
Setelah memesan makanan, intan kembali fokus kepada jesi yang terlihat tidak bersemangat, intan bingung melihat jesi yang saat ini . Sedangkan jesi itu orangnya ceria dan jarang pernah terucap kata sedih pada wajahnya itu , walaupun semua di simpannya dengan baik baik kepada intan .
" lo kenapa ? " ucap intan, yang melihat jesi seperti tidak bersemangat
" ahh, enggak. Gak apa apa kok " ucap jesi yang tersadar dari lamunannya
" oh gua tau, pasti lo lagi mikirin ketampanan pak calvin kan " ucap intan sambil menunjuk jesi seperti anak kecil
" apa lagi, idihhh. gua gak lagi mikirin dia kali ntan. Ntar lo yang mikirin dia " tuduh jesi
" enggak lah, ya. Dah bosan lihat nya hahah " ucap intan spontan
" maksud lo? " heran jesi atas omongan intan
" ahh, hmm. Gak ada kok " ucapnya terbatah karena telah salah omong
" lo gosa bohong sama gua ntan. Lo tau gua gak suka di bohongin " ucap jesi sebel
" baik baik. Tapi lo harus janji sama gua kalo lo bakalan santai " ucapnya pada jesi
" iya iya gua janji " ucapnya sambil menjentikkan tangan kelingkingnya
" sebenarnya gua udah, kenal deluan sama pak calvin " ucapnya pelan agar tidak ada yang mengetahui siapa sebenarnya calvin
" ha? Maksud lo " ucap kaget jesi kuat, yang membuat orang melihatin mereka
" mulai deh. Dah gua bilang juga harus santai " ucapnya sebal karena jesi mengingkar janji
" sorry, lanjut " pintah jesi pelan
" Iya, gua sama pak calvin tetanggaan " ucap intan santai
" demi apa? Lo yakin itu dia ? " tanya jesi tak yakin
" ya , gua yakin itu dia, orang gua deluan yang tau namannya " ucapnya yakin
" kok bisa tau namanya lo ?, kek mana ceritanya " ucap jesi beruntun
" ihh kepoo " ledek intan
" mau cerita gak ? " paksa jesi
" iya iya " pasrah intan
Flashback
Sehari sebelum terjadi kecelakaan yang menimbulkan macet panjang itu calvin pindah rumah di salah satu perumahan dekat dengan rumah intan sahabatnya. Sebenarnya rumah itu sudah lama di belinya, tetapi baru saja hari itu selesai dibereskan dan dia segera menempati rumah itu .
" bagus, lumayan juga rumahnya " ucap calvin pada diri sendiri
" ada yang perlu saya siapkan tuan ? " tanya rahmat selaku asisten pribadinya
" tidak ada, semua sudah rapi. Di mana kamarku " tanya calvin
" di lantai dua tuan " ucap rahmat
" baik lah, aku mau istirahat dulu. Bangun kan aku pukul 2 siang " ucapnya sambil berjalan menaiki tangga
" baik tuan " ucap rahmat padanya
.........
" tuan, tuann ini sudah pukul dua siang " ucap rahmat di balik pintu
" iya iya, aku sudah bangun. Tolong buatkan aku segelas jus jeruk " ucapnya dalam kamar
.....
" di mana jus ku ? " ucap calvin pada asistenya itu
" ini tuan" kata bi inah pembantunya
" terimakasih " menerima jus itu lalu pergi keluar rumah
......
" haii " ucap perempuan yang berada tidak jauh dari pintu gerbang rumahnya .
Dan calvin hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun
" siapa namamu ? " tanya perempuan itu yang sudah mendekati calvin
" calvin " ucapnya dingin
" oh aku, intan. Rumah ku pas di depan rumah mu " ucapnya sambil menunjukkan rumah nya
" saya tidak menanyakanya " ucap calvin dingin dan memasuki rumah nya
" baik lah, anggap saja ini informasi " ucap intan yang juga meninggalkan halaman rumah calvin
( untung saja dia tampan, bila tidak sudah ku coreng itu wajahnya ) gumam intan dalam hati
Flashback off .....
" ohh gitu " ucap santai jesi
" ha'ah, cuman dia sedikit menyebalkan " ucap intan yang geram akan situasi semalam
" bukan sedikit, melainkan banyak " kata jesi sambil menggerakkan kedua tangannya ke udara
" apaan sih lo, ntar jodoh kapok " ledek intan
" ihh gak, gak bakalan " umpat gerem jesi
" siapa yang tau jes " intan
" nona ini, pesanan anda " ucap pelayan kepada intan dan jesi
" baik terimakasih ya mba " ucap jesi sopan sambil memberi uang tips kepada pelayan itu
" terimakasih nona, kalau begitu saya permisi " ucapnya
.....
" gua mau beli softlesn bentar jes " ucap intan mengajak setelah keluar dari resto itu
" okay " lanjut jesi sambil berjalan mendekati salah satu tempat yang khusus menjual serba serbi konta lensa
" lo mau warna apa jes ? " tanya intan
" gak ahh, masih ada yang coco kok di rumah" jawabnya pada intan
" oh yaudah kalau gitu " samber intan
" gua ke toko sebelah ya, lihat sepatu " ucapnya pada intan
" hmm iya " ucap intan sambil fokus kepada softlens tersebut
...
" ini keren kelihatannya " ucap jesi yang melihat sepasang sniker berwarna kuning bercorak abstrak yang di padukan dengan warna biru
" ini punya gua sory, " ucap seorang laki laki yang nyosor aja ngambil sepatu itu dari tangan jesi
" apa apaan sih lo, ini di tangan gua juga " ucap jesi yang masih melihat tangan laki laki itu
" tapi gua yang udah lihat dari kejauhan " ucapnya gak mau kalah
" lo yang keras kepala " umpat calvin setelah melihat gadis lawannya berbicara itu adalah gadis bodoh yang dia jumpai saat kejadian tabrakan itu
" lo punya mata gak sih ?. Lo Udah lihat di tangan siapa kan ini sepatu? masih aja mau nyosor sepatu ini " ucapnya tanpa ada panggila pak pada kalimatnya
" emang lo punya duit berapa untuk beli ini ha? " ucap calvin sombong
" ehh apa apaan ini " ucap intan yang memisahkan mereka berdua karena dia sedari tadi melihat kecekcokan kedua orang ini
" ini nih, gua deluan juga yang megang. Dia ngambil nyosor aja" ucap jesi memberitahu
" udah sih jes kasih aja, lo sekarang berurusan sama dosen kita . Lo mau gara gara ini nilai lo jelek " bisik intan pada jesi
" nah, buat lo. Gua tau lo orang kaya, tapi gosa belagu amat jadi manusia " ucap jesi sambil mendorong sepatu itu ke dada bidang calvin dan pergi
" maaf ya pak, kita permisi " ucap intan lalu pergi mengikuti jesi
....
" lo gila atau apa sih " ucap intan emosi
" apaan sih, udah deh. Gosa bahas dia lagi " ucap santai jesi
" gimana kalo nilai lo yang jadi taruhannya " ucap intan meredah
" kalau emang nilai gua taruhannya, berarti dia pria yang tidak profesional bukan ? " ucap jesi yang mulai ketakutan
" emang ini anak ya, bener bener gak ada berubahnya " menoyor kepala jesi
" kebiasaan deh " ucap jesi sambil mengelus kepalanya
" biar otak lo itu encer " ucap intan tertawa .
....
" jes...." panggil intan takut
" apaa " jawab santai jesi
" lo gak takut ? " tanya intan yang sudah memegang tangan jesi
" lo gak lihat gua juga keringatan ini " ucap jesi ketakutan juga
" ****** gua, kalo sebegitu seremnya ni film gak bakalan gua tonton ni " ucapnya yang semakin memegang kuat tangan jesi
" lo sih, dah gua bilang juga. Nonton yang lawak lo mesen tiket film setan gini segala " ucap sebel jesi yang sudah menutup matanya dengan erat
" gua kira gak seseram ini oncol " lawak intan menyempati mereka
" gosa lawak lo gila. Kita ngabisin duit cuman duduk sambil meremin mata " ucap jesi kerakutan
" kabur yok, seremm " rengek intan
" hitungan ketiga ya " kata jesi
" ok jes " yakin intan
" satu.....dua.....tig." ucap gantung jesi karena dia sudah tidak merasakan genggaman tangan intan
" **** ni, di tinggal gua . Untung punya sedikit mental " ucap jesi yang pergi dari bangku penonton
" huh huh huh " napas gemuru intan
" bangke ni, kebiasaan ninggalin anak orang lo " ucap jesi sambil nepok punggung intan
" sorry, gua takut banget. Beneran " ucapnya sambil menunjukkan tanda suer pada tangannya
" udah ayo, kita makan . Barutuh pulang " ucap jesi pada intan
" gua mau pizza jes " pintah intan memaksa kepada jesi yang melihat intan kebelet makan
" iya iya , sabar dong. Masih sore juga " ucap jesi tanpa melihat jam
" ndash lo, lo lihat itu dah jam berapa? " grutu intan sebal
" ****** dan jam delapan aja ntan " ucapnya kaget
" enggak jes enggak, masih sore kan " ucap intan sambil menunjukkan senyum yang tidak bersahabat
" santai ntan, gua kira masih sore . Lagian gak terasa " ucapnya sambil mempercepat jalanya
" kita mesen satu aja ntan" ucap jesi pada intan
" ihh, gua laper banget " ucap intan memelas
" pesen yang combo aja. Gua gak terlalu laper kok " ucap jesi mengusul
" ide bagus , ok lah kalau gitu " ucap intan yang sudah memesan pizza mereka
......
" makasih ya mba " ucap jesi setelah membayar makanan mereka
" makasih kembali kak " ucap kasir cantik itu
" ayok tan " ajak jesi yang masih melihat intan bertukar nomor dengan salah satu pelayan tampan itu
" iya ok ok " pergi intan menuju jesi
" gatel amat lo ya. Gua kasih tau ibu sama mami lo " ancam jesi
" jangan dong jes, cuman nambah teman. Gak gua ulangin lagi janji " menyakinkan
" iya iya yaudah buruan " ajak jesi yang sudah menuruni lift ke lantai dasar
" lo yang bawa mobil atau gua jes? " tanya intan pada jesi
" gua aja , lo duduk tenang disitu " tunjuk jesi pada bangku sebelahnya
" ok trimakasih princes " ucap intan memuji
" dari pada lo, kek orang ****. Bagusan chat tu cowok " usul jesi kepada intan
" benar juga, thanks my friends " ucapnya sambil memeluk jesi
......
" mii, mamiii. Kita udah pulang " panggil jesi setelah sampai di ruang tamu
" ya sayang ? " ucap bunga pada jesi yang melihat kedua putrinya dari ruang keluarga
" papi " ucap jesi mencium ayahnya
" oh anak papi, dari mana saja ? " tanya gibran
" jalan jalan dong pi " ucap jesi sambil duduk di sofa sebelah mami dan papi nya
" hai pi, gimana kabar papi ? " tanya intan
" oh ada intan " kaget gibran sambil menjulurkan tangannya
" heheh iya pi " ucap intan sambil duduk di samping jesi.
" sehat kok nak " ucap gibran sambil menonton televisi