You are the Reason

You are the Reason
kejutan......



" gimana el ? " tanya jesi memastikan


" ga ada apa apa kok, cuman ini lantai ko licin banget " jelas ello sambil keluar dari kamar mandi


" seriusan lo ? Padahal gua sering nyuruh bi sueng ngebersiin kamar mandi milik gua " jelas jesi pada ello sambil memeluk intan


" ada apa dengan rumah saat ini, bahkan mami dan pak fang tidak ada di rumah. Aneh " gumam ello dalam hati sambil menuju keluar kamar jesi


" yaudah gua mau mandi dulu, setelah itu kita ketemu di ruang tamu nanti " jelas ello lalu meranjak pergi


" hmm, baik lah. Jangan lupa pakai baju yang di bilang bi sueng " ucap jesi dan di jawab dengan anggukan kepala ello


" yaudah ntan, lo tunggu gua dulu ya. Gua mau mandi lo disini aja " ucap jesi dan meninggalkan tempat tidur


" hati hati jes " ucap intan


...


" ayo turun gua udah siap " ucap jesi mengajak intan turun ke ruang tamu setelah mereka bersiap siap


" hmm baik lah " ucap intan lalu mengikuti jesi turun


" lama bener lo pada, udah berkerak ni gua " ucap ello yang sedari tadi berada di ruang tamu


" ya sabar kali " ketus intan yang telah turun dari tangga bersaman dengan jesi


" wahh, dah balik cerewetnya " ucap ello menahan tawa


" apaan sih lo " ucap intan


" gua bingung ni kita kok di suruh pakai baju beginian ya " ucap jesi heran


" emang lo aja ? . Lo ga lihat gua udah kaya romeo ni " ucap ello menjijikkan


" whaaa hahah , romeo dari mana. Romengan iya kali " ucap intan tertawa


" den ello, non jesi dan non intan . Pergi ke alamat yang telah bibi tulis kan ini, tetapi dengan satu syarat " ucap bi sueng serius


" syarat ?, syarat apa ? " tanya jesi beruntun yang merasa bingung dengan perkataan bi sueng


" iya syarat non. Non, non itan dan den ello harus pergi dengan mengendarai mobil yang di bawa pergi oleh non jesi tadi " ucap bi sueng sopan sambil menunjuk jempol


" kenapa ? " tanya ello ambigu


" ini permintaan, yasudah bibi mau ke belakang. Satu hal yang perlu kalian tahu , jangan pernah ingin merasa tau kepada seseorang, jika hal itu muncul berhati hati lah " ucap bi sueng lalu pergi meninggalkan ketiga manusia itu


" aneh, maksud bi sueng apa ya ? " tanya jesi


" gua juga bingung, ga biasanya bi sueng gitu. " ucap ello yang turut bingung


" keren juga akting bi sueng, hihi harus belajar ni " gumam dalam hati intan


" Yaudah ayuk kita pergi " ajak intan


...


" yakin ini tempatnya " tanya jesi setelah mereka sampai di tempat yang di bilang bi sueng


" gua juga ga tau " jelas ello


" yaudah yuk, turun. Kita pastiin " jelas intan


" lo ga lihat , gua juga kali " ucap intan sambil menunjukan dirinya sendiri


" lo ga terlalu ntan, gua ribet banget. Dah gaunnya panjang " ucap jesi mengeluh


" udah lah, masalah gaun aja di permasalahin. Yang gua bingung kan sekarang, kenapa kita di suruh pergi dan sampai di tepi pantai gini " ucap ello bingung


" lo aja bingung, gimana sama kita " ucap intan dan pergi meninggalkan ello dan jesi


" tunggu ****, ntar lo jatuh lagi " ucap jesi yang sudah turut ikut mendekati intan


" ye dasar perempuan " gumam ello dalam hati lalu mengunci mobil dan mengikuti kedua perempuan itu


...


Saat mereka telah sampai di tepi pantai itu, mereka melihat suasana yang begitu indah dengan lampu yang mewah dan pajangan bunga di atas meja pada tiap bangku


Tiba tiba mereka melihat segerumulan orang berpakaian formal datang menemui mereka sambil menepuk tangan dan banyak mengucapkan selamat


" apa apaan ni " heran jesi


" 1....2.....3...." hitungan yang di timbulkan oleh suara mc dan ledakan petasan yang terjadi membuat ketiga manusia itu kaget


" KEJUTANNN " teriak perempuan paru bayah


" mami " serentak ketiga pemuda pemudi itu


" iya sayang, happy birthday buat anak kesayangan mami dan papi " ucap bunga kepada jesi dan ello yang disertakan dengan memeluk mereka


" astagaa " kaget jesi sambil menutup mulutnya


" happy birthday je, ell " ucap intan memeluk kedua sahabatnya itu


" intannn, lo harus jelasin ini semua sama gua " ucap jesi di telinga kanan intan


" lo mau gua bunuh ga " ancam ello di telinga kiri intan


" ya elah, kalau tau jadi ribet gini. Gua bakalan ga ikutan " ucap intan sambil melepas pelukkan jesi dan ello


" siapa suruh " ucap bi sueng terkekeh


" yee, Bi sueng . Bukan belain intan eh malah katain intan " ucap intan cemberut, dan di balas dengan tawa lucu bi sueng


" mi, mami harus jelasin ini semua ke kita " ucap jesi tegas


" happy birthday anak anak papi " ucap gibran pada ello dan jesi


" makasih pi " ucap mereka serentak lalu memeluk gibran


" maaf in kita , nanti bakalan mami dan papi jelasin . Kita ke sana dulu samperin kolega papi " ucap bunga mengajak kedua anaknya


" udah sono lo pada, gua mau pergi jumpain ibu sama bapak. Lebih baik dari pada sama kalian " ucap intan meleceh lalu pergi meninggalkan jesi dan ello


" awas lo ntan, urusan kita belum selesai " ucap teriak jesi lalu mengikuti langkah kaki kedua paru bayah itu dan ello


" sabarrr, sabar ntan " ucap nya sambil mengelus dada


" yaudah bi tingal ya non " ucap bi sueng meninggalkan intan


" iya bi, hati hati " jawabnya tegas