You are the Reason

You are the Reason
dokumen



Bel petanda akhir pelajaran pun berbunyi, jesi dan intan pun bergegas merapikan semua pernak pernik barang yang ada di meja mereka .


" ayo, jess. Lama amat " ucap intan yang telah menyelesaikan perlengkapannya


" sabar dongg " ucapnya sambil mengobrak abrik kembali tas yang sudah di rapikannya


" lo nyari apa sih ? " tanya intan yang melihat jesi begitu panik mencari sesuatu


" isss itu loh, kertas tadi " ucap jesi yang sudah mencari di bawah meja nya


" kertas apa sih " ucap intan bingung melihat jesi


" kertas selembar yang gua, tulis tadi ntan "


Ucapnya yang masih fokus mencari di bawah meja


" kertas ? " heran intan sambil mengerutkan dahinya


" hu'um, awwwww " ringis jesi saat hendak menaiki kepalanya untuk melihat intan, ehh malah kecium bawah meja


" upsss, lo ga papa jes " ucap intan kaget mendengar suara antukkan yang cukup kuat


" sakit **** " ucap jesi murung sambil mengeluskan kepalanya


" lo sih, ga lihat lihat " ucap intan


" dihh ,Udah ahh. coba periksa tas lo " pintah jesi


" hmm, iya sabar " ucap intan sambil mengobtak abrik barangnya yang tak luput dengan jesi yang masih mencari kertas itu


" ini ? " tanya intan polos


" astagaaa, gua cari kemana mana. Sampe kepala kena pentok, lah ternyata sama lo " ucap jesi yang sudah melihat intan dengan memegang selembar kertas


" wheeee, gua kira punya gua jes. Sorry ya " ucap intan cengengesan


" udah ayo, ntar kelamaan lagi " ucap jesi yang telah merapikan barangnya dan memasuki kertas tersebut


....


" ntar ya jes, gua angkat telpon dulu " ucap intan pada jesi yang telah sampai di parkiran kampus


" iya cepetan " ucap jesi kepada intan yang hanya di balas dengan senyuman, lalu sedkit menjauh dari jesi


" ngapain sih, jauh jauh. Takut amat di dengar " ucap jesi sewot setelah intan selesai menelpon dan mendekati jesi


" hei, apaan sih lo, udah ayo ke kantor " ucap intan yang menyela perdebatan bila di lanjut


" nah, lo yang bawa. Pala gua masih puyeng " ucap jesi sambil menyodorkan kunci mobil miliknya


" yaudah ayo, naik " pintah intan yang sudah menuju ke pintu kemudi


....


" jess, jesiii. Woiii kebo emang ni " ucap intan sambil menggoyangkan tubuh jesi yang kelelap tidur akibat pusing yang di alaminya


" apa sih, ganggu tidur aja " ucap jesi tanpa sadar


" ohh, yaudah kita gosa ke kantor " ucap intan yang sudah menstater mobil


" ehh, apaan sih lo. " ucap jesi kesadar karena intan sudah menstater mobil miliknya


" makanya lo bangun " ucap intan kesel


" iya iya , ini gua udah bangun juga " ucapnya sambil merapikan rambutnya dan mempoles sedikit liptint di bibir kecil miliknya


....


" lo ga, minta bantuan ello jes " ucap intan pada jesi setelah mereka memasuki ruang kerja gibran


" palingan ntar lagi datang, lagian dia yang nyuruh gua ke kantor " ucap jesi sambil meletakkan tas tenteng miliknya


" ohh gitu. Okay deh " ucap intan menuju sofa empuk warna coklat


" lahh, malah duduk ni anak " ucap jesi yang melihat intan duduk santai sedangkan ia sedang mencari dokumen perusahaan


" terus gua mau ngapain lagi " ucapnya begitu polos


" lo bantu gua kali , nyari dokumen perusahaan papi " ucap jesi gerem pada intan


" eh iya, tujuan gua kan buat bantu lo " ucap intan kesadar , lalu beranjak dari sofa empuk itu


" nampak amat ga mau bantu " gumam jesi yang di dengar intan


" gua dengar **** " ucap intan menoyor kepala jesi dengan jari telunjuk miliknya


" kebiasaan deh, sakit tau " ucap jesi sambil mengelus elus kepalanya


...


Sudah hampir 35 menit mereka di dalam ruangan. berkas dokumen yang mereka cari belum di temukan, hingga ruangan tersebut sudah menjadi kapal pecah yang di kerumuni dokumen dokumen berserakkan


" jes, lebih baik lo telpon deh si ello " ucap intan yang sudah melihat ruang kerja gibran berantakan


" yaudah iya deh, itu anak lama amat " ucap jesi yang sudah menuju meja sofa untuk mengambil benda pipih miliknya


" haii " ucap laki laki dengan suara tegasnya itu


" lama amat sih, rencananya mau gua telpon lo " ucap jesi yang tak jadi mengambil handphonenya


" sorry " ucapnya sambil memasuki ruangan itu


" ya ampun, jesiiiiiiiiiii " teriak geram ello


" iya hadir " ucap jesi santai dengan wajah yang begitu polos


" ga ada , gua cuman mau nyari berkas yang lo suruh " ucap jesi yang mulai takut karena melihat kepalan tangan ello


" begini yang lo bilang nyari dokumen " ucap ello marah sambil menunjuk meja kerja gibran


" gua bingung harus buat apa lagi " ucap jesi tunduk


" kalau lo bingung, lo bisa nunggu gua kan. Lo lagi ntan , arghhhh kalian ngerepotin aja " ucap ello semakin emosi


" kalo lo tau, kita ngerepotin kenapa lo suruh gua bantu lo. Ha ? " ucap jesi yang ikut emosi dengan kata kata ello


" ini perusahaan bukan perusahaan papi gua sendiri kan. Ini juga perusahaan papi lo, lalu tugas lo apa ? Kalau ga bantuin gua " ucap geram ello sambil menunjuk jesi


" heii, udah dong kok jadi berantem " ucap intan menstabilkan suasana


" diam " ucap serentak jesi dan ello yang membuat intan kaget


" lahh, gua bantuin buat damai. Eh malah gua yang kena sembur " gumam nya dalam hati


" gua udah bantuin lo kan " ucap jesi yang melemah


" cihh, bantu lo bilang kayak begini. Ini namanya lo ngerusak tau ga lo." ucap ello yang masih marah tetapi dengan nada sedikit melemah


" iya gua tau gua salah, gua minta maaf karena udah ngerepotin lo. Bukan malah meringankan " ucap jesi yang sudah mengaku salah


" syukur kalo lo sadar. udah bantu gua susun balik berkas ini " ucap ello yang sudah sedikit meredah


" lo ga mau bantu ntan. Ini kan juga ada hasil karya tangan lo " ucap jesi yang sudah mengutip berkas berkas yang berserakan di lantai


" eh iya iya " ucapnya spontan lalu mengutip berkas itu yang di bantu ello juga


....


" nah ini ketemu " ucap ello kepada jesi dan intan


" seriusan ? " tanya jesi


" iyaa" ucap ello sambil berjalan ke sofa yang ada di sebelah barat laut meja kerja gibran


" bagus dong " ucap intan sambil meletakkan dokumen yang di rapikan tersebut ketempat semula


" yaudah, lo pahami aja dulu .kita nyusun ini baru ikut bantu lo " ucap jesi sambil merapikan dokumen tersebut


....


" gimana ? " tanya jesi yang telah selesai merapikan dokumen dan menuju ke arah ello


" masih gua selidiki dulu. Oh ya gua minta maaf karena udah ngebentak lo " ucap maaf ello pada jesi karena jesi orangnya ga bisa di bentak


" yaudah iya, lagian ini salah gua juga " ucapnya sambil duduk


" humm, bentar ya " ucap intan


" mau ke mana lo ? " tanya jesi pada intan


" mau jumpain kak sekar. Untuk buatin kita minum " ucap intan


" hmm, yaudah " ucap jesi mengangguk


Di luar ruang kerja gibran dan di depan meja sekar sekretaris gibran


" kak " panggil intan


" eh intan " ucap sekar sadar


" kak intan minta ice choco nya 2 sama hot macha nya 1 ya " ucap intan pada sekar


" hmm yaudah kakak buatin dulu ya " ucap sekar sambil berdiri


" hmm kak, tunggu dulu " ucap intan menahan sekar pergi


" kenapa ? Ada yang mau di bawakan lagi ? " tanya sekar


" ehh, engga. Cuman intan mau nanya aja " jelas intan


" mau nanya apa ? " ucap sekar yang bingung dengan kata kata intan dan menaikkan alisnya satu


" hmm, papi ga bener bener bangkrut kan " ucap intan polos


" ya engga dong sayang , ehh " ucap sekar keceplos


" seriusan kak " ucap intan senang


" tapi kamu jangan bilang ke mereka " menunjuk jendela ruangan gibran yang menampakkan sepasang adik kakak


" hu'hum baik. Hmm apa alasannya ? " tanya intan yang bingung


" kamu ingat ini hari apa ? " tanya sekar


" hmm, kamis kak " ucapnya begitu polos


" tanggal ? " tanya sekar kembali


" tanggalll, 6 kak " jawab intan setelah melihat tangga di jamnya


" lalu ? " tanya sekar kembali


" oh astagaa " ucapnya kaget sambil menutup mulutnya


" yaudah kakak ambilkan minuman nya dulu ya " ucap sekar sambil menahan tawa melihat tingkah intan dan pergi meninggalkan tempat itu


" mengapa aku melupakannya " gumam intan lalu memasuki ruangan gibran