cantik aja kakak mau keluar"


"iya bentar aja kok..bunda mana"


"ada tuh di dapur lagi masak" mendengar itu Cinta segera menghampiri Bunda Mila


"sore Bunda...Bunda lagi ngapain"


"lagi masak sayang..kamu mau kemana"


"mau keluar bentar bund cari udara segar"


"jangan pulang kemaleman yaa nanti kita makan malam bersama ajak juga si Geler itu"


"iya itu..punya nama kok susah banget yaa"


Di tempat Aagler


"hachim...hachim...hachimm...asem banget siapa nih yang gibahin gue" gerutu Aagler yang saat ini sedang berpakaian


Kembali ke tempat Cinta


"yaudah aku keluar dulu yaa bi..oh iya kira-kira kak Angga pulangnya kapan ya bund"


"ngga tau sayang nggak pasti"


"baiklah kalau gitu biar Cinta aja yang jemput kak Angga kalau gitu...Cinta pmit yaa Bund" pamit Cinta sambil takzim


"bye Rain" uca Cinta sambil berlalu


"hati-hati kak"


di loby Cinta segera menghubungi Aagler


"halo Aagler kamu dimana aku udah di loby"


"sebentar ini baru otw" panggilan terputus


"dasar si Aagler lambat bener tapi setidaknya dia udah nggak sedingin es batu lagi hihihi" Cinta terkekeh geli saat mengingat Aagler yang sudah mencair


5 menit menunggu akhirnya dari kejauhan Cinta melihat Aagler yang dengan santainya berjalanan diantara beberapa pejalan kaki lainnya..yaa walaupun masih miterius sih tapi dari luarnya saja sudah bisa dipastikan jika Aagler ini adalah lelaki tampan dan modis dilihat dari cara ia berpakaian, kaos putih sebagai dalaman, jaket hodie warna navie dengan tudung yang menutupi setengah kepala sehingga hanya meyisahkan rambutnya yang berwarnah kecoklatan itu terlihat tak lupa levis hitam dengan aksen sobek dibagian kedua lututunya, snikers putih membalut kakinya hanya saja masker yang menjadi penghalang menutup kesempurnaanya itu


"sangat disayangkan" batin Cinta


"kita mau kemana" tanya Aagler saat telah sampaidi dekat Cinta


"sekarang jam 6 sore jam seperti ini biasanya jam kantor telah usai..bagaimana kalau kita ke kantor kak Angga aja"


"baiklah"


mereke berdua segera memesan taxi kemudian berlalu pergi menuju kantor cabang Mahendra grub yang saat ini di tangani Angga


30 menit kemudian


mereka sampai di salah satu gedung berlaintai 7 itu terlihat sudah sepi hanya 2-3 mobil saja yang terparkir di sana


mereka berdua melangkahkan kakinya menuju lift kemudian memencer tombol 7


"aku penasaran kenapa kamu nggak pernah buka maskermu Aagler"


"takutnya kamu terpesona"


"nggak akan..aku yakini hanya satu orang saja yang bisa membuat aku terpesona"


"dan itu adalah dia...Raga ku" lanjutnya dalam hati


"siapa" tanyanya


"kepo"


"aku takut aja kalau aku yang akan menjadi yang kedua nantinya"


"nggak akan"


"yakin"


"hmm..oh. ya kenapa kamu jadi cerewet sekali"


"kan kamu yang mau"


"iya juga sih..tapi baguslah setidaknya kamu nggak pelit bicara lagi"


"kamu tau nggak entah kenapa kamu mengingatkanku pada seseorang"


"siapa"


"dia..."


ting...ucap Cinta terpotong karena pintu lift telah terbuka


"ayo kita keluar aku nggak sabar lihat kak Angga...aku rindu banget sama kakak cerewet ku itu hihihi" ucap Cinta antusias


mereka berdua melangkah menuju salah satu ruangan yanh ada di lantai itu


"ini dia ruangan CEO"


1


2


3


"KAK ANGGA....SURPRISE" TERIAK CINTA MENGGEMA