
2 hari telah berlalu....
tanpa terasa lusa Cinta dan Aagler akn kembali ke Canada, waktu seminggu begitu cepat berlalu ibarat angin hanya tertiup kemudian berlalu...
sejak datang ke rumah orang tuanya,Cinta hanya mengurung diri di rumah saja tak ada niatan kemana-mana cukup berdiam diri mengenang masa yang telah berlalu
apakah ini terkesan lebay atau apa?
mungkin iya bagi orang yang berfikir seperti itu, tapi tidak dengan Cinta justru hal ini membuat ia menyadari, memahami, merasakan seperti apa gagal move on itu
yap...walaupun sekian waktu nyatanya rasa itu masih ada. CINTA, RINDU, PENYESALAN DAN SAKIT nyatanya masih nyaman berdiam diri dalam bongkahan daging yang bersarang di dalam dadanya menyisahkan sesak akibat terlalu lama di pendam. oh HATi mengapa begini?
namanya masalah hati mana ada yang tau, sulit di mengerti dan sulit tuk mengerti.
"sayang..dibawa ada Aagler tuh" sahut sang Ibu dari arah pintu
"iya bu" tanya Cinta
"itu Aagler ada di bawah nggak mau di temuin dulu"
"kok Aagler datang, perasaan aku nggak manggil" batin Cinta yang heran
"iya bu..aku cuci mandi dulu" jawabnya kemudian beranjak menuju kamar mandi, meninggalkan sanf ibu yang saat ini hanya geleng-geleng kepala sambil merapikan tempat tidurnya
beberapa saat kemudian...
dengan langkah malas Cinta menuruni anak tangga, dilihatnya Aagler yang duduk santai di ruang tamu bersama sang ayah
"akhirnya muncul juga" ucap sang ayah sumringah
"kok datang" tanya Cinta yang kini dudk di samping sang ayah sedangkan ibunya di dapur
"emang nggak boleh" jawab Aagler datar
"kok ngomong gitu" sahut sang Ayah
"nggak yah..tumben aja dia datang padahal aku nggak manggil" jawab Cinta
"dia itu mau ajak kamu keluar jalan-jalan" ucap sang ayah
"kok nggak ngomong ke aku sih" Cinta bersungut-sungut
"dia izinnya ke Ayah dulu dan ayah izinin,.lagian kan lusa kalian dah balik lagi ke negri seberang"
"ck..aku males" Cinta acuh
"sore nanti kita harus ke Jakarta"
"kok gitu bukannya besok"
"Angga dari tadi nanyain kamu dan minta agar sore nanti kita ke Jakarta" jawabnya santai
"ck..iya-iya..."akhirnya Cinta menyetujui ajakan Aagler jalan
setelah sekian lama menunggu akhirnya Cinta turun dengan penampilan casualnya
"ayo" ajaknya yang masih malas
"tante..om saya permisi dulu"pamit Aagler pada kedua orang tua Cinta
"kemana" tanya Cinta saat mereka berdua di mobil
1 jam perjalanan mereka berdua hanya putar-putar nggak jelas
"kita mau kemana sih dari tadi muter-muter mulu" omel Cinta
"katanya terserah yaa terserah"jawab Aagler acuh
"pulang aja deh"
"kita ke sana aja sepertinya rame" ucap Aagler saat melihat taman di pinggir jalan
seketika membuat Cinta melihat ke arah sana
"nggak" tolaknya
"kenapa"
"nggak aja"
"nggak ada penolakan tadinya kamu bilang terserah" ucap Aagler santai
sesampinya di taman
Aagler memaksa Cinta untuk masuk kedalam dengan Cinta yang masih memberontak membuat Aagler tiba-tiba menggendongnya
"aaaaaa"
"diam lah"
"nggak turun..aku mau turun"
"enggak"
"turunin aku Gler"
dan
PUK
"duduk lah yang tenang dan nikmati suasana"
"a..ak.aku nggak mau kesini" ucap Cinta terbata-bata
"duduklah"
"aku mau pulang" ucapnya lirih
"hei..kok nangis"
"aku mau pulang"ucapnya lagi
"hei..hei..tenanglah ini hanya taman bukan sarang mafia kenapa harus takut" ucap Aagler mencoba menenagkan
"justru ini ini lebih menakutkan bagiku" jawab Cinta lirih
"tenanglah....jika ingin cerita silahkan"
Cinta hanya mampu menggelengkan kepala tanda tak ingin
"terlalu menyakitkan Gler..terlalu sakit" lirihnya di selah isakk tangisnya