You are the Reason

You are the Reason
Dia ?



Setelah melajukan mobil nya dengan kecepatan yang maksimal, akhirnya jesi sampai di kampusnya itu dengan selamat.


" huh, syukur " ucapnya setelah memarkirkan mobilnya


" delapan menit lagi " gumamnya setelah melihat jam di tangannya dan bergegas pergi dari parkiran mobil itu


Setelah keluar dari dalam mobil, jesi berlari cepat menuju lift dan menekan tombol 3 pada lift tersebut. tak butuh lama waktu lift itu pun terbuka dan jesi bergegas berlari menuju ruangannya yang masih memiliki waktu 3 menit lagi sebelum pelajaran di mulai.


" huhh, akhirnya " ucap jesi sambil menstabilkan nafasnya


" pagii " sapa jesi yang melihat dosen belum datang


" pagiii " ucap teman temannya


" hampir aja. gila lo, Ulangin lagi ya. gak jera jera apa lo kena marah dosen ha? " ucap intan sebel sambil mendatangi jesi


" apaan sih, sahabatnya baru datang juga udah di repetin. Bukan di ajak duduk" ucap jesi yang dari tadi masih berdiri


" yaudah ayok, duduk " ajak intan


" tiga menit lagi kalo lo gak sampai di kelas, gua gak tau lagi mau bilang apa sama lo dah" ucap kesal intan


" udah dulu ya, gua mau bernapas " ucap jesi yang masih merasa ngos ngosan karena berlari


" gak ada berubahnya, dari smp sampe udah umur 21 tahun gini masih aja telat. Kebo emang lo " grutu intan geram pada sahabatnya itu


" serah dah " ucap santai jesi


Tak lama mereka berbincang dosen pun masuk dan menperkenalkan dirinya


" pagi " sapa dosen laki laki tersebut


" pagi pak " sapa balik mahasiswa


" dia?, ya tuhan " ucapnya sambil nepok jidat


" kenapa lo? Kesemsem sama pak calvin ? "


Tanya intan


" heii apaan sih. Gosa aneh lo, ya kali gua kesemsem sama orang yang gak berprikemanusiaan begitu " ucapnya ketus


" maksud lo ? " ucap intan


" udah diam, dengerin aja apa kata dia " perintah jesi


....


" perkenalkan nama saya calvin andreas tuner , saya disini untuk menggantikan pak ucup " ucapnya lantang yang membuat para wanita tersebut kesemsem dengan wajah tampan miliknya itu


" what ? ****** gua " gumam jesi dalam hati


" selamat datang pak " ucap mereka


" terimakasih, panggil saya pak calvin saja " ucapnya


" baik saya akan mengabsen kalian terlebih dahulu " ucapnya tegas sambil duduk


" lutfiana "


" saya pak "


" friskalia "


" hadir "


" jessyla"


" saya pak " ucap jesi sopan


" intan "


" saya pak "


" reza "


" gua pak "


" mana yang namanya reza? " ucapnya kesal calvin


" saya pak, kenapa? " ucapnya songong


" kalau bicara dengan orantua itu harus tau tutur, mengerti kamu " umpatnya kesal


" baiklah pak " ucap reza sopan


" dihh, sok bilangin ke orang. Gak sadar diri dengan dirinya " gumam jesi dalam hati


Setelah beberapa nama di panggil dan semua hadir calvin pun memulai pelajarannya.


Cukup lama setelah jadwalnya mengajar selesai akhirnya bel petanda akhir pun berbunyi .


" wih gilak ya, dia kelihatan ganteng banget jes " ucap intan memuji calvin


" lebay deh lo. Gini ni kalo udah lihat yang cakep " ucap jesi sambil merapikan barangnya


" apaansih, itu udah kenyataannya jes. Beruntung banget cewek yang dapetin dia " ucap muji intan


" bukannya beruntung, malah sial mungkin " ucapnya sambil berdiri dan keluar dari ruangan


" hush, lo apaan sih. Belum kenal pak calvin juga udah bisa nilai dia " ucap intan tidak terima sambil mengiringi jalan jesi


" yaudah lah ya, lo masih mau muji dia atau lo ikut gua ke mall " ajak jesi


" ya ikut lo lah. Eh ngapain? " ucap intan heran


" naik " perintah jesi setelah sampai di parkiran


" ngapain sih ? " tanya nya lagi setelah berada di dalam mobil


" numpang mandi . Ya jalan jalan lah ntan " sebel jesi


" ok, gua ikut lo aja " ucapnya


" hmm, tapi kita ke rumah dulu " ucapnya sambil mengendarai mobilnya keluar parkiran


" ngapain kerumah ? " ucap heran intan


" kita ganti baju dulu " ucap jesi yang sudah melajukan mobilnya


" lah terus gua ? Gimana " ucapnya sambil nunjuk diri sendiri


" lo punya sahabat orang kaya ntan, lo bisa pake baju gua " ucap sombong jesi


" idih, jijik gua hahahhaha" ledek intan


Setelah sampai dirumah, jesi dan intan menuruni mobil dan bergegas masuk kerumah


" mi.... Mamiii. Jesi udah pulang ni " teriak jesi


" iyaa, mami di dapur sayang " ucap bunga teriak


" hai mami, gimana kabarnya ? " ucap intan yang sudah menghampiri bunga berbarengan dengan jesi


" makan dulu sana, mami udah masak " ucap bunga kepada intan dan jesi


" nggak usah mi, kita mau pergi. Cuman mau ganti baju aja makanya pulang " ucap jesi


" yaudah jangan lupa makan siang nanti, emang mau kemana? " tanya bunga heran


" jalan jalan aja ke mall mam" ucap jesi menyakinkan


" yaudah gih, sana bersiap siap " ucap bunga


Di kamar jesi 💠💠💠💠💠


" gua mau make baju lo yang mana ? " ucap intan bingung


" ntan, pilih aja baju yang lo suka. Gua mau mandi dulu " ucap jesi pada intan


" hmm iya je. Cepetan mandinya gua juga mau mandi " intan


" iya " singkat jesi


....


" udah mandi lo sana " ucap jesi yang udah keluar dari kamar mandi .


" iya bawel " ucap intan bergegas ke kamar mandi


...


" selesai " ucapnya setelah selesai memakai baju yang menurutnya cocok


" yakin lo mau make ini ? " tanya intan memastikan , karena zefa memakai baju krop rajut berwarna mustard, celana jeans pendek warna blue dark, sepatu pansus putih, dengan Rambut di kep setengah


" kenapa ? " tanya jesi ambigu


" gak apa apa sih , gua cuman iri merasa tersaingi hahahha" ucap intan ledek


" dasar, nah sekarang gua yang nanya ni . lu yakin mau make baju ini ? " tanya jesi, karena intan memakai celana boy friend berwarna biru, kemeja hitam longgar yang di masukin setengah, dengan sepatu sniker cream. Dan rambut yang digurai bebas


" kenapa ? " mengucapkan kata yang sama dengan jesi


" gak apa apa sih, gua cuman iri. Merasa tersaingi " ucapnya meniru kata kata intan tadi


" hahaha dasar, mengcopy " ucap intan tertawa


" dah yuk " ajak jesi


Mereka pun bergegas kebawah setelah menyakinkan penampilannya itu


" mi... Mamiii " ucap jesi sambil menuruni tangga


" gimana ? " tanya jesi sambil memutarkan tubuhnya


" bagus, cantik . Perfect banget anak mami " puji bunga yang melihat penampilan anaknya itu


" makasih mami " peluk jesi


" intan gimana mi ? " tanya intan


" cantik, keren nak. Jam tangan, ya jam tangan mu mana ? " ungkap bunga


" astaga lupa mi " ucapnya berlari ke kamar mengambil jam tangan milik jesy


" nah gini kan cantik nya nambah " ucap bunga


" heheh mami the best " ucap intan sambil menunjukkan jari jempol pada bunga


" yaudah, pigi sana. Hati hati ya " ucap bunga


" iya mi " ucap intan dan jesi berbarengan sambil mencium punggung tangan bunga


" pulangnya jangan kemalaman, intan tidur di rumah mami malam ini ya. Mami udah nelpon ibu kamu " ucap bunga


" ok mi, amann " ucap intan sambil menganggukkan kepalanya pada bunga


" dasar, anak anak ku ini . Menggemaskan sekali " gumamnya


....


Setelah sampai di salah satu mall ternama, di kota jakarta. jesi dan intan keluar dari mobil setelah memarkirkan kendaraanya di area parkiran khusus.


" je, kita makan dulu ya " ucap intan yang merasa dirinya sudah lapar


" hmmm iya ntan " ucap jesi jalan sambil memencet tombol kunci pada kunci mobil miliknya


" lo mau makan apa ? " tanya intan setelah sampai di restoran yang sering mereka datengi


" lo dulu aja yang mesan " pintah jesi


" okay, " ucapnya sambil menandakan jari tanda ok


" mbaa, mbaaa " ucap intan sambil memanggil pelayan dengan mengangkat tangannya


" ya, mau pesan apa buk ? " tanya pelayan itu


" buk?, emang saya kelihatan tua ? " tanya intan lagi setelah mendengar kata jijik itu .


" lo udah keliatan kali tuanya " ucap jesi yang menahan tawanya


" maaf kak, saya minta maaf sekali lagi " ucapnya sambil menundukkan badannya


" yaudah, gak apa apa mba. Menunya di tinggal aja dulu, nanti kita panggil lagi " ucap jesi santai


" tunggu, kamu pelayan baru? " tanya intan yang tidak pernah melhat pelayan ini semenjak mereka menginjak restoran ini sekitar 8 tahun yang lalu


" iya kak, saya baru aja masuk seminggu yang lalu. Kalau gitu saya permisi, maaf sekali lagi ya kak " ucapnya sopan lalu pergi meninggalkan meja itu


" sebel deh gua, di bilang ibuk " grutu intan geram


" udah deh, lo dah cocok di panggil ibu " ucap jesi sambil tertawa


" senang banget lo, lihat gua jadi tua " ucapnya sebel


" hahahaha " lucu jesi


" gua mau mesen, cake choco aja deh je. " ucap intan setelah melihat menu nya


" lah ngikut, gua juga mau mesen itu " ucap jesi sebel


" idih prettt, lo minumannya apa? Gua gak mau sama sama lagi " grutu intan


" biasa aja deh, greentea ice " ucap intan sambil menatap keluar jendela


" ok, untung aja gak sama " ucap intan yang telah menulis pesanannnya di kertas menu


" mbaa " panggilnya lagi


" ya? ,ada yang bisa saya bantu nona " ucap pelayan yang sudah mengenal mereka


" ini, pesanan kita . santai aja gak usah terlalu di buru burui " ucap intan pada pelayan itu dan memberikan menu mereka


" baik, nona " ucapnya pamit sambil menunduk in badanya