You are the Reason

You are the Reason
masalah



Saat yang bersamaan waktu intan keluar


"masih gua selidiki dulu. Oh ya gua minta maaf karena udah ngebentak lo " ucap maaf ello pada jesi karena jesi orangnya ga bisa di bentak


" yaudah iya, lagian ini salah gua juga " ucapnya sambil duduk


" tapii..." ucap ello menggantung


" ga ada tapi tapian, gimana ? " tanya jesi


" gua udah paham, cumannn" gantung ello


" cuman apa ?. Jangan bilang lo ga bisa nyelesain ini " ucap jesi takut


" engga bukan gitu, gua bisa kok . Apa yang ga bisa gua kerjain coba ? " sombong ello


" dihh jijik gua, lah terus apa ? " heran jesi


" dokumen ini Menunjukkan kalau memang ada masalah " ucap ello sambil melihat dokumen itu kembali


" masalah apa ? Berat kah ? " tanya jesi beruntun


" engga berat ko, cuman gua bingung " ucap ello sambil mengerutkan dahi


" bingung ? " ulang jesi


" gimana ? " tanya intan yang sudah memasuki ruangan dan duduk di sebelah jesi


" ini nih si ello, bingung katanya " jelas jesi


" bingung kenapa ? " tanya intan heran


" ntah, gua ga tau " ucap jesi sambil mengangkat kedua bahunya


" kenapa sih ell " tanya intan pada ello


" gua bingung, dari sekian berkas yang kita cari cuman berkas ini yang menunjukkan bahwa ada masalah " jelas ello sambil meletakkan berkas itu di meja


" iya, emang berkas itu aja " jelas intan


" dan berkas ini , ga ada sangkut pautnya sama perusahaan papi jes " ucap ello menatap jesi


" seriusan lo ? " tanya jesi.


" hmm, soalnya ini berkas bermasalah karena pemberhentian pembangunan kantor yang tiba tiba berhenti begitu saja, dan menurut gua ini ga bakalan buat papi bangkrut, papi hanya mendapatkan sedikit kerugian atas pemberhentian yang di lakukan begitu saja " jelas ello yang membuat kedua wanita itu bingung


" jadi maksud lo , papi bohongin kita ? " jelas jesi


" aduhhh, bisa berabe ni rencana papi sama mami kalo mereka udah tau deluan " gumam dalam hati intan


" gua ga bisa bilang itu bohong atau gimana jes, yang terpenting kita selesain ini dulu . Kalau masalah berkas yang buat papi bangkrut gua rasa itu berkas di simpan papi sendiri deh " jelas ello sambil menyenderkan dirinya ke sofa


" haii, ini di minum dulu . Biar rileks " ucap sekar yang baru masuk ke ruang kerja gibran dengan membawa nampan yang diatasnya ada 3 buah gelas


" eh , kak sekar " ucap ello sambil membuka matanya


" oh iya, taruh sini kak " ucap intan


" makasih " ungkapan jesi


" iya sama sama, di minum dulu ya. Biar gak terlalu kepikiran banget " jelas sekar Lalu meranjak pergi dari tempat itu


" tunggu kak " ucap ello memberhentikan langkah kaki sekar


" mam*us gua ni, ketahuan ga yaa" gumam dalam hati sekar


" kak ello mau nanya ni " pintah ello


" nanya apa ? " jawab sekar


" hmm, gini kak. Berkas Pemberitahuan kalah tander papi ada sama kakak tidak ? " tanya ello yang membuat intan dan sekar saling menatap


" ohh, kalau itu engga ada di kakak ell, soalnya berkas itu di simpan sama pak gibran . Kakak juga ga tau di mana di simpan " jelasnya dengan penuh penjelasan


" baik lah kalau gitu kak , terimakasih atas teh nya " jelas ello yang di baas dengan anggukan dan senyum dari sekar lalu meninggalkan ruangan itu dengan cepat


" di mana ya, kira kira papi nyimpannya ? " pura pura bingung intan, sambil meletakkan jari telunjuk di dagu nya


" gua juga ga tau " jelas jesi


" yaudah lo pada, bantu gua nyelesain ini masalah aja ok " ucapnya lalu membuka berkas tersebut


Sudah sekitar 35 menit mereka berkerja sama menyelsaikan berkas itu, waktu pun sudah menunjukkan pukul 13.48


" makan siang dulu yuk " ajak intan pada ello dan jesi


" luan aja ntan, kita masih serius ni " jelas jesi


" yaudah gua turun ke bawah dulu ya, sambil bawak cemilan biar kalian bisa makan juga " jelas intan yang sudah bangkit berdiri dan di balas dengan anggukan kedua manusia itu


...


Drrt drtt drtt


Getaran yang di selaraskan dengan lagu shawn mades~ youth ft. Khalid


" siapa sih " ucap intan sambil mengambil benda pipih tersebut dari kantong roknya


" halo, selamat siang dengan intan clasrisa, ini siapa ya ? " ucapnya sopan saat sudah mengangkat benda pipi itu tanpa melihat siapa si penerima


" sayang, kenapa begitu formal sama mami " ucap bunga di seberang sana


" eh mami toh " jelasnya setelah melihat kembali siapa yang menelpon


" apa kamu sudah tau rencana mami sama papi syang " jelas bunga pada intan


" ha'ah iya mi, intan udah tau " ucapnya sambil memasuki lift dan memencet tombol 1


" maaf mami tidak memberitahu dari awal, mami harap kamu tidak marah " jelas bunga


" tidak mi, intan engga marah. Hmm ada apa tuh mi nelpon intan " jelasnya sambil menunggu lift terbuka


" kamu di mana sekarang nak ? " tanya bunga memastikan


" intan lagi dikantor, bantuin ello sama jesi . Tapi saat ini intan di lantai bawah mi mau beli cemilan buat mereka " jelasnya sambil keluar dari lift


" bagus kalau begitu " jelas bunga


" bagus kenapa mi ? " tanya nya bingung


" kalian harus pulang sebelum pukul 4 . Dan kamu harus ikuti mereka ke rumah, setelah itu bi sueng yang akan melakukan tugasnya, kamu hanya ikutin perintah dari mami dan bu ina ya sayang " jelas bunga secara rinci


" tugas ? , mami mau buat kejutan ? " tanya intan bingung


" iya sayang, yaudah mami tutup dulu ya. Masih ada yang belum di kerjakan " jelas bunga


" baik lah mi " ucap intan sambil menutup panggilan itu