
Jesi, ello , bunga Dan gibran pun pergi meninggalkan tempat. Menuju podium yang telah di tempatkan
" para hadirin saya mohon untuk dapat tenang " ucap gibran tegas dan di selaraskan dengan tertibnya para tamu undangan
" di sini, saya melangsungkan acara untuk merayakan hari lahir anak kami , yang ke 21 tahun . Kiranya doa para tamu undangan bermanfaat baik bagi putra dan putri kami . Itu saja yang dapat saya sampaikan kiranya party ini berjalan dengan baik, have fun " ucap gibran baik dan di balas dengan tepukan tangan
Setelah pengucapan gibran selesai, muncul lah beberapa kegiatan penghiburan dan komedi serta acara potong kue pun berlangsung, jesi dan ello di sibukkan dengan salaman selamat para tamu undangan tak luput juga dengan intan yang sibuk bersalaman dengan teman bisinis bapak nya
Di ujung acara penyelesaian intan, jesi dan ello memberikan sedikit penampilan yang sangat luarbiasa, mereka menyanyikan satu buah lagu berjudul imagination ~ shawn mandes . Dengan ello membawa gitar, intan memainkan saksofon dan jesi memainkan piano. Mereka bertiga bernyanyi secara bergantian sehingga membuat penampilannya menjadi semakin memukau
Dengan sinaran lampu yang menerangi mereka membuat para tamu undangan tak kalah fokus sehingga terus mentap mereka tanpa memperdulikan seseorang yang sedang berbicara . Saat mereka selesai bernyanyi tepukan nan gemuru pun menyertai aktifitas bernyanyi mereka.
Satu per saru tamu undangan pun pulang dan mereka pun juga turut pulang ke rumah
" jes gua pulang deluan ya , sama bapak dan ibu " ucap intan menyamperin jesi
" oh yaudah, lagian bapak sama ibu mau ke rumah gua kok. Lo kira lo bisa ngejauhin masalah ini, whaaa haha ga bisa kali " jelas jesi yang di selaraskan dengan tawanya
" ****** dah gua, wajib kena ni " gumamnya dalam hati sambil menggaruk garuk tengkuk yang tidak gatal
" yaudah yuk, pulang. Terlalu lo bawak serius amat, tapi beneran loh ntan " ucap jesi menyindir lalu meninggalkan intan yang masih diam terpaku
" intann ayoo " ucap viona ibu intan
" iya bu, iyaa " teriak intan
....
Di rumah keluarga INDRAWAN
" capek banget ni badan " grutu jesi
" yaudah duduk dulu di ruang tamu ajak tante vionanya je " ucap bunga
" iya mi " jawab jesi , dan mengajak keluarga lukman untuk duduk bersama terlebih dahulu sebelum pulang .
" bi, tolong siapkan minuman untuk bu viona dan pak lukman ya " pintah bunga
" iya nyonya " jawab bi sueng. Lalu pergi meninggalkan tempat
" bi kita masih punya pertanyaan " teriak jesi
" ok lo deluan ntan, jelasin ke kita " jesi
" lah, kenapa harus gua deluan sih " ucap intan
" ya lo lah, jadi siapa lagi ? " sewot jesi
" kan ada mami sama papi, kenapa gua deluan " ucap intan mengelak
" lo ga denger apa gua bilang " grutu jesi
" okay, waktu gua keluar dari ruangan papi, gua nanya sama kak sekar nah kak sekar bilang ini semua hanya rencana perayaan ulang tahun lo doang, yaudah gua ikutan lah. Ya kali gua ga ikutan ngerjain lo pada. Nah Saat gua ke kantin kantor , mami nelpon gua dan ngejelasin semua nya untuk ikutin taktik mami, papi dan bi sueng. Ya wess waktu gua di kamar lo gua mau buat kayak horor gitu ehh malah gua kepeleset, sampe sampe ni bokong masih terasa sakit . Jadi lo pada jangan marah sama gua, ni inspirasi bukan dari gua. Ancaman lo pada nyerimi banget " jelas intan panjang lebar
" kapok lo kan kuwalat jadi orang sih " grutu ello geram
" jahat amat " ucap intan
" ya ide nyonya, dan tuan den. Siapa lagi " jelas bi sueng yang telah datang menyamperin mereka untuk memberi minum
" oh ya bi, kata ello di kamar bibi bau sesajen gitu. Dan di lantai jesi ngelihat ada cak darah dannn juga iya di baju bibi " ucap jesi yang masih penuh penasaran
" heheh, itu semua juga rencana tuan dan nyonya non. Sebenarnya itu bukan darah melainkan saos tomat dan bebauan itu bukan bi inah yang buat, i..itu nyonya sendiri yang taruh, kata nyona ini bakalan berhasil yaudah bibi ngikut aja non " jelas bi sueng
" jadi dalang ini semua mami dan papi " ucap jesi sebal
" heheh iya sayang, keren ga " ucap bunga cengengesan
" ga " ucap jesi dan ello serentak dengan tingkat volume suara menaik
" wihh, mi serem ni " jelas gibran
" duhh gimana ni pi " ucap bunga
" jes ,ell lagian perbuatan mami dan papi kalian ini kan untuk surprise hari ini " ucap viona menyakinkan
" nah iya, ya kan pi " ucap bunga jelas dan di dapat dengan anggukan gibran
" iya iya, yaudah makasih ya mi pi " ucap jesi yang melemah
" iya ello juga minta maaf, dan makasih " ucapnya sopan dan di balas dengan senyuman kedua orang tua nya
" yaudah gih sana kalian bersih bersih " tegas bunga
" iya mi " upa jesi dan ello serentak
" loh , intan kok ga ikut mereka. Sana bersih bersih " ucap bunga
" heheh iya mi " jawabnya lalu pergi mengikuti jesi
" viona, tolong ijinkan intan tidur di rumah kami ya, " ucap bunga memohon
" hmm" gaguk viona sambil menatap suaminya lalu di balas dengan anggukan yang artinya iya
" yaudah kami ijinkan " ucap viona menyakinkan yang di selaraskam dengan senyumannya
" terimakasih " ucap bunga
" yasudah, gib kami pulang terlebih dahulu, Trimakasih atas pestanya " ucap lukman selaku bapak intan
" kita makan dulu dong , luk " ucap gibran
" tidak usah, kami sudah terlalu banyak makan di pesta, sampai sampai kami kekenyangan " ucap zaki bercanda
" baik lah kalau begitu, sering serinh datang kemari " ucap gibran lalu berjabat tangan dan mengantar kedua orangtua intan pergi
" pasti. Yasudah aku titip anak ku ya gib " ucap lukman
" santai aja, anak lo anak gue juga luk " ucap gibran
" ok deh, mas bro " ucap lukman ya g di selaraskan dengan tawa