
Setelah intan menutup panggilan dengan bunga, intan segera menuju kantin kantor untuk membeli beberapa makan yang dapat mengganjal perut mereka, dan pergi meninggalkan tempat itu lalu menuju lift untul kembali ke ruangan tersebut
" hai gaiss, gimana ? . Selesai ga " tanya intan yang telah sampai di ruangan itu
" hampir, dikit lagi kok " jelas jesi sambil membuka bungkusan yang di bawa intan tadinya
" udah berapa persen ? " tanya intan meminum ice choco tang tertinggal sedikit lagi miliknya
" 75 persen " ucap ello yang fokus pada laptop di hadapannya
" hmm bagus, cepat juga " jelas intan
" yaudah makan dulu ell " ucap jesi memerintah sambil menyodorkan biskuit kesukaan ello
" hmm iya " ucap ello melepas pandangan dari laptop ke arah makanan itu lalu mengambilnya
" tadi gua dapet pesan, ga tau dari siapa " jelas intan santai
" isinya apa ? " tanya jesi dengan mulut penuh makanan
" kunya dulu jes, kebiasaan lo " ucap ello
" isi pesan itu untuk, nyuruh gua, ello dan lo . Pulang ke rumah kalian sebelum jam 4 " jelasnya dengan muka polos
" ha ? Seeiusan lo. " kaget jesi
" iya, tapi gua bawa seloro aja. Palingan ada yang ngerjain kita " ucapnya sambil mengambil biskuit yang ada di depannya
" gua udah pernah bilang ke lo kan ntan, kalo ada orang Begituan yang ngirim pesan ke lo. Lo harus hati hati tapi bukan berarti lo harus panik " jelas ello sambil meneguk minuman
" iya iya gua tahu " ucap intan yang begitu santai
" yaudah kita selesaikan ini dulu dengan cepat, lalu bergegas pulang untuk memastikan " ucap jesi yang di selaraskan dengan anggukan intan dan diikuti juga oleh ello
....
" yaudah, yuk. Udah jam 4 kurang ni " jelas jesi yang melihat jam di tangannya
" yaudah ayo, lagian udah siap dari tadi ko " ketus ello yang bosen karena udah hampir 1 jam dia berada di ruangan itu bersama kedua wanita rempong
" ye elah, santuy dong . Lagian kalau cepet pulang waktu yang ditentukan si pengirim pesan masih jauh " jelas intan berdiri
Mereka bertiga pun keluar ruangan dengan legah, karena masalah itu udah selesai. Mereka melewati ruang kerja sekar dan berpamitan untuk pulang
Saat mereka ingin pulang sekar memberhentikan mereka untuk memberitahu untuk selalu berhati hati entah apa maksud dari sekar tetapi ketiga manusia itu hanya mengganggukan kepala dan pergi meninggalkan meja kerja sekar
Saat mereka ingin memasuki lift, jesi tersandung dan jatuh ke dalam lift yang sudah berisi ello dan intan , dengan cepat ello mengangkat tubuh jesi untuk berdiri yang diikuti dengan kagetan intan, tak lupa juga intan mengabari bunga bahwah mereka sudah keluar dari kantor dan bergegas pulang
Lift pun terbuka dan mereka menuju ke parkiran untuk memasuki mobil, dan melajukan kendaraannya masing masing. Ello yang membawa sepeda motor dengan jesi dan intan membawa mobil. Tak butuh waktu sejam mereka puntelah tiba di rumah kediaman indrawan, rumah tersebut begitu sepi seperti tidak ada orang yang menepati rumah itu.
" kok sepi jes " ucap intan yang telah mematikan mesi
" gua juga ga tau, udah yuk turun " ucap jesi lalu keluar mobil, dab mendekati ello yang baru saja tiba
" sepi jes " ucap ello yang telah membuka helm nya
" iya ni " ucap jesi lalu menuju pintu utama
" mii...mamiii , biiiii bii suenggg , pakkk pakkk fanggggg " teriak jesi yang telah membuka pintu dan memasuki ruang tamu
" eh non, udah pulang " ucap bi sueng pada jesi
" hmm iya bi, kemana semua orang bi " tanya jesi yang di selaraskan dengan anggukan intan dan ello
" baik lah bi " ucap intan
" jes, lo lihat ga di baju bi sueng tadi " jelas ello yang bingung
" hmm iya gua lihat " ucapnya bingung
" ada apa sih kalian ni. Yaudah ah aku ke atas dulu jes " ucap intan lalu pergi meninggalkan kedua kakak beradik itu
" kenapa si intan ? , kok jadi aneh gitu sejak di lift " ucap ello berbisik sambil melihat arah jalan intan
" mungkin dia kecapean kali, tapi gua penasaran banget sama cak merah yang ada di baju bi inah itu apa ? " jelas jesi pelan
" emang lo aja gua juga kali, yaudah yuk ke belakang kita lihat " ajak ello yang telah maju deluan
" baik lah " ucap jesi sambil mengikuti ello
...
" mi, kita udah di rumah ni. Intan lagi di kamar jesi mereka masih di bawah . Kelihatannya mereka sudah melihat cak merah yanga ada di baju bi inah " jelas intan pada bunga dalam telepon
" bagus sayang, kamu mandi lalu pakai baju yang mami siapkan sebelum itu tulis terlebih dahulu kata kata yang menyeramkan dengan lipstik merah yang udah mami taruh di dalam vas meja rias jesi " ucap bunga pada intan
" baik lah mi, kalau begitu intan mandi dulu " jelas intan lalu mematikan panggilannya
...
" DARAH ? " kaget jesi setelah membuka ruang kamar bi inah
" ah? Apa " kaget ello yang tadinya menjaga keadaan sekarang bergegas menjumpai jesi
" darah ell " jelas jesi sambil menunjukkan beberapa tetesan darah di lantai
" lo gausah masuk, tutup mata lo. Lo di luar aja " jelas ello sambil masuk ke dalam kamar bi inah
" gimana ? " tanya jesi setelah melihat ello keluar
" ini benar darah jes, dan kamar bi inah bau banget " jelas ello
" bau apaan ? " tanya jesi yang masih heran
" bau sesajen gitu, yaudah lu mandi dulu gua juga mau mandi. Setelah itu kita tanya sama bi inah ya " jelas ello pada jesi lalu mereka pergi meranjak dari ruang kamar bi inah
Di tengah perjalanan saat mereka hendak pisa terdengar suara teriakan yang tau tau siapa
" aaaaaaaa, jess jesiiiiiii " teriak intan
" ell, intan . Kenapa ya ? " tanya jesi bingung
" yudah yuk samperin. " ucap ello
" lo kenapa ntan " ucao jesi setelah memasuki ruang kamarnya
" tolongin gua jes " tangis intan sambil memeluk jesi
" iya iya, lo kenapa ? " tanya jesi
" hiks, hiks, gua terpeleset di situ " tunjuk intan ke arah pintu kamar mandi
" ko bisa, ceroboh banget " jelas ello lalu pergi ke arah kamar mandi
" yaudah lo pake baju dulu, mumpung ello di kamar mandi " ucap jesi dan di balas dengan anggukan intan