You are the Reason

You are the Reason
khawatir



Dalam sambungan telpon 📱📲


Tetap di kafe oscar


" halo pi " ucap bunga dalam telpon


" iya ada apa mi ? " saut gibran


" mami, udah bilang ke jesi. Dan jesi butuh waktu untuk memikirkan nya " ucap buNga jelas


" baik lah, setelah pulang . Papi akan menjelaskannya kembali " ucap gibran dan tuttttt panggilan selesai


............


Pukul 16.30 wib


Rumah keluarga indrawan


" mi " panggiil ello pada bunga yang sedang duduk di ruang tamu


" hmm iyaa " jawab bunga lalu mengalihkan pandangannya dari majalah


" jesi mana ?, kok ga nampak batang hidung nya " tanya ello


" tadi katanya sih, ada jam kuliah tambahan " jelas bunga


" jam kuliah tambahan ? " tanya ello bingung


" iyaa " jawab bunga


" mi, kita mau wisuda itu sekitar 1,5 bulan lagi . Dan ga mungkin ada jam tambahan kuliah lah " jelas ello


" mana tau ada ell, jurusan mu dengan jesi beda " ucap bunga pasti


" iya sih , mami benar " ucap ello menggaruk kepala yang tak gatal


" lagi pada ngumpul di sini " ucap gibrab tiba tiba


" eh dah pulang pi " ucap bunga lalu mencium pundak tangan gibran


" iya "


" jesi mana ? " tanya gibran


" tadi jesi bilang ke mami ada jam kuliah tambahan " jelas bunga


" hmm, begitu ya, Yasudah papi mau mandi dulu " ucap gibran


" iya pi " ucap bunga tersenyum


" cepet banget pulangnya pi " tanya ello tiba tiba


" cepat ? " tanya gibran ambigu


" iya, masih siang kok udah pulang aja " ucap ello


" ell, kamu ngigo atau ngelawak sih. Ini sudah pukul 5 kurang 20 menit . Jadi ini udah sore " ucap gibran jelas


" ha ?, seriusan. jadi ini udah sore ? " tanya ello dan di balas dengan anggukan kepala bunga dan gibran


" mi, pinjam handphone dong " ucap ello


" buat apa ? " tanya bunga bingung


" mau nelpon jesi, mi . Masa iya sih jam segini belum pulang " ucap ello jelas sambil mengambil benda pipih milik maminya


" bener juga kamu ell , yasudah telpon jesi . Papi mau mandi " ucap gibran lalu meninggalkan tempat itu dan pergi ke kamarnya


......


" gimana di angkat ga , ell " tanya bunga khawatir


" engga mi, dari tadi ello udah nelfonin jesi, pakai handphone ell dan handphone mami . Tapi ga ada jawaban " ucap ello yang turut khawatir


" ini coba pakai handphone papi " usul gibran lalu menyodorkan handphone nya


" sama , ga di angkat juga pi " ucap ello


" astaga jesii, kamu di mana nak . Ini sudah pukul 8 malam " gumam bunga


" jesi kemana sih, ga biasanya " ucap ello dalam hati


" mi, pi . Itu sepertinya suara mobil jesi " ucap ello memecah keheningan


" iya kamu benar " ucap gibran dan bunga celat menuju ke arah pintu utama


" jesi, kamu ke mana aja sih nak " ucap bunga khawatir lalu memeluk jesi


" maaf mi, setelah jam pelajaran tambahan. Jesi dan intan keluar bentar " ucap jesi mengkilah


" ayo masuk dulu " ajak gibran


" bik, ambilkan minum buat jesi "ucap ello memerintah


" iya , den " jawab bi sueng sopan


" jalan jalan aja pi, buang suntuk " jelas jesi malas


" terus hp lo kok ga aktif. capek gue nelfonin lo, ga lo angkat angkat . Buat khawatir aja lo " grutu kesal ello


" handphone gue mati , batrei nya habis " jawab santai jesi


" kenapa ga di cas ? " sewot ello


" banyak tanya deh lo, diem aja ngapa?. Bising " grutu jesi


" lo kenapa sih? Ga biasanya lo kek gini " tanya ello yang merasa aneh akan tingkah jesi


" ga kenapa kenapa, gue mau kekamar dulu jangan ganggu . Bi minumnya antar aja ke kamar " ucap jesi


" iya non " jawab bi sueng lalu mengikuti jesi


" ya elah, pms lo ? " tanya ello dan di balas dengan tatapan tajam jesi yang sangat mengerikan


" jesi, setelah bersih bersih. Turun lah ke bawah " ucap gibran


" jesi, usahakan " ketus nya menjawab


" sok banget, dah " ucap ello pelan dan tanpa sengaja telinga jesi mendengar ucapan itu


" gue dengar " ucap jesi lalu melanjuti tujuan nya


" mi jesi kenapa ? . Ga biasanya dia begitu " tanya ello


" nanti kamu akan tau . Setelah jesi turun " jawab gibran bukan bunga .


............💨💨


Ruang tv , keluarga INDRAWAN


" ell, ganti dong siarannya . Masa ini mulu, ga suka ah mami " ucap bunga pada ello


" tapi ell suka mi, mami kalau mau nonton di kamar aja sih . " ucap ello dengan mata yang serius menonton


" ell, coba panggilkan jesi " ucap gibran


" iya pi " jawab ello lalu bangkit berdiri


" sini remote nya " ucap bunga


.....


Di kamar jesi


" jesss, jesiii " ucap ello memanggil sambil mengetok pintu kamar jesi


" iyaaaa " teriak jesi di balik pintu


" bukain ni pintu " perintah ello


" buka aja ga di kunci kok " ucap jesi sedikit berteriak


" lo ngapain ? " ucap ello bertanya lalu duduk di pinggir tempat tidur, dekat jesi


" ga bisa lihat apa , gue lagi ngapain " ketus jesi dengan tatapan mata yang mencengkramkan


" lagi ngetik " ucap ello lugu , ya karena saat ini situasi nya jesi lagi mengetik pada notebook kesukaanya


" nah, itu lo tau " ucap jesi yang masih serius pada notrbook nya


" yasudah sih. Eh iya lo di panggil papi tuh " ucap ello pada jesi dan di balas dengan tatapan tak suka


" gosah kasih gue tatapan gitu, seremin tau " ucap ello lalu berdiri


" ayo " ajak ello ngegas


" iya iya, sabar ngapa ." ucap jesi yang sedang menyusun beberapa kertas yang berantakan di tempat tidurnya


" ni, pi orangnya " ucap ello setelah sampai di ruang tv


" duduk dulu sini " ucap gibran lembut dan bunga segera mematikan tv nya


" kok di matiin " ucap ello dengan dahi mengerut


" jess " panggil gibran dan di balas dengan seluruh pandangan ke arah Nya


" ya " singkat jesi


" kamu marah ? " tanya gibran pelan dan tulus


" masa iya jesi marah, hahah lucu banget " pecah ello dan di balas dengan tatapan sinis semua orang


" lo, kalau ga tau. Diem aja deh, dan yang ngarasain itu bukan lo. Ngertikan " ucap jesi ketus


" aneh sih lo " jawab ello bingung


" ell , diem dulu. Kamu tadi nanya jesi kenapa kan, ini biar di jelasin " bisik bunga pada telinga ello dan di jawab dengan anggukan kepala ello