
Jessyla amarsha putri indrawan
Ya itu nama ku seorang mahasiswi yang cukup berperstasi. Aku sekolah di salah satu universitas ternama di kota jakarta dan jurusan yang saat ini aku ambil cukup berat.
Aku anak pertama dari dua bersaudara . Papiku bernama GIBRAN INDRAWAN seorang pengusaha kaya yang ada di kota jakarta . Mami ku bernama BUNGA LESTARI INDRAWAN , seseorang mantan model ternama dan sekarang menjadi ibu rumah tangga Yang memiliki sepasang anak kembar
Jessyla amarsha putri indrawan ( jesi )
Dan
Gabriello steve putra indrawan ( ello )
Haiiiii........
Aku sekarang udah di semester akhir dimana di situ semua pelajaran membuatnya pening. Terkadang juga aku mikir ternyata meraih cita cita itu sulit ya.
Aku juga punya kembaran ni .
ini dia kembaran aku , ello. ya dia sering dipanggil ello, Ello itu Orangnya tinggi kira kira sekitar 185 cm tingginya, ello putih, ada lesung pipinya, punya gigi gisul, mata nya yang sipit saat senyum dan badan yang gagah yang dapat membuat wanita naksir padanya , noh bayangin tuh sih ello. Ello bisa banget buat para cewek cewek di kampus pada suka sama dia. Idihh padahal kalo di tengok dia mah biasa biasa aja sih mukanya gak cakep cakep amat malah hahhaha.
Ello juga kuliah loh, dia ngambil jurusan di bidang bisnis international dan udah di semester akhir sama kayak aku ( biasa deh, cuman dia satu satunya anak laki laki dan penerus papi di perusahaan papi nantinya )
Kita satu universitas yang sama loh.
yaaayayay dia cukup pintar juga aku akui. Kita awalnya gak nyangka kalo bisa dapat jalur undangan yang tujuannya sama sama masuk ke universitas UI, universitas yang kita mau. untungnya aja kita bisa masuk ke kampus itu, oh iya kampus yang kita inginkan kampus negeri pula loh. dimana semua mahasiswa nya termasuk orang orang yang berprestasi dan berlatar belakang berada .
Aku juga punya sahabat namanya INTAN CLARISA LUKMAN , seseorang yang sangat aku sayangin, saat ini dia berusia 21 tahun, kita bersahabat saat aku duduk di bangku smp. Awalnya kita berempat tetapi dua sahabatku yang lainnya berkhianat pada ku karena mereka hanya menginginin aku karena aku seorang anak pengusaha. Intan itu orangnya usil, kocak, lucu, yaaa gokil lah hahahh.
Intan orangnya baik dan juga penyayang, dia tuh putih, cantik, dan memiliki suara emas ( yang aku maksud cempreng )
Okk stop sampai disini dulu ya....
◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼
Pagi hari.🌞🌞🌞 di rumah keluarga indrawan .
Tringggg tringggg tringgggg
Alarm jam pun berbunyi, yang membuat tidur si gadis cantik ini terganggu , ia segera mengambil jam tersebut untuk mematikannya.
Tak lama setelah ia mematikan alarm tersebut terdengar suara ketukan pintu yang memanggil namanya.
" jes, jesii ayoo bangun sayang " ucap bunga
" iya mii " ucap jesi sambil menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya
" ya ampun ini anak " ucap bunga setelah memasuki kamar tidur jessi.
" bangun ayoo, mau jam berapa lagi bangunya " ucap bunga sambil menarik selimut anaknya itu.
" astaga mi , iya sebentar lagi " ucap jesi menutupi dirinya dengan selimut
" lihat itu udah jam berapa ?, entar telat " saut bunga setelah membuka tirai kamar jesi.
" iya, iyaa " ucap jesi sambil bangun dari tempat tidur yang menjadi tempat paling nyaman untuk nya.
" dasar anak ini, kebiasaan " gumam bunga sambil merapikan tempat tidur jesi
Akhirnya setelah bersusah payah untuk di bangunkan, jesi beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersikan tubuhnya. Setelah beberapa menit jesi di kamar mandi, ia keluar dengan stelan kemeja biru mudah, dengan rok putih bercorak bunga bunga.
Ia merapikan dirinya di depan meja rias, yang berada di sebelah kiri antara tempat tidur dan jendela kamar nya .
" lumayan " ucapnya, setelah melihat dirinya yang berpakaian modis itu.
" oh iya tanggal berapa ya sekarang ? " ucapnya lagi sambil mengambil benda pipih miliknya dan mengaktifkan handphonenya.
" astaga ****** gua " ucap jesi yang telah melihat tanggal di hpnya itu.
Iya bergegas merapikan rambutnya, dengan mengikat satu rambut ombak panjang, dan mempoles wajah dengan krim wajah , bedak baby, dan liptint yang memperindah Penampilannya. Setelah itu ia bergegas mengambil sepasang sepatu sniker berwarna cream dari lemari sepatu yang ada di kamarnya.
" ok siap, masih ada 55 menit lagi " ucapnya setelah melihat jam tangan yang ada di sebelah kirinya. Taklupa juga ia memasukkan handphone, sisir, liptint, dan binder miliknya kedalam tas tenteng berwarna putih bergambar hewan kesukaannya.
Tak tak tak tak tak tak
Suara sepatu yang sedang menuruni tangga dan berjalan menuju meja makan.
" pagi mami " sapa jesi kepada bunga
" pagi sayang " sapa bunga sambil menciumi wajah anaknya itu
" pagi papi " sapa jesi kepada gibran
" pagi nak " mencium kening jesi
" pagi ell " sapa jesi pada kembarannya
" hmm, pagi. Eh lu gak ingat ini hari apa ha?" ucap ello mengingati
" ingat, kok. " ucap jesi santai
" terus kok lama bangunnya ?, jangan ulangin untuk kedua kalinya jes " ucap ello memperingati lagi
" iya bro, santai aja kali " ucap jesi yang merasa takut cuman ditutupi dengan kata santainya itu.
" kedua kalinya ? " tanya bunga heran
" iya mi " ucap ello menyakinkan
" ada apa emangnya ? " tanya gibran yang turut bingung
" ah, gak apa apa mi " ucap jesi membelah
" iya mi, jesi itu. Pernah telat di jam pelajaran pak ucup, dosen bidang studi yang seharusnya di ikutin " ucap ello yang menggubris tatapan tajam jesi
" kapan ?, lalu gimana " tanya bunga
" sebulan yang lalu, dan kata pak ucup kalau jesi telat lagi. Nilainya bakalan gak ada " ucap ello sambil memakan roti
" maksdnya ? " tanya bunga yang masih lemot
" gak ada mi ihh, apaan sih ell " ucap jesi yang tak di dengar
" apa ?. Jesi apa itu benar" tegas gibran
" hm..i..iya pi . Tapi jesi janji gak ulangin lagi kok " ucap jesi sambil mengangkat tanganya
" baik lah, papi ringankan. Tapi ingat jangan ulangin. " ucap gibran pada jesi
" hmm, baik lah pi " ucapnya lemah
" masak apa ni mi ?" ucap jesi yang masih berdiri di pinggir meja
" mami buatin roti coklat kesukaan kalian " ucap bunga
" hmm, udah lama gak makan ini " ucap jesi sambil menarik bangku dan mendudukinya
" lo nya aja, yang gak tau " ucap ello
" maksudnya " heran jesi sambil mengunyah roti kesukaannya itu
" udah cepetan makan, banyak ngomong. Ntar telat ma***s lu " ucap ello gerem
" iya iya, bawel amat. Masih pagi juga " ucap jesi setelah selesai mengunyah makanannya
" mi, pi. Jesi pergi dulu ya " pamitnya sambil meminum susu
" yaudah hati hati " ucap bunga sambil menjulurkan tangannya
" iya mii " balas jesi dengan mencium punggung tangan bunga
" aku pergi pi " pamit jesi pada gibran sambil mencium pipi papinya
" iya iya, hati hati jangan mengebut " balas gibran mencium kening anaknya
" siap bos, lu bareng gua gak? " tanya jesi pada ello
" engga luan aja, gua mau nyingga dulu tempat dika " ucap ello menyakinkan
" oh yaudah, byee " ucap jesi sambil melambaikan tangannya dan pergi dari ruang makan menuju garasi
Di dalam perjalanan 🌁🌁🌁
Jesi melajukan mobil silver miliknya menuju kampusnya, di tengah perjalanan jesi memberhentikan kendaraannya karena macet yang enggak di ketahui apa sebabnya.
" apaan ni, masih pagi juga udah macet aja " grutu jesi sebal
Drrttt drrttt drrttt
Bunyi getaran handphone jesi yang di selaraskan dengan lagu without me ~ halsey.
" siapa sih, gak tepat amat " ucap jesi sambil mengangkat handphonenya tanpa melihat siapa yang menelpon
" halo " ucap jesi
" lo dimana sih jes, biasaan deh " ucap perempuan di sebrang sana
" macet loh, gak mungkinkan gua tabrak semuanya " ucap jesi sebel
" kalo bisa kenapa enggak " ucap perempuan itu
" gosa aneh aneh deh lo " ucap jesi sambil melajukan kendaraannya
" siapa juga yang aneh, pokonya buruan cepat ! " ujar intan
" iye mak, " sabar jesi sambil menutup telponnya
.....
" astaga? " ucap kaget jesi setelah mengetahui permasalahan mengapa terjadi macet
" gila, masih pagi juga " ucapnya sambil melajukan mobil dan meminggirkannya ke tepi jalan dan turun dari mobilnya
" gak papa nek ? " ucap jesi yang melihat nenek tersebut di marah marahin oleh seseorang laki laki yang mungkin saja menabrak nenek tersebut
" gak papa *** " ucap nenek tersebut
" oh jadi kamu cucu dari nenek gila ini " umpat pria itu emosi
" santai pak, dia bukan nenek saya. Saya hanya kasihan melihatnya di marahin seperti ini, apa boleh saya tahu apa masalahnya ?"
Ucap sopan jesi pada laki laki tersebut
" oh sory gua kira lo cucunya, gara gara nenek ini yang nyebrang gak pakai mata, dan gua harus berurusan begini jadinya. waktu gua terbuang sia sia gara gara nenek gila ini " umpatnya semakin kesal
" tolong bicara sopan kepada orang yang lebih tua pak!. Bukankah bapak memilki orangtua? bagaimana rasanya apa bila orangtua bapak di perlakukan begini " ucap jesi yang udah mulai kesal karena laki laki itu
" huh, dasar bodoh. Udah lo pigi aja gua gak punya urusan sama lo, makin buang waktu gua aja " ucapnya
" yaudah ayo nek, kita pergi dari sini. " ajak jesi pada nenek tua yang berkisar 80 tahunan gitu
" eh kamu, tanggung jawab " ucap laki laki itu kepada nenek tersebut
" apa yang harus saya tanggung jawabin tuan " ucap nenek itu
" emang apa yang telah di lakukannya ? " ucap jesi
" gara gara dia mobil gua lecet, kena hantaman pohon " ucap pria itu
" baik, ini ganti ruginya. Maka masalah ini dianggap selesai " ucap jesi sambil mengeluarkan uangnya
" huh dasar, gadis bodoh. Gua gak butuh uang lo " ucapnya lalu pergi meninggalin dua perempuan itu
" dasar gila, ayo nek " ajak jesi menepi ke pinggir
" makasih nak " ucap nenek itu
" sama sama nek, barang kali hati hati ya " ucap jesi lalu pergi meninggalkan nenek itu dan masuk ke dalam mobilnya dengan terburu buru karena ia melihat jam tangannya sudah pukul delapan kurang dua puluh menit.
Sedangkan jarak dari tempat kejadian terhadap kampusnya menempuh waktu sekitar 25 menit. Apakah jesi akan tepat waktu sampai di kampus dengan waktu mepet seperti ini