
Pagi hari🌞
Di rumah keluarga tuner. ' Meja makan '
" bun, kakak mana ya ? " tanya nazwa adik calvin
" sepertinya masih di kamarnya nak " jelas linda bunda calvin
" pagi semua " sapa. calvin setelah sampai di meja makan
" pagi " serentak ke tiga manusia itu
" calv " panggil linda di sela makan mereka
" humm, ya bun " jawabnya
" kapan sih, kamu bawa pacar kamu ke rumah kita, bunda penasaran ni " ucap linda penuh dengan nada penasaran
" dia masih sibuk bun, belum ada waktu luang . Kalau ada segera calvin bawa jumpain bunda, ayah dan nazwa " jelas calvin
" beneran ya " ucap linda penuh harap
" iya bun " jewab calvin yakin
" memangnya sesibuk apa sih pacar kamu, sehingga tak bisa di pertemukan dengan kami " tanya david kesal , ayah calvin
" ntah ni, ga jelas pacar kakak " susul nazwa dengan tatapan sinis
" yah, tolong ngertiin dia juga dong " ucap calvin serius
" terserah kamu aja . Ingat jangan lama memperkenalkan kami dengannya " ucap tegas david
" eh kak " pecah nazwa
" ya " jawab calvin sambil melihat adiknya itu
" hmm, rumah yang kakak beli kemarin itu gimana situasinya ? " tanya nazwa
" ohh. Ga usah di pikirin , di sana ada rahmat dan bi inah yang jaga rumah kakak " jelasnya singkat
" lalu kapan kakak tinggal di situ ?, nazwa penasaran dengan rumah kakak " ucapnya penuh penasaran , karena selama rumah itu di beli belum ada satupun yang tau di mana alamat rumahnya itu, kecuali asisten rumah tangga dan asisten pribadinya
" nanti setelah kamu menikah " ucapnya tersenyum
" lah, jadi nazwa harus nikah dulu dong , baru bisa tau rumah kakak " ucap nazwa lemah dengan memampang wajah cemberut
" iya dong, makanya cepet cepet cari jodohnya " ucap calvin jelas sambil mengacak rambut adik ya itu
" gimana mau dapat jodoh, tingkahnya aja melebihi laki laki " ucap linda meleceh
" dihh, si bunda . Engga ya nazwa ga gitu " ucapnya membela dan di selaraskan dengan tawa ketiga manusia itu
" iss dah ahh, nazwa berangkat kerja dulu " ucapnya sambil meminum air putih
" yaudah bareng kakak aja, kakak juga mau berangkat ni " ajak calvin dan bergegas pergi , tak lupa dengan menyalami kedua orangtua nya .
...
Di universitas UI
" jes, lo tamat kuliah mau lanjut ke mana ? " tanya intan pada jesi sambil menuju ke ruangan mereka
" gua rencananya mau lanjut kerja dulu sih ntan, nah kalau gua udah kerja gua lanjut kuliah ambil S2 nya pakai hasil gaji gua " jelas jesi
" hmm, kan masih ada mami sama papi yang bisa nanggungin biaya kuliah lo nanti " jelas intan
" engga ah, gua mau ngerasain dulu gimana kuliah sambil kerja. Dan gua juga mau ngerasain gimana menikmati hasil gaji sendiri , nah uang yang mami sama papi kasih gua tabung lah " jelas jesi sungguh
" ohh gitu, ya serah lo aja sih." saut intan
" kalau lo gimana ntan ? " tanya jesi balik
" gua mau lanjut kuliah jes . kalau gua kerja, masih belum di kasih bapak, lagian masih ada kak garry yang gantiin bapak " ucap intan memperjelas
" oh iya gua lupa, whehehe " ucap jesi menggaruk kepala yang tidak gatal
" kalo lo dah , ga usah di tanya lagi . Pikunnya udah tingkat dewa " ucap intan
" ye elah, engga juga kali " ucap jesi dan di tambah dengan tawa intan
" oh ya, lo mau kerja di mana ? Perusahaan papi ? " tanya intan sambil memencet tombol 3 pada lift
" engga, gua mau coba kerja di perusahaan permata prima " jelas jesi
" lo ga salah, mungkin tamatan S1 kayak kita gini hanya berhasil di terima sekitar 15 % aja je, lo tau kan itu perusahaan susah bener di masukin " jelas intan rinci
" iya iya gua tau, lagian kan gua ngecoba dulu apa salahnya. Mana tau gua terpilih dari ke-15% orang itu " yakin jesi
" yaudah serah lo, gua selalu dukung lo kok " jelas intan pada jesi setelah mereka sampai di lantai 3
" lo lanjut kuliah mana ? " tanya jesi balik
" antara london, sama jerman jes " ucap intan
" jauh amat, gua ga ada teman dong disini. Lagian gua ga berani biarin lo tinggal di negara orang, lo kan orangnya pelupa dah gitu polos polos tak menentu. Ga usah deh lanjut di indonesia aja ya " mohon jesi
" ini udah gua pikirin mateng mateng jes " ucapnya yakin
" iss pikirin dulu yang baik lagi sana, gua ga rela pokonya. Cuman lo sahabat gua ntan, lo tega banget " ucapnya sebel
" jes, ini demi masa depan gua. Gua harus berkembang, lo ngertiin gua ya " bujuk intan
" ntah ah, malas gua. Dah gosa bahas itu dulu masih ada beberapa bulan sebelum kita wisuda " ucapnya lalu memasuki kelas bebarengan dengan intan
........
Di Perusahaan 🏢 permata prima
" selamat pagi pak " ucap karyawan setelah calvin memasuki kantor
" pagi pak " ucap karyawan yang berpapasan dengan Calvin
" pagi pak calvin " ucap sabrina selaku sekretaris pribadi calvin saat calvin me uju ruangannya
" apaan sih lo sab " jawab calvin dengan tatapan sinis dan masuk ke dalam ruangannya
( di ruangan calvin )
" pak, setelah makan siang kita akan mengadakan mitting penting " ucap rahmat kepada calvin setelah melihat tab kerja miliknya
" hmm, baiklah . Apa ada lagi ? " tanya calvin dingin
" tidak pak " ucap rahmat santai walaupun jantungnya hampir mau copot
" lalu, kamu mau di sini terus ? . Pergi sana dan suruh sabrina untuk masuk ke ruangan ku " perintah calvin tegas
" baik pak, kalau gitu saya permisi " ucap ramat lalu pergi
" permisi pak, apa bapak memanggil saya " ucap sabrina saat masuk ke ruangan calvin
" sab, sekali lagi lo gitu . Gua pecat lo " ancam calvin
" ya elah , santai dong . Lagian lo kan atasan gua ya wajar dong gua manggil lo pak " ucap sabrina tak mau kalah
" dih, lo gila atau apa sih . Ini di kantor " ucap sabrina
" sini " pintah calvin menyuruh sabrina mendekat
" calv, gosa gila deh . " ucap sabrina karena tangannya telah di tarik Oleh calvin dan sekarang berada di pangkuan calvin
" gua gila karena lo " ucap calvin jelas
" cih. Ni tanda tangan dulu" ucap sabrina sambil menyodorkan berkas yang harus di tanda tangan ni oleh calvin
" nanti aja deh, atau ga lo aja yang nanda tangan. Sebentar lagi lo kan akan menjadi nyona tuner " ucap calvin memeluk sabrina
" ga usah beri gue harapan calv " jelas sabrina
" lah kok harapan. Bunda dan ayah mau ketemu sama kamu , pasti mereka akan menyukai mu " ucap calvin jelas
" lo ga becanda kan calv " ucap sabrina
" engga dong, malam ini gua jemput lo di apart lo ya . Kita akan makan malam bareng ayah , bunda , dan adik gua " ucap calvin
" okay. Jam berapa ?, gua harus siap siap bukan " jelas sabrina
" dih senang amat , jam 7 gue jemput lo " ucap calvin
" harus senang dong, ketemu mak mertua " jelas sabrina dan di jawab dengan tawa calvin.
" Yaudah gua mau ngelanjutin kerjaan gua, lo juga lanjutin kerjaan lo . " ucap sabrina sambil berdiri dari pangkuan calvin
" dahh sayang " ucap calvin
" hmm iya " jawab sabrina senyum di selaraskan dengan kedipan mata menggoda ala calvin
.......
Pukul 4.30 sore di kantor permata prima
" yaudah yuk, aku antar pulang " ajak calvin setelah keluar dari ruangannya karena sedari di ruangannya iya melihat sabrina sudah membereskan barang nya
" hmm, ga usah aku pulang sendiri aja " ucap sabrina hati bati
" terus guna gue jadi pacar lo apa ? " jawab calvin ketus
" yaudah iya, dingin amat sama ceweknya sendiri " ucap sabrina tersenyum
......
Apartement sabrina , pukul 7.00 malam
" sab gua udah di parkiran ni " ucap calvin dalam telpon
" iya iya bentar ya, ini gua lagi di lift " ucapnya jelas
" yaudah cepetan " ucap calvin lalu mematikan teleponnya
" haii, maaf ya gua lama " ucap sabrina setelah memasuki mobil calvin
" ga juga kok " ucap calvin
" tante sama om udah lo suruh berangkat kan " ucap sabrina memastikan
" udah ko tenang aja " ucap calvin serius sambil melajukan mobil nya
...............
Di resto seafood jouk'ley
" kak calvin mana sih bund " ucap nazwa yang mulai bosen
" sebentar lagi juga sampai ko " ucap linda menenangkan
" kebiasaan ni anak, tukang bosannan " ucap david melece
" ihhh ayah, jahat amat " ucap nazwa manyun
" senang amat gangguin anaknya " ucap linda membela nazwa dan di selaraskan dengan meletan lidah nazwa
" nazwa, ke toilet bentar ya " ucapnya lalu di jaeab dengan anggukan kedua orangtuanya
" bun , yah . Udah lama ya " ucap calvin yang baru sampai
" lumayan " ketus david
" maaf ya, nih pacar calvin " ucap calvin memperkenalkan sabrina yang berdiri di belakang tubuhnya
" hai om, tante . Sabrina " ucap nya sambil menyalami ke dua orangtua calvin
" oh. Heheh duduk " ucap linda
" bund , ayah mau bicara " ucap david serius
" di rumah aja ya , yah. Bunda minta tolong " ucap linda memohon
" hmm baik lah " ucap david sambil menghembuskan nafas panjang
" nazwa mana bund " tanya calvin setelah mereka duduk
" lagi ke toilet " ucap linda pasti fan di jawab dengan anggukan kepala calvin
" oh udah datang " ucap nazwa setelah sampai di table nya . Dengan posisi merapikan pakaiannya
" naz, ini pacar kakak " ucap calvin memperkenalkan
" oh ya. Nazwa " ucap nazwa menenggakkan kepala sambil menyodorkan tangamnya
" sabrina " ucap sabrina turut mengangkat kan kepala nya yang tunduk dan mengodorkan tangannya
" lo ? " bentak ketus nazwa
" ha ? Lo ?. Ngapain lo disini ? " tanya sabrina beruntun sambil meranjak berdiri
" ha ? . Lo ga salah, seharusnya gue yang nanya lo ngapain disini. Nyemakin aja lo " ketus nazwa
" calv, usir deh orang pengganggu ini . Muak in lihat muka nya " ucap sabrina memerintah
" lo mau ngusir gue kak ?. Tanpa lo usir gua bakalan pergi kok " ucap nazwa mengambil tasnya
" nazwa tenang dulu. Mau kemana " ucap calvin menahan tangan nazwa
" kalian saling kenal ? " ucap david yang bingung
" ga om, kita ga kenal. Lagian manusia nyampah gini ko disini " ketus sabrina
" ' plak, suara tamparan ' sampah kamu bilang " emosi linda yang telah berdiri
" tante kenapa nampar aku " ucapnya ga suka
" itu yang harus lo rasain " grutu nazwa
" bund apaan sih, " ucap calvin sedikit emosi
" ohh. Lo mau ngebela dia kak ? " tanya nazwa sambil menunjuk ke arah sabrIna