You are the Reason

You are the Reason
PENJELASAN



Lanjutann....


" papi mau bicara apa ? Mau jelasin yang di bilang mami " ucap jesi dan gibran pun menundukkan kepalanya, karena rasa bersalahnya


" papi tau kamu... " ucap gibran terputus


" lalu kalau tau, masih mau pertahanin egoisnya Kalian " ucap jesi sedikit meninggi


" kami tau, kamu belum siap nak. Tapi papi dan mami mu ga bisa berbuat apa apa, selain... Menerima perjodohan ini " ucap gibran


" perjodohan " ucap kaget ello


" ya, dan sekarang lo udah tau kan " ketus jesi emosi dan memutar arah pandangnya ke ello


" maaf je, gue ga tau " ucap ello melemah


" muak gue dengan kata maaf kalian " ucap jesi lalu meranjak ingin pergi


" papi belum selesai ngomong nak " ucap bunga menahan tangan jesi


" apa yang mau di bicarain " ucap jesi ketus sambil melepas tangan bunga


" apa guna jesi sebagai anak ?, kalau semua yang jesi bilang bakalan bertentangan dengan kemauan kalian . Jika jesi menolak apa kalian akan menerima keputusan jesi ?, dari jesi kecil, kalian tak pernah menerima keputusan jesi bukan ? Apa lagi dengan menolak ini . " ucap jesi menahan emosi dengan memasang muka biasa saja padahal dirinya ingin sekali menangis


" apa kamu mau menolak ini " ucap gibran jelas dengan kepala tertunduk


" YA " bentak jesi


" apa setelah jesi mengatakan keputusan ini, kalian akan menerimanya ?, mustahil. karena yang kalian pikirkan hanya lah perusahaan dan uang, apa kalian memikirkan perasaan jesi ?. Jika jesi punya hak untuk menolak jesi akan menolak " ucap jesi emosi


" je, ini semua di lakukan demi masa depan kita kan " ucap ello yang berdiri


" masa depan lo bilang ? , kalau lo di posisi gue lo terima keputusan ini ?. Gue rasa iya, asalkan yang di jodohin ke lo ceweknya cantikkan . " ucap jesi emosi dan menunjuk nunjuk ello


" maksud lo apa ? " ucap ello yang sudah mulai emosi


" gue ga butuh keluarga yang kaya dan banyak duit ell, bila waktu bisa di ulang . Gue akan memohon untuk dilahirkan di keluarga sederhana yang penuh dengan kasih sayang . Dan menerima keputusan anaknya " ucap jesi meninggi sambil menyindir gibran


" jesi, jaga bicara mu " ucap bunga lalu menampar jesi


" mami apa maksud kamu " ucap gibran berdiri


" ga usah , pura pura membela deh . Saya ga perlu pembelaan anda " ucap jesi tegas dengan masih memegang pipinya


" dan, kamu " ucap jesi menunjuk ke arah bunga


" saya selalu menghargai , kamu sebagai orangtua saya . Saya menghargai kamu karena kamu telah berada di sisi saya saat suka dan duka . Tapi saya ga butuh orang tua yang ga mengerti perasaan anaknya . Terimakasih atas ketulusan anda menjaga saya dari kecil hingga sekarang " ucap jesi tulus dengan menahan tangisnya


" dan terimakasih atas tamparan ini. Dan buat anda " ucap jesi menunjuk gibran


" saya ga akan menyesal punya orangtua seperti kalian, saya hanya menyesal punya keluarga yang memikirkan harta dan perusahan . Saya akan menyanjung kalian bila kalian mengerti akan perasaan saya " ucap jesi , meremas baju tidurnya


" je, papi akan menerima keputusan mu . Dan kita akan memulai dari nol " ucap gibran tulus


" pi, kamu jangan becanda " ucap bunga


" ga apa mi, papi ga mau merasakan penyesalan yang amat mendalam nanti nya . Dan kita bisa memulai dari nol, memulai semua nya dengan baik dan memikirkan anak anak kita " ucap gibran seduh


" maksudnya pi " ucap ello tak mengerti


" papi ga akan memikirkan perusahaan dan harta, papi dan mami akan memikirkan kalian dan perasaan kalian . Dan papi akan menerima keputusan jesi untuk menolaknya " ucap gibran dan jesi membulatkan matanya


" maaf in papi ya sayang " ucap gibran lalu meranjak pergi


" percuma " ucap jesi dan gibran pun berhenti serta mengepalkan tangannya


" semua udah percuma " ucap jesi yang sudah mengeluarkan cairan bening dari matanya yang tak tau kapan keluarnya


" kalian membuat jesi benci kepada kalian, jesi benci " ucap jesi penuh penekanan


" dan , masalah keputusan ini . Jesi akan menerimanya, karena jesi tau bila jesi menolak . kalian akan jatuh miskin, dan kalian ga akan bisa menerimanya bukan ?, mungkin ini yang dapat jesi balas atas kebaikkan kalian sama jesi , dengan menerima perjodohan ini " ucap jesi lalu pergi


" gue, ga akan menerima bila keluarga ini jatuh miskin " ucap ello dan jesi pun berbalik badan dengan senyum miringnya , pandangan mereka pun bertemu . sama dengan bunga dan gibran membalikkan arah pandangnya ke ello


" maksud kamu apa nak " ucap bunga pelan


" gue ga akan terima bila kita jatuh miskin, tapi ... Gue ga rela kalau lo tersakiti, gue ga terima lo ga di adilin gini . Gue rela miskin demi lo je demi perasaan lo, gue terima . gue ga akan merasa menyesal karena kita akan miskin, karena perasaan lo lebih penting buat gue dari pada harta ini, cuman lo kakak gue je dan lo yang selalu ngertiin gue. Dan gue ga bakal buat lo merasakan sakit sendirian " ucap ello bijak dengan menahan rasa sedinya


" makasih atas pengertian lo ell, tapi gue udah ngambil keputusan ini . Dan semua udah terlambat " ucap jesi lalu melanjutkan langkah kaki nya untuk menuju kamarnya


" maaf in papi nak " gumam gibran dalam hati


" JEEEEE " teriak ello


" sudah sudah, pergi ke kamar mu segera " pintah bunga dan ello pun meranjak pergi dan ello segera pergi meninggalkan tempat tersebut dan pergi menuju kamarnya


..........✖✖✖


Pagi hari di rumah keluarga Indrawan


Meja makan ✔✔✔✔


" pagi mi " ucap ello pada bunga saat telah sampai di meja makan


" pagi " ucap bunga


" papi mana ? " tanya ello yang tak melihat pria paruh baya tersebut


" sudah pergi " ucap bunga singkat


" kok cepetan " ello


" mami juga ga tau " ucap bunga jelas


" jesii mana " tanya ello lagi


" masih di kamar " ucap bunga dan di balas dengan anggukan kepala ello yang berarti tanda mengerti


" mami kenapa sih ? " tanya ello yang merasa berbeda dengan sifat maminya tersebut


" ga papa sayang, mami masih kepikiran soal yang semalam " ucap bunga


" sudah lah, biar ini jadi urusan kami . Lanjutkan makan mu " ucap bunga sambil tersenyum


" mi , jangan pernah ngorbanin perasaan anak demi harta ya " ucap ello tiba tiba membuat bunga terbatuk akibat ucap ello yang begitu mengagetkannya


" santai mi , ga bakal ada yang ambil kok " ucap ello meledek sambil memberi minum kepada bunga


" kamu ga kuliah ? "tanya bunga


" mami ngusir ?, ini minggu mi " ucap ello jujur


" astaga seriusan ? " ucap bunga bingung lalu melihat tanggal pada handphonenya


" ell " panggil bunga setelah melihat jam pada benda pipih tersebut


" hmm, ya mi " ucap ello meneguk air mineral


" yang , salah mami atau kamu ? " ucap bunga dengan tatapan tak suka


" mm....maksudnya mi " ucap ello mengerutkan dahi nya


" i n i hari sabtu elll........ " teriak bunga


" oh astaga " ucap ello menepok jidat sendiri


" hehe ello pergi ke kampus ya mi " ucap ello lalu pergi tanpa menyalami bunga


" ELLLLOOOO " teriak bunga


" dasar anak ini, anak siapa sih " grutu bunga kesal